Universitas Bengkulu (Unib) kembali menorehkan prestasi, kali ini di bidang kebahasaan. Dalam ajang Anugerah Karsa Bahasa dan Puncak Bulan Bahasa Tahun 2026 yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Unib menerima penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Proaktif Giat UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) Adaptif. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, di Aula Raflesia Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Jumat (30/10/2026).



Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata menerima piagam penghargaan dari Balai Bahasa Provinsi Bengkulu.(ist-arif)
Prestasi Unib semakin lengkap dengan penghargaan yang diraih Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa Unib sebagai Lembaga Proaktif Program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Piagam penghargaan tersebut diterima oleh Kepala UPA Bahasa Unib, Ildi Kurniawan, S.Pd, M.Pd.
Tidak hanya pada tingkat institusi, mahasiswa Unib juga menunjukkan capaian membanggakan. Enam mahasiswa Unib berhasil meraih predikat Istimewa UKBI Adaptif kategori mahasiswa. Menariknya, seluruh peraih predikat tertinggi dalam kategori tersebut berasal dari Unib.
Keenam mahasiswa itu adalah Muhammad Kevin Rinaldi dengan skor 745, Jessica Aulia Putri (741), Yelmi Suryanti (739), Reksi Hendra Pratama (734), Kurt Rayhans Adriansyah (732), dan Naufal Anugerah Putra (726).

Rangkaian capaian tersebut menunjukkan komitmen Unib dalam mendukung penguatan kemahiran berbahasa Indonesia, baik melalui partisipasi kelembagaan, pengembangan layanan kebahasaan, maupun peningkatan kompetensi mahasiswa.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Andriana Yohan, menjelaskan bahwa Anugerah Karsa Bahasa merupakan agenda tahunan sebagai bentuk apresiasi kepada individu dan lembaga yang telah menunjukkan prakarsa serta kontribusi nyata dalam pengembangan, pelindungan, dan pemartabatan bahasa di Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, penghargaan ini diberikan kepada para pegiat dan lembaga yang berperan aktif memajukan kehidupan kebahasaan melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, seni, sastra, media digital, hingga aktivitas di tengah masyarakat.
Selain memberikan apresiasi kepada para penjaga dan pelestari bahasa daerah, pada penyelenggaraan tahun ini Balai Bahasa juga memberikan penghargaan kepada lembaga pendidikan serta individu yang menunjukkan capaian unggul dalam UKBI Adaptif.
Andriana menegaskan, pemberian penghargaan kepada peraih predikat Istimewa UKBI Adaptif merupakan bentuk pengakuan atas kemampuan berbahasa Indonesia pada tingkat tertinggi. Apresiasi ini sekaligus diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya kalangan akademik, untuk semakin meningkatkan kompetensi berbahasa Indonesia.

Keikutsertaan aktif sekolah dan perguruan tinggi dalam pelaksanaan UKBI Adaptif, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam membangun budaya pengukuran dan peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia di lingkungan pendidikan.
“Anugerah Karsa Bahasa menjadi pengingat bahwa pemajuan bahasa bukan hanya tanggung jawab lembaga kebahasaan, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Dari Bumi Raflesia, semangat merawat bahasa dan memartabatkan bahasa Indonesia terus digaungkan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu berharap penghargaan yang diberikan tidak sekadar menjadi pengakuan atas kontribusi yang telah dilakukan, tetapi juga mampu menginspirasi lebih banyak individu dan lembaga untuk mengambil peran dalam pemajuan bahasa.
Upaya mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing, menurut Andriana, perlu terus diwujudkan secara seimbang melalui kolaborasi berbagai pihak.
Kegiatan Anugerah Karsa Bahasa dan Puncak Bulan Bahasa Tahun 2026 dibuka secara resmi oleh Gubernur Bengkulu yang diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar.


Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, saat membuka acara Anugerah Karsa Bahasa dan Bulan Puncak Bahasa 2026 di Balai Bahasa Provinsi Bengkulu.(ist-arif)
Dalam sambutannya, Khairil menyampaikan apresiasi dan terima kasih Pemerintah Provinsi Bengkulu kepada Balai Bahasa Provinsi Bengkulu yang secara konsisten berperan menjaga dan merawat bahasa daerah sekaligus memartabatkan bahasa Indonesia.
Ia juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota untuk memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian bahasa daerah, terutama bahasa-bahasa yang terancam punah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Bahasa Enggano di Kabupaten Bengkulu Utara yang membutuhkan dukungan bersama agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Bengkulu atas penghargaan yang diberikan kepada Unib, UPA Bahasa, serta mahasiswa Unib.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa sivitas akademika Unib memiliki kepedulian dan kontribusi nyata dalam mendukung pemajuan bahasa, