Universitas Bengkulu (Unib) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan internasional. Kali ini, Unib bekerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Alliance Française Medan, serta Campus France Medan menggelar webinar hybrid (luring dan daring) bertema peluang Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) skema co-funding untuk melanjutkan studi ke Prancis, baik jenjang magister (S2) maupun doktor (S3), Kamis (5/2/2026).



Wakil Rektor I Unib Prof. Kamaludin didampingi Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unib saat membuka webinar tentang pelaung beasiswa LPDP co-funding Francis Program.(foto:hms1)
Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Rapat III Gedung Rektorat Unib ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Kamaludin, S.E, M.M. Webinar ini diikuti puluhan dosen muda, alumni, dan mahasiswa Unib, baik secara luring maupun melalui aplikasi Zoom.
Antusiasme peserta terlihat tinggi karena webinar menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya, yakni Antoine Bricout selaku Atase Kerja Sama Universitas dan Pendidikan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Sylvain Lelong Lacroix sebagai Vocational Instructor Alliance Française Medan, serta Nur Hidayah selaku Penanggung Jawab Campus France Medan.


Foto bersama Wakil Rektor dan para Wakil Dekan dengan para peserta webinar.(foto:hms1)
Dalam sambutannya, Prof. Kamaludin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap webinar tersebut dapat memperluas wawasan dan akses informasi bagi dosen, mahasiswa, dan alumni Unib terkait peluang beasiswa internasional, khususnya melalui skema LPDP Co-Funding France Program.
“Dengan informasi yang komprehensif, kami berharap semakin banyak dosen muda, mahasiswa, dan alumni Unib yang termotivasi serta berhasil melanjutkan studi ke universitas-universitas terkemuka di Prancis. Jika semakin banyak dosen Unib menempuh studi lanjut di luar negeri, tentu akan berdampak langsung pada peningkatan mutu dan kualitas pembelajaran di Unib,” ujarnya.
Pada sesi pemaparan, para narasumber menjelaskan secara rinci tentang Beasiswa LPDP Co-Funding France Program Batch I Tahun 2026 untuk jenjang magister, serta gambaran umum pembukaan beasiswa untuk program doktor pada batch berikutnya.



Atase Kerja Sama Pendidikan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia menyapa peserta webinar.(hms1)
Nur Hidayah menjelaskan bahwa Beasiswa Co-Funding LPDP–France Master 2026 merupakan program pendanaan bersama hasil kemitraan antara LPDP dan Pemerintah Prancis. Program ini membuka peluang bagi pelajar Indonesia untuk menempuh studi magister di Prancis melalui 243 program studi yang sepenuhnya diajarkan dalam bahasa Inggris, tersebar di 59 institusi pendidikan tinggi Prancis yang memiliki reputasi internasional.
“Tahun 2026, bidang studi yang tersedia meliputi Manufaktur Maju, Hilirisasi, Transformasi Digital, Energi, Pangan, Maritim, Kesehatan, Industri Kreatif, dan Pariwisata,” jelasnya.
Ia menambahkan, beasiswa ini mencakup pembiayaan komprehensif, mulai dari biaya kuliah, biaya hidup, transportasi, visa, asuransi kesehatan, hingga biaya penunjang studi lainnya. “Sekitar 70 persen biaya kuliah ditanggung oleh Pemerintah Prancis. Selain itu, mahasiswa juga berkesempatan bekerja di perusahaan atau industri mitra universitas selama masa studi,” ungkap Nur Hidayah.



Penanggung Jawab Campus France Indonesia di Medan saat menjelaskan tentang beasiswa LPDP co-funding program master 2026.(foto:hms1)
Terkait persyaratan, ia menjelaskan bahwa kriteria pendaftar pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan beasiswa LPDP pada umumnya. Pendaftar harus memiliki IPK minimal 3,0 serta kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal TOEFL iBT 80 atau IELTS 6,5. “Kemampuan bahasa Prancis memang tidak wajib, namun sangat dianjurkan untuk memudahkan adaptasi selama tinggal dan belajar di Prancis,” tambahnya.
Hal penting lain yang ditekankan adalah linimasa pendaftaran. Untuk Batch I program magister, pendaftaran telah dibuka sejak 22 Januari 2026 dan akan ditutup pada 23 Februari 2026. Pengumuman final penerima Beasiswa Co-Funding LPDP–France Master 2026 dijadwalkan pada akhir Juni 2026, setelah proses seleksi dan keputusan bersama antara LPDP dan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia. Sementara itu, informasi pembukaan beasiswa program doktor akan diumumkan pada tahap selanjutnya.
“Untuk informasi lebih lanjut terkait alur pendaftaran, pemilihan kampus, dan program studi yang sesuai dengan latar belakang keilmuan pendaftar, silakan menghubungi Campus France Indonesia di Medan untuk wilayah Sumatera. Kami siap memberikan pendampingan dan konsultasi secara langsung,” pungkas Nur Hidayah. [Purna Herawan | Humas].