UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) kembali mencatatkan capaian positif dalam pemeringkatan internasional SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026. Tidak hanya menempatkan Unib dalam jajaran Top 50 perguruan tinggi di Indonesia, pemeringkatan tersebut juga mencatat bidang Civil and Structural Engineering atau Teknik Sipil dan Struktur Unib berada pada peringkat 8 nasional dan peringkat 1.380 dunia.

Gedung Fakultas Teknik di kompleks Kampus Utama Unib, kawasan Kandang Limun.(foto:ist-doc)

Capaian tersebut berdasarkan data resmi SCImago Institutions Rankings 2026 dengan filter Indonesia, sektor Universities, bidang Civil and Structural Engineering, dan pemeringkatan Overall. Dari 27 perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam daftar bidang tersebut, Unib berada di posisi kedelapan nasional.

Dalam daftar tersebut, Unib berada setelah Sebelas Maret University, Bandung Institute of Technology, State University of Malang, Andalas University, Sriwijaya University, Petra Christian University, dan University of Indonesia. Posisi Unib juga berada di atas sejumlah perguruan tinggi lain, antara lain Muhammadiyah University of Yogyakarta, Syiah Kuala University, Diponegoro University, Gadjah Mada University, Sepuluh Nopember Institute of Technology, Hasanuddin University, dan Brawijaya University.

Capaian ini menjadi catatan strategis bagi Unib, khususnya dalam melihat perkembangan dan posisi bidang Teknik Sipil dan Struktur di tingkat nasional. Terlebih, pemeringkatan SCImago menggunakan sejumlah indikator yang menggambarkan kinerja institusi dari aspek penelitian, inovasi, dan dampak sosial.

Pada SIR 2026, penilaian Overall dibentuk dari tiga kelompok utama, yakni Research dengan bobot 50 persen, Innovation 30 persen, dan Societal 20 persen. Aspek Research antara lain mencakup dampak dan kualitas publikasi, kepemimpinan ilmiah, kolaborasi internasional, serta keterbukaan akses publikasi.

Sementara itu, aspek Innovation mencakup Innovative Knowledge, Patents, dan Technological Impact. Adapun aspek Societal antara lain mengukur keterlihatan institusi di media, ukuran dan otoritas laman web, kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), talenta ilmiah perempuan, serta dampak penelitian terhadap kebijakan publik.

Dengan demikian, peringkat kedelapan nasional yang diraih bidang Civil and Structural Engineering Unib tidak semata-mata menggambarkan proses pembelajaran pada Program Studi Teknik Sipil, tetapi merupakan posisi relatif berdasarkan kombinasi kinerja penelitian, inovasi, dan dampak sosial yang menjadi bagian dari metodologi SIR.

Aktivitas Dekan Fakultas Teknik Unib Dr. Afdhal Kurniawan Mainil, saat menerima mahasiswa baru Unib dari luar negeri.(foto:ist-hms1)

Rektor Apresiasi Capaian Teknik Sipil

Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si, menyampaikan apresiasi atas capaian Program Studi Teknik Sipil yang berhasil menembus jajaran Top 10 nasional dalam pemeringkatan SCImagoIR 2026.

Menurut Rektor, capaian tersebut perlu dijadikan momentum untuk terus memperkuat produktivitas dan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, kolaborasi nasional dan internasional, inovasi, serta kontribusi keilmuan teknik sipil dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan, baik di daerah maupun tingkat nasional.

“Keberhasilan Prodi Teknik Sipil ini juga diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi program studi lainnya di lingkungan Unib untuk terus berinovasi dan berkolaborasi menghasilkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak bagi masyarakat luas. Keberhasilan tingkat program studi dan fakultas akan berkontribusi bagi peringkat Unib secara institusional yang saat ini sudah masuk dalam Top 50 nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unib, Dr. Eng. Afdhal Kurniawan Mainil, ST, MT, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh sivitas akademika, khususnya keluarga besar Program Studi Teknik Sipil.

Aktivitas Dekan Fakultas Teknik Unib Dr. Afdhal Kurniawan Mainil, saat menerima mahasiswa baru Unib dari luar negeri.(foto:ist-hms1)

Menurutnya, capaian peringkat 8 nasional dalam SIR 2026 memiliki makna strategis bagi Fakultas Teknik Unib. Dari aspek pengakuan kualitas global, hasil pemeringkatan tersebut menunjukkan bahwa kualitas riset, inovasi, dan dampak sosial yang dihasilkan rumpun Teknik Sipil Unib mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus tercatat dalam pemeringkatan internasional.

Dari sisi relevansi riset, capaian tersebut juga menunjukkan pentingnya publikasi ilmiah dan kolaborasi yang dihasilkan dosen dan mahasiswa dalam memperkuat dampak serta kualitas penelitian. Hal ini menjadi modal penting bagi pengembangan ekosistem akademik dan riset di lingkungan Fakultas Teknik.

Sementara dari sisi daya saing program studi, menurut Dekan, capaian tersebut menjadi modal reputasi yang penting bagi Program Studi S1 Teknik Sipil maupun Program Studi S2 Teknik Sipil yang dibuka pada 2025, terutama dalam memperluas kemitraan strategis dan meningkatkan daya tarik bagi calon mahasiswa.

“Sejumlah aspek yang menjadi indikator pemeringkatan oleh lembaga internasional tersebut harus terus dikembangkan untuk memperkuat posisi Prodi Teknik Sipil dan program studi lainnya. Sehingga, posisi Unib secara institusional yang berada pada peringkat 46 nasional dan 5.975 dunia, serta Prodi Teknik Sipil yang berada pada peringkat kedelapan nasional, dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.

Dekan menegaskan, capaian tersebut perlu diikuti dengan penguatan ekosistem penelitian, peningkatan publikasi pada jurnal internasional berkualitas, perluasan kolaborasi riset, pengembangan inovasi dan paten, serta peningkatan pemanfaatan hasil penelitian agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan capaian ini, Fakultas Teknik Unib diharapkan terus memperkuat budaya akademik dan riset, sehingga prestasi di tingkat bidang keilmuan dapat berjalan seiring dengan peningkatan reputasi Unib secara institusional di tingkat nasional maupun internasional. [Laporan: Bayupi | Editor: Purna Herawan | Humas].