Universitas Bengkulu (Unib) kembali menambah 1.646 lulusan baru melalui Wisuda Periode ke-115 yang digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 12–13 September 2026, di Gedung Serba Guna (GSG) Unib. Para lulusan dari berbagai jenjang pendidikan tersebut resmi dikukuhkan sebagai alumni dan diharapkan mampu membawa ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh selama di bangku kuliah untuk memberi manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.



Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata saat membuka Rapat Terbuka Acara Wisuda ke-115 Unib.(foto:ist-hms1)
Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, didampingi Ketua Senat Universitas Bengkulu Prof. Dr. Herawan Sauni, S.H, M.S, para wakil rektor, anggota senat universitas, para dekan, serta pimpinan unit kerja di lingkungan Unib.
Ribuan orang tua dan keluarga wisudawan turut memenuhi GSG Unib. Kehadiran mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari suasana haru dan kebahagiaan yang mengiringi prosesi pengukuhan para lulusan setelah menempuh perjalanan akademik masing-masing.
Wisuda Periode ke-115 juga dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah dan mitra strategis universitas, di antaranya pimpinan perbankan dan perguruan tinggi di Kota Bengkulu. Turut hadir Bupati Kabupaten Kaur Gusril Pausi, S.Sos, M.AP, yang sekaligus mendampingi dan menyaksikan prosesi wisuda putra sulungnya yang telah menyelesaikan studi pada Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Bengkulu.



Wakil Rektor Bidang Akademik Unib Prof. Kalamudin saat menyampaikan laporan akademik.(foto:ist-hms1)
Suasana haru semakin terasa ketika Rektor melakukan pemindahan kuncir toga sebagai simbol resmi pengukuhan kelulusan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari pimpinan fakultas dan penyerahan ijazah kepada para lulusan.
Untuk memberikan akses kepada keluarga dan masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung, rangkaian wisuda juga disiarkan melalui kanal YouTube Unib TV.
Digelar Dua Hari, Kukuhkan 1.646 Lulusan
Dalam laporan akademiknya, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Kamaludin, S.E, M.M, menyampaikan bahwa sebanyak 1.646 lulusan dikukuhkan pada Wisuda Periode ke-115. Dari jumlah tersebut, sebanyak 178 orang merupakan lulusan program Diploma, 1.235 orang Sarjana, 22 orang Profesi, 194 orang Magister, dan 17 orang Doktor.
Jika dilihat berdasarkan fakultas, FKIP menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 443 orang. Berikutnya FMIPA sebanyak 290 orang, Fakultas Pertanian 265 orang, Fakultas Hukum 190 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 175 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 140 orang, Fakultas Teknik 90 orang, serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan sebanyak 53 orang.



Para wisudawan/wisudawati periode 115 Unib tampak antusias mengikuti prosesi wisuda.(foto:hms1)
Besarnya jumlah peserta wisuda membuat pelaksanaan Wisuda Periode ke-115 dibagi menjadi dua hari. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas GSG Unib yang mencapai sekitar 5.000 orang sekaligus menjaga kenyamanan dan kelancaran prosesi.
Pada hari pertama, Sabtu (12/9), wisuda diikuti 798 lulusan yang berasal dari Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, FMIPA, dan FKIK. Sementara pada hari kedua, Minggu (13/9), sebanyak 848 lulusan dari FKIP, FEB, FISIP, dan Fakultas Teknik mengikuti prosesi wisuda.
Dengan tambahan 1.646 lulusan tersebut, Universitas Bengkulu kini telah melahirkan sebanyak 85.361 alumni sejak berdiri hingga saat ini. Jumlah tersebut terdiri atas 333 alumni jenjang Doktor, 12.015 Magister, 60.088 Sarjana, 525 lulusan Profesi, serta 12.400 lulusan jenjang vokasi atau Diploma.
“Atas nama pimpinan universitas, kami mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal berharga dalam meraih masa depan serta menjadi kebanggaan bagi keluarga, masyarakat, dan almamater,” ujar Prof. Kamaludin.
Lulusan Terbaik dan Wisudawan Inspiratif
Wisuda Periode ke-115 juga menjadi momentum bagi Universitas Bengkulu untuk memberikan apresiasi kepada para lulusan yang menunjukkan capaian akademik, prestasi, maupun kontribusi positif selama menjalani pendidikan di Unib.


Rektor Unib memberikan penghargaan kepada para wisudawan berprestasi, wisudawan menginspirasi, wisudawan aktivis berdampak, dan wisudawan termuda.(foto:ist-hms1)
Predikat lulusan terbaik jenjang Doktor diraih Dr. Citra Puspita Putri dari Program Studi Ilmu Ekonomi FEB dengan IPK 3,95. Pada jenjang Magister, penghargaan diberikan kepada Taufik Akbar Azwar dari Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris FKIP dengan IPK 4,00.
Untuk jenjang Profesi, lulusan terbaik diraih dr. Silvi Pebriyanti dari Program Studi Pendidikan Profesi Dokter FKIK dengan IPK 3,75. Sementara pada jenjang Sarjana, penghargaan diberikan kepada Muhammad Febriansyah, S.Pd, dari Program Studi Pendidikan Kimia FKIP dengan IPK 3,98. Adapun lulusan terbaik jenjang Diploma diraih Nur Eriska, A.Md.Keb, dari Program Studi D3 Kebidanan FMIPA dengan IPK 3,89.
Selain prestasi akademik, Unib memberikan perhatian terhadap kiprah mahasiswa yang mampu menghadirkan inspirasi dan dampak melalui berbagai aktivitas di luar ruang kuliah.
Penghargaan Wisudawan Menginspirasi diberikan kepada Linda Rahma Wati, S.H, lulusan Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum. Selama menjadi mahasiswa, Linda menorehkan sejumlah prestasi di tingkat nasional maupun internasional, di antaranya masuk TOP 7 International Business Competition di Vietnam, tiga kali meraih Juara 1 Debat Konstitusi Nasional, serta berbagai penghargaan dalam Semar Law Festival.


Rektor Unib foto bersama dengan para wisudawan berprestasi, wisudawan menginspirasi, wisudawan aktivis berdampak, dan wisudawan termuda.(foto:ist-hms1)
Tidak hanya berprestasi dalam kompetisi, Linda juga aktif dalam penelitian, publikasi ilmiah, penulisan buku, hingga pendampingan penyusunan Rancangan Peraturan Desa di Kecamatan Enggano.
Sementara itu, penghargaan Wisudawan Aktivis Berprestasi dan Berdampak diberikan kepada Muhamad Rabil Fahri, S.I.Kom, lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP. Selama menempuh pendidikan di Unib, Rabil aktif sebagai aktivis mahasiswa dan terlibat dalam kepengurusan serta kepemimpinan berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti pernah menjabat Wakil Presiden BEM KBM Unib.
Pada periode ini, penghargaan wisudawan termuda jenjang Sarjana diberikan kepada Riska Purba, S.Si, lulusan Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian yang menyelesaikan studinya pada usia 20 tahun 8 bulan 20 hari.



Penampilan seni tari kreasi oleh Sanggar UKM Seni ikut menyemarakkan acara wisuda periode ke-115.(ist-hms1)
Rektor: Wisuda Bukan Garis Akhir
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Bengkulu Prof. Indra Cahyadinata menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Sebaliknya, wisuda merupakan pintu masuk menuju ruang pengabdian yang jauh lebih luas.
Rektor menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan keluarga yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan berlangsung. Menurutnya, keberhasilan wisudawan hari ini merupakan buah dari perjuangan, kerja keras, doa, dan pengorbanan yang dilakukan bersama.
“Hari ini bukan sekadar hari ketika saudara menerima ijazah, tetapi juga momentum ketika seluruh perjuangan, kerja keras, doa, dan pengorbanan selama menempuh pendidikan menemukan maknanya,” ujarnya.



Rektor Unib menyampaikan sambutan dan mengucapkan selamat kepada para wisudawan.(foto:ist-hms1)
Memasuki babak baru kehidupan, para lulusan akan menghadapi dunia yang menghadirkan tantangan berbeda dengan lingkungan kampus. Karena itu, Rektor berpesan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama berada di Universitas Bengkulu tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi diterjemahkan menjadi karya dan kontribusi nyata.
Ia mengutip pesan Benjamin Franklin bahwa investasi dalam pengetahuan merupakan investasi yang memberikan hasil terbaik. Menurutnya, ilmu yang diperoleh para lulusan bukan sekadar modal untuk membangun masa depan pribadi, melainkan juga amanah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.
“Karena itu, jadilah lulusan yang tidak hanya mengejar kesuksesan, tetapi juga mengejar kebermanfaatan. Jadilah pribadi yang memiliki kecerdasan dalam berpikir, keteguhan dalam prinsip, dan kepedulian terhadap sesama,” pesan Rektor.





