UNIB Teken MoU dengan BPJS Kesehatan

UNIB melakukan kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mendukung beroperasinya Klinik Pratama di lingkungan kampus UNIB yang telah diresmikan beberapa waktu lalu serta untuk memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan bagi mahasiswa, dosen dan karyawan UNIB.

Rektor dan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumsel, Babel dan Bengkulu teken MoU. (foto:hms1)

Kesepakatan kerjasama tersebut tertuang dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Rektor UNIB Dr. Retno Agustina Ekaputri, SE, M.Sc dan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Bengkulu, dr. Siti Farida Hanoum, AAK, di ruang rapat pimpinan UNIB, Selasa (24/5/2022).

Acara penandatanganan MoU berlangsung hikmat, dihadiri para Wakil Rektor dan Kepala UPT Kerjasama dan Layanan Internasional UNIB, serta sejumlah pimpinan dan unsur manajemen BPJS Kesehatan Provinsi Bengkulu.

dr. Siti Farida Hanoum ketika menjelaskan tentang BPJS Kesehatan dan JKN-KIS. (foto:hms1).

Dalam sambutannya, dr. Siti Farida Hanoum menjelaskan, penandatanganan MoU ini sebagai dasar kerjasama antara UNIB dengan BPJS Kesehatan dalam rangka penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi dosen, pegawai dan mahasiswa melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) serta kerjasama terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan sumber daya manusia.

“Untuk itu kami sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Universitas Bengkulu atas dukungannya dalam implementasi Jaminan Kesehatan Nasional di lingkungan kampus dalam bentuk proteksi untuk para mahasiswa, serta dosen dan karyawan lainnya,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa dalam kurun waktu lebih dari Delapan tahun sejak program ini berjalan BPJS Kesehatan telah tumbuh menjadi organisasi besar dengan jumlah cakupan peserta per 1 Mei 2022 di angka nasional 240,8 juta jiwa atau 87,93% dari total penduduk indonesia yang telah menjadi peserta Program JKN-KIS. Sedangkan di Provinsi Bengkulu sudah mencapai 1.836.415 jiwa atau 90,15 % dari 2.037.019 penduduk Provinsi Bengkulu.

BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan layanan kepada seluruh peserta JKN-KIS. Gotong-royong dan kebersamaan menjadi kunci utama dalam program ini. “Program JKN-KIS adalah program bersama, bukan hanya untuk kelompok masyarakat tertentu. Oleh karenanya, dibutuhkan partisipasi dari semua pihak, agar program ini bisa berjalan berkelanjutan,” ujar dr. Siti Farida Hanoum.

Penandatangan MOU ini merupakan keputusan yang bernilai untuk mahasiswa serta dosen dan karyawan Universitas Bengkulu, tidak hanya sekedar asuransi kesehatan akan tetapi jaminan sosial yang lebih mengedepankan aspek perlindungan.

“Kami yakin tidak lama lagi mahasiswa, dosen dan karyawannya akan menikmati perlindungan melalui JKN-KIS dengan semangat bergotong-royong membayar iuran untuk perlindungan maksimal. Harapan kita, secepatnya MoU ini ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama agar memberikan manfaat bagi kedua belah pihak serta memberikan kemaslahatan untuk masyarakat Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Rektor UNIB ketika menjelaskan tentang rencana sinergi dan kolaborasi program Klinik Pratama UNIB dengan BPJS-Kesehatan. (foto : hms1).

Rektor UNIB Dr. Retno Agustina Ekaputri juga menyambut baik kolaborasi dan sinergi program perlindungan, jaminana dan pelayanan kesehatan bagi mahasiswa ini. Seiring dengan akan beroperasinya Klinik Pratama UNIB dan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UNIB di kawasan Padang Harapan, akan segera dilakukan mapping terhadap mahasiswa yang diprioritaskan menjadi peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan aktif.

“Kita awali dengan mahasiswa baru tahun ini dan mahasiswa-mahasiswa dari keluarga ekonominya kurang mampu untuk menjadi peserta aktif JKN-KIS, tahap awal sekitar 5000-an mahasiswa. Ke depan, cakupannya ditargetkan seluruh mahasiswa UNIB yang jumlahnya lebih kurang 20.000-an,” ujar Dr. Retno seraya mengucapkan terimakasih kepada BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Sumsel, Babel dan Bengkulu yang telah bersinergi dan berkolaborasi dengan UNIB untuk mengimplementasikan program nasional ini.

Saling memberi cindera mata dan swafoto bersama. [foto:hms1].

Usai penandatanganan MoU, Rektor UNIB dan Deputi BPJS-Kesehatan Wilayah Sumsel, Babel dan Bengkulu saling memberikan cindera mata berupa plakat masing-masing institusi, kemudian diakhiri dengan swafoto bersama. [Hms1].