UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) melalui Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) terus memperkuat komitmen dalam mendorong prestasi mahasiswa di tingkat nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Sinergi Pengelolaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026, yang digelar pada Senin (26/1/2026) di Ruang Rapat Tiga Gedung Rektorat Unib.

Rektor Unib menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan workshop sinergi pengelolaan PKM.(foto:hms1)

Workshop ini menjadi langkah strategis Unib dalam memperkuat tata kelola PKM secara terintegrasi sekaligus meningkatkan kualitas proposal mahasiswa agar mampu bersaing hingga ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dari seluruh fakultas, ketua tim kerja akademik dan kemahasiswaan, dosen pendamping PKM, serta pengelola PKM di lingkungan Universitas Bengkulu.

Dalam laporannya, Kepala UPA PKK Unib, Ir. Muhammad Khairul Amri Rosa, ST, MT, menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan membangun sinergi dan pembagian peran yang jelas antara universitas, fakultas, dan dosen pendamping dalam pengelolaan PKM.

Menurutnya, pengelolaan PKM harus dilakukan secara terstruktur dan kolaboratif melalui penguatan peran PKM Center di tingkat universitas, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan di fakultas, ketua tim kerja, serta dosen pembimbing. Optimalisasi sumber daya di seluruh unit menjadi kunci agar pengelolaan PKM tidak terpusat hanya di tingkat universitas.

Ia juga menyampaikan bahwa Unib telah membuka pengusulan proposal PKM untuk seleksi internal hingga 28 Februari 2026, meskipun kuota nasional belum diumumkan. “Keberhasilan PKM tidak diukur dari banyaknya proposal yang diajukan, tetapi dari kualitas dan daya saing proposal yang dihasilkan,” tegasnya.

Rektor memberikan arahkan kepada para Wakil Dekan dan dosen pengelola PKM.(foto:hms1)

Rektor Dorong Peran Aktif Dosen

Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Agustin Zarkani, SP, M.Sc, Ph.D, dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan workshop ini sebagai ikhtiar bersama dalam meningkatkan prestasi kemahasiswaan Unib.

Rektor secara khusus mendorong dosen, terutama dosen muda, untuk aktif terlibat dalam pembinaan kegiatan kemahasiswaan. Menurutnya, keterlibatan tersebut tidak perlu dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sarana aktualisasi diri, penguatan rekam jejak akademik, serta peningkatan prestasi institusi.

Prof. Indra juga menyoroti masih adanya kesenjangan antara jumlah proposal PKM yang diajukan dengan proposal yang berhasil didanai. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas proposal serta pendampingan dosen yang lebih intensif, serius, dan berkelanjutan.

Pengelolaan PKM Butuh Komitmen Tinggi

Sesi utama workshop menghadirkan narasumber nasional, Prof. Andi Dian Permana, S.Si, M.Si, Ph.D dari Universitas Hasanuddin. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan PKM sangat ditentukan oleh peran aktif dosen dan institusi, bukan semata-mata mahasiswa.

Pengelolaan PKM, menurutnya, membutuhkan komitmen tinggi, alokasi waktu, serta keseriusan seluruh pemangku kepentingan. Strategi pengembangan PKM harus disesuaikan dengan kapasitas dan kondisi institusi serta dijalankan secara berkelanjutan. Fokus pembinaan perlu diarahkan pada kualitas, daya saing, dan kesiapan tim hingga PIMNAS.

Pengalaman Universitas Hasanuddin dalam meraih berbagai prestasi nasional PKM dibagikan sebagai referensi dan inspirasi bagi Unib dalam membangun ekosistem PKM yang kompetitif.

Prof. Andi menegaskan bahwa PKM dan PIMNAS merupakan ajang yang sangat kompetitif. Mahasiswa PKM dipandang sebagai fighter yang membawa nama program studi, fakultas, dan universitas, sehingga membutuhkan perlakuan khusus.

Perlakuan tersebut meliputi seleksi tim yang ketat, pendampingan intensif oleh dosen, penguatan kemampuan presentasi dan komunikasi, simulasi berkelanjutan, hingga karantina khusus menjelang tahap PKP2 dan PIMNAS. “Kualitas tim, mental bertanding, dan kemampuan komunikasi menjadi faktor penentu keberhasilan hingga meraih prestasi,” ujarnya.

Rektor Unib foto bersama dengan para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan para Dosen Pembimbing/Pengelola PKM.(foto:hms1)

Penguatan Strategi Institusional

Workshop berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu isu utama yang dibahas adalah strategi mendorong semangat mahasiswa tanpa paksaan serta menularkan budaya berjuang PKM kepada dosen dan mahasiswa.

Narasumber menekankan pentingnya pendekatan personal oleh dosen dalam menjaring mahasiswa potensial serta pembentukan winning team di setiap fakultas yang dikawal secara intensif oleh dosen pakar. Penjaringan ide disarankan dilakukan secara ketat sejak tahap awal, sebelum penyusunan proposal penuh.

Diskusi juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas fakultas serta fokus pembinaan pada tim-tim yang memiliki potensi unggul.

Dalam sesi teknis, disampaikan bahwa seleksi PKM terdiri atas dua tahap utama, yakni tahap administrasi yang bersifat gugur mutlak dan tahap substansi. Secara nasional, sekitar 70 persen proposal gugur pada tahap administrasi akibat ketidaktaatan terhadap pedoman. Oleh karena itu, kontrol administratif internal yang ketat menjadi sangat krusial sebelum pengiriman proposal ke Belmawa.

Prof. Andi Dian Permana juga memaparkan berbagai skema PKM, antara lain PKM-RE/RSH, PKM-K, PKM-PM, PKM-PI, PKM-KC, PKM-KI, PKM-VGK/GFT, dan PKM-AI. Pemilihan skema harus disesuaikan dengan karakter permasalahan, kapasitas tim, serta fasilitas yang dimiliki institusi.

Khusus untuk PKM Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), ditekankan pentingnya pendekatan berbasis empati sosial dan psikologis dengan mitra non-profit. Sementara itu, kegiatan yang berorientasi pada peningkatan produktivitas ekonomi dinilai lebih tepat diajukan melalui skema PKM Penerapan IPTEK (PKM-PI).

Melalui workshop ini, Universitas Bengkulu menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi pengelolaan PKM, meningkatkan kualitas pendampingan dosen, serta menyiapkan mahasiswa yang siap bersaing di tingkat nasional. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam membangun ekosistem PKM Unib yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berorientasi pada prestasi menuju PKM dan PIMNAS Tahun 2026. [Laporan: M. Khairul Amri R | Editor: Purna Herawan | Humas].