Rektor Unib saat melantik para wisudawan dengan memindahkan kuncir toga dari kiri ke kanan.(foto:ist-hms1)
Ia menekankan bahwa dunia membutuhkan insan yang tidak hanya mampu mengenali persoalan, tetapi juga memiliki keberanian dan kemampuan untuk menghadirkan solusi.
“Jangan takut bermimpi besar. Jangan takut mengambil kesempatan. Teruslah belajar, karena perjalanan pendidikan tidak berhenti ketika toga dikenakan. Sesungguhnya wisuda bukanlah garis akhir, melainkan pintu gerbang menuju perjalanan yang lebih luas,” tuturnya.
Kepada seluruh lulusan, Rektor juga berpesan agar senantiasa menjaga nama baik almamater. Ia berharap alumni Universitas Bengkulu dapat dikenal sebagai insan yang profesional, berintegritas, rendah hati, sekaligus mampu menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat.
“Bawalah ilmu dengan rendah hati. Gunakan kemampuan dengan bijaksana. Dan hadirkan karya yang memberikan arti. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kalian dan menjadikan ilmu yang dimiliki sebagai cahaya yang memberi manfaat,” pungkasnya.



Rektor Unib didampingi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis melantik dan menyerahkan ijazah kepada salah satu wisudawati penyandang disabilitas.(foto:hms1)

Sambut Dosen yang Kembali dari Tugas Belajar dan Apresiasi PNS Purnatugas
Rangkaian Wisuda Periode ke-115 juga menjadi momentum bagi Universitas Bengkulu untuk menyambut kembali enam dosen yang telah menyelesaikan tugas belajar program doktor dan pendidikan spesialis di sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Keenam dosen tersebut adalah Dr. Panut Setiono, M.Pd, dan Dr. Anna Ayu Herawati, M.Pd, dari FKIP; Dr. Ir. Ahmad Fauzan Suryono, S.T, M.T, serta Dr. Hendri Van Hoten, S.T, M.T, dari Fakultas Teknik; kemudian dr. Istoqomah Katin, M.Med.Sc, Sp.A, dan dr. M. Alif Qisthi Abi Rafdhi, Sp.B, dari FKIK.
Kehadiran kembali para dosen setelah menyelesaikan pendidikan lanjut diharapkan semakin memperkuat kapasitas akademik dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Universitas Bengkulu.


Rektor Unib saat menyambut Dosen yang telah menyelesaikan tugas belajar program Doktor dan Spesialis.(hms1)


Rektor Unib memberikan penghargaan kepada PNS (Dosen dan Tendik) yang telah memasuki purnatugas.(hms1)
Pada kesempatan yang sama, Rektor Unib juga memberikan penghargaan kepada pegawai yang memasuki masa purna tugas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka selama bertahun-tahun dalam mendukung perjalanan Universitas Bengkulu.
Mereka yang menerima penghargaan tersebut adalah Drs. Ari Setiasna, M.Pd, Dra. Rahma Supriati, M.Sc, Deli Weryenti, S.H, M.H, Dra. Yahya Sanifah, M.Hum, Prof. Dr. Ir. Riwandi, M.S, serta Neti Herawati.
Wisuda Periode ke-115 tidak hanya menjadi seremoni pengukuhan 1.646 lulusan baru. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi penanda berlanjutnya estafet kontribusi Universitas Bengkulu melalui para alumninya.
Dengan bekal ilmu, pengalaman, integritas, dan semangat untuk terus belajar, para lulusan diharapkan mampu hadir sebagai insan pembelajar, profesional, pemimpin masa depan, sekaligus agen perubahan yang membawa manfaat dan menghadirkan dampak positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. [Laporan: Tim Humas | Editor: Purna Herawan].


Acara wisuda ke-115 Unib diakhiri dengan sesi foto bersama para pimpinan Unib, ketua dan anggota senat, serta para guru besar, dengan para wisudawan.(foto:ist-hms1)