Universitas Bengkulu (Unib) memperkuat komitmennya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait program pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu, Senin (14/9/2026).



Bupati Bengkulu Utara dan para pimpinan perguruan tinggi menandatanganai PKS.(ist-bu)
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si yang diwakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Agustin Zarkani, S.P, M.Si, Ph.D, bersama Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, S.E, M.A.P.
Prosesi berlangsung di Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Bengkulu Utara dan disaksikan Sekretaris Daerah, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pimpinan perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu. Dari Unib, turut hadir Plt. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Andri Yudi Prayoga, S.Kom, M.M.
Kerja sama ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Bengkulu Utara dalam memperluas kesempatan anak-anak daerah untuk mengenyam pendidikan tinggi, khususnya mereka yang memiliki prestasi akademik tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi.
Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata mengatakan, pendidikan merupakan salah satu kunci penting dalam memutus rantai kemiskinan. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak berprestasi untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Penandatanganan PKS dengan Unib, UMB, UIN Fatmawati Bengkulu, Unras, serta UT ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas sampai ke perguruan tinggi,” ujar Arie.



Bupati Bengkulu Utara dan para pimpinan perguruan tinggi menandatanganai PKS.(ist-bu)
Pada tahun pertama pelaksanaan program, Pemkab Bengkulu Utara memberikan beasiswa kepada 19 peserta yang menempuh pendidikan di lima perguruan tinggi. Dari jumlah tersebut, tujuh mahasiswa merupakan penerima beasiswa yang menempuh pendidikan di Unib, satu mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), satu mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Bengkulu, satu mahasiswa di Universitas Ratu Samban (Unras) Bengkulu Utara, serta sembilan mahasiswa di Universitas Terbuka (UT).
Menurut Arie, program tersebut merupakan salah satu bentuk investasi pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk mendukung pembangunan Bengkulu Utara pada masa mendatang.
Membangun daerah, kata dia, tidak semata-mata berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam. Pembangunan juga harus diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pemberian kesempatan yang seluas-luasnya kepada putra-putri terbaik daerah untuk memperoleh pendidikan tinggi.
“Anak pintar tidak boleh berhenti kuliah hanya karena tidak punya biaya. Melalui kerja sama ini, kita buka pintu seluas-luasnya untuk putra-putri terbaik Bengkulu Utara mengenyam pendidikan tinggi,” tegasnya.
Arie mengakui, jumlah penerima beasiswa pada tahun pertama masih terbatas. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan komitmen Pemkab Bengkulu Utara untuk terus mengembangkan program beasiswa pada tahun-tahun berikutnya.

Ia memastikan, pemerintah daerah akan berupaya meningkatkan jumlah penerima beasiswa secara bertahap. Untuk mewujudkan hal tersebut, Arie meminta Sekretaris Daerah bersama seluruh OPD di lingkungan Pemkab Bengkulu Utara berkolaborasi melakukan pendataan dan mengidentifikasi anak-anak daerah yang berprestasi namun berasal dari keluarga kurang mampu.
“Saya sudah meminta Sekda agar seluruh OPD dapat berkolaborasi. Kita harus mencari dan mendata anak-anak Bengkulu Utara yang berprestasi tetapi tidak mampu, sehingga ke depan penerima beasiswa ini bisa lebih banyak lagi,” katanya.
Ia menilai, semakin banyak generasi muda Bengkulu Utara yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi, semakin besar pula potensi daerah untuk memiliki sumber daya manusia yang mampu berkontribusi dalam pembangunan.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan dapat memastikan program beasiswa tidak berhenti pada pemberian bantuan pendidikan, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia daerah.
Arie juga berharap kerja sama yang dibangun melalui nota kesepahaman (MoU) maupun PKS dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Bengkulu Utara.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unib Prof. Agustin Zarkani menyambut baik dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Pemkab Bengkulu Utara kepada Unib sebagai mitra dalam pelaksanaan program beasiswa tersebut.
Menurutnya, dukungan pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu merupakan langkah penting untuk memastikan mahasiswa dapat menjalani pendidikan secara optimal dan menyelesaikan studinya dengan baik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara karena telah mempercayai Unib sebagai mitra untuk mendidik mahasiswa asal Bengkulu Utara melalui skema pembiayaan beasiswa ini,” ujar Agustin.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang, baik dari sisi jumlah penerima maupun bentuk dukungan pendidikan lainnya.
Kepada mahasiswa penerima beasiswa, Agustin berpesan agar kesempatan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung proses pendidikan dan meraih cita-cita.
“Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan dapat ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Kepada para mahasiswa yang menerima bantuan tersebut, agar dapat memanfaatkan sebaik-baiknya untuk keperluan pendidikan dan mencapai cita-cita masa depan,” pungkasnya. [Laporan: Arif | Editor: Purna Herawan | Humas].