UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) memastikan pelaksanaan perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026 berjalan optimal sejak pekan pertama. Tidak hanya memastikan aktivitas pembelajaran berlangsung aktif, pimpinan Unib juga turun langsung meninjau kesiapan ruang kuliah dan berbagai fasilitas pendukung di sejumlah kampus.

Wakil Rektor dan Ketua LPMPP Unib meninjau proses belajar mengajar di Gedung A dan Gedung I, berdialog dengan mahasiswa asal Papua, serta foto bersma dengan dan Wakil Dekan FEB Unib.(foto:hms1)

Komitmen tersebut ditunjukkan Wakil Rektor I Bidang Akademik Unib, Prof. Dr. Kamaludin, S.E, M.M, melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) perkuliahan pada Rabu (12/8/2026). Monev menjadi bagian penting untuk memastikan proses pembelajaran berjalan lancar sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan sarana dan prasarana yang perlu mendapat perhatian.

Peninjauan diawali dari kampus utama Unib di Jalan WR. Supratman, Kelurahan Kandang Limun. Dari kampus utama, rombongan melanjutkan monitoring ke Kampus IV yang menjadi lokasi Program Studi Keperawatan, Kebidanan, dan Farmasi FMIPA di kawasan Padang Harapan, Kampus III Unib yang merupakan Kampus PGSD di kawasan Cimanuk Kilometer 6,5, serta Kampus II Unib tempat Program Studi Penjaskes FKIP di kawasan Air Sebakul.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Kamaludin didampingi Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unib Dr. Charles Banon, S.Pd, M.Si, Sekretaris Bidang Pengembangan Pembelajaran LPMPP Prof. Dr. Arono, S.Pd, M.Pd, serta Plt. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Andi Yudi Prayoga, S.Kom, M.M, dan Ketua Tim Kerja Akademik Biro AK, Yulius Alfani, ST, M.Stat bersama sejumlah staf terkait.

Wakil Rektor dan Ketua LPMPP Unib meninjau proses belajar mengajar di Gedung J dan berdialog dengan mahasiswa, serta berdiskusi dengan Wakil Dekan Bidang Akademik FH Unib.(foto:hms1)

Plt. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Andi Yudi Prayoga mengatakan, Monev perkuliahan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan pada setiap awal semester. Kegiatan ini tidak sekadar memastikan perkuliahan telah dimulai, tetapi juga menjadi sarana untuk melihat secara langsung kesiapan lingkungan belajar bagi mahasiswa dan dosen.

“Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh fakultas dan program studi di lingkungan Unib telah melaksanakan pembelajaran secara aktif, sekaligus memastikan fasilitas pendukung perkuliahan berfungsi dengan baik dan tidak menghambat proses belajar mengajar,” ujarnya.

Dari Ruang Kuliah hingga Fasilitas yang Perlu Dibenahi

Monitoring juga diarahkan untuk memetakan kondisi gedung, ruang belajar, dan sarana akademik lainnya yang membutuhkan perbaikan. Fasilitas yang dinilai belum optimal akan dicatat sebagai bahan perencanaan pembangunan dan pemeliharaan Unib, baik untuk kebutuhan tahun berjalan maupun program pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.

Wakil Rektor dan Ketua LPMPP Unib meninjau proses belajar mengajar di Gedung Kuliah Bersama II dan berdialog dengan dosen dan mahasiswa FISIP Unib.(foto:hms1)

Andi Yudi Prayoga menjelaskan, secara umum kondisi fasilitas perkuliahan cukup baik dan hanya ditemukan sebagian kecil fasilitas yang memerlukan penanganan. Salah satunya berkaitan dengan kondisi pendingin ruangan atau AC yang kurang optimal.

“Kami mendata fasilitas yang perlu perbaikan agar dapat dimasukkan dalam perencanaan pembangunan, baik untuk tahun ini maupun tahun-tahun berikutnya. Namun, dalam Monev kali ini hanya sebagian kecil fasilitas yang memerlukan penanganan, seperti kondisi AC di ruangan belajar yang kurang dingin,” jelasnya.

Wakil Rektor dan Ketua LPMPP Unib meninjau proses belajar mengajar di Gedung Kuliah Bersama I dan berdialog dengan Dekan dan Wakil Dekan, dosen serta mahasiswa Fakultas Pertanian Unib.(foto:hms1)

Bagi Prof. Kamaludin, pemantauan fasilitas bukan semata-mata melihat kondisi fisik bangunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi upaya memastikan mahasiswa mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan nyaman untuk mendukung proses akademik.

Karena itu, dalam setiap kunjungan, Prof. Kamaludin juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan dosen dan mahasiswa. Percakapan berlangsung secara terbuka, mulai dari pengalaman mengikuti perkuliahan, kenyamanan ruang belajar, kondisi fasilitas, hingga berbagai aspirasi yang diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh universitas.

Wakil Rektor dan Ketua LPMPP Unib meninjau proses belajar mengajar di Gedung Kuliah Bersama III dan berdialog dengan Wakil Dekan, dosen serta mahasiswa FKIP Unib.(foto:hms1)

Wakil Rektor dan Ketua LPMPP Unib meninjau proses belajar mengajar di Gedung Kuliah Bersama V dan berdialog dengan Dekan, dosen serta mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA Unib.(foto:hms1)

Wakil Rektor dan Ketua LPMPP Unib meninjau proses belajar mengajar di Gedung Kuliah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan dan berdialog dengan Dekan, dosen serta mahasiswa FKIK Unib.(foto:hms1)

PGSD: Dari Kerusakan Menuju Ruang Belajar yang Lebih Layak

Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah Kampus III Unib, kawasan Cimanuk KM 6,5. Kampus yang menjadi tempat penyelenggaraan pendidikan PGSD tersebut menunjukkan perubahan kondisi fasilitas yang cukup signifikan dibandingkan hasil monitoring sebelumnya.

Beberapa bagian gedung dan ruang belajar yang sebelumnya mengalami kerusakan telah direhabilitasi. Hasilnya, lingkungan perkuliahan kini terlihat lebih tertata dan nyaman digunakan mahasiswa.

“Enam bulan lalu saat kita Monev, kondisi gedung dan ruang belajar di PGSD ini banyak kerusakan. Sekarang sudah direhab dan sangat bagus serta layak digunakan untuk kelancaran perkuliahan pada semester ganjil ini,” ujar Prof. Kamaludin.

Wakil Rektor dan Ketua LPMPP Unib meninjau Gedung Kuliah Program Studi PGSD FKIP Unib di Kampus III kawasan Cimanuk KM 6,5.(foto:hms1)

Meski demikian, pembenahan belum sepenuhnya selesai. Asrama mahasiswa di kompleks Kampus PGSD baru sebagian yang mendapatkan rehabilitasi. Untuk menjamin fasilitas hunian mahasiswa juga semakin layak, Unib telah memprogramkan rehabilitasi berat Asrama Putra PGSD. “Kita sudah programkan untuk Asrama Putra di PGSD segera dilakukan perbaikan. Mudah-mudahan tahun ini bisa dilaksanakan,” tambahnya.

Menyerap Aspirasi dari Kampus hingga Mahasiswa

Di Kampus II Unib, Air Sebakul, dialog dengan para dosen juga menghasilkan sejumlah masukan strategis. Salah satu yang disampaikan adalah pentingnya penataan dan pengelolaan aset tanah secara komprehensif untuk memberikan kepastian dan menghindari potensi persoalan dengan masyarakat di sekitar kawasan kampus.

Selain itu, para dosen mengusulkan pembangunan kolam renang sebagai salah satu fasilitas akademik penunjang pembelajaran mahasiswa. Keberadaan kolam renang diharapkan tidak hanya mendukung kegiatan praktik dan pembelajaran, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai arena kompetisi sekaligus dikembangkan menjadi salah satu sumber income generating bagi Unib.

Wakil Rektor dan Ketua LPMPP Unib meninjau Gedung Kuliah Program Studi Penjaskes FKIP Unib di Kampus II kawasan Air Sebakul Kota Bengkulu.(foto:hms1)

Berbagai aspirasi tersebut mendapat perhatian serius dari Prof. Kamaludin. Ia menegaskan, masukan dari fakultas, program studi, dosen, dan mahasiswa akan menjadi bagian dari bahan evaluasi pimpinan dalam menyusun prioritas pembangunan universitas. “Targetnya, pembangunan dan perbaikan dapat diselesaikan secara bertahap dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” tegasnya.

Menyapa Mahasiswa dari Berbagai Penjuru Nusantara

Di tengah kesibukan meninjau fasilitas, ada satu hal menarik yang dilakukan Prof. Kamaludin sepanjang kunjungannya. Saat bertemu mahasiswa baru di berbagai ruang kuliah, ia tidak hanya menanyakan kondisi perkuliahan, tetapi juga menyapa mereka secara personal dengan menanyakan asal daerah dan jalur masuk yang ditempuh untuk menjadi mahasiswa Unib.

Dari Gedung A dan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Gedung J Fakultas Hukum, Gedung Kuliah Bersama I Fakultas Pertanian, Gedung Kuliah Bersama II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Gedung Bersama III dan IV Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Gedung Kuliah Bersama V Fakultas MIPA dan Fakultas Teknik, hingga gedung kuliah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, sapaan dan dialog singkat tersebut menjadi bagian dari suasana Monev.

Hal serupa dilakukan ketika rombongan mengunjungi Kampus IV Padang Harapan, Kampus III Cimanuk KM 6,5, dan Kampus II Air Sebakul.

Wakil Rektor dan Ketua LPMPP Unib meninjau Gedung Kuliah Program Studi Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi di Kampus IV kawasan Padang Harapan Kota Bengkulu.(foto:hms1)

Dari dialog tersebut terungkap bahwa mahasiswa baru Unib tahun 2026 datang dari latar belakang daerah yang semakin beragam. Tidak sedikit di antara mereka berasal dari luar Provinsi Bengkulu, antara lain dari Lubuklinggau, Musi Rawas, Empat Lawang di Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Pulau Jawa, bahkan Papua.

Keragaman asal daerah mahasiswa tersebut menjadi gambaran bahwa Unib tidak hanya menjadi pilihan utama masyarakat Bengkulu, tetapi juga semakin mendapat kepercayaan dari calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Hal tersebut juga terlihat dari jalur penerimaan yang ditempuh mahasiswa baru. Sebagian mahasiswa yang ditemui merupakan mahasiswa yang berhasil lolos melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan Seleksi Mandiri Masuk PTN Konsorsium Wilayah Barat.

Keberadaan mahasiswa dari berbagai daerah dan jalur seleksi tersebut sekaligus memperlihatkan semakin beragamnya input mahasiswa Unib. Proses seleksi yang kompetitif menjadi salah satu bagian penting dalam menghadirkan mahasiswa dengan kesiapan akademik yang baik.

Monev pada awal semester akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan untuk memeriksa ruang kuliah, memastikan AC berfungsi, atau melihat kondisi bangunan. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang untuk mendengar suara warga kampus secara langsung, dari dosen yang menyampaikan kebutuhan akademik, tenaga kependidikan yang mengawal layanan, hingga mahasiswa baru yang membawa harapan dari berbagai penjuru Nusantara.

Bagi Unib, kesiapan fasilitas dan kualitas pembelajaran merupakan dua sisi yang tidak terpisahkan. Keduanya menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman pendidikan yang semakin baik bagi mahasiswa sekaligus memperkuat komitmen universitas untuk terus tumbuh sebagai perguruan tinggi yang unggul, inklusif, inovatif, dan berdampak. [Purna Herawan | Humas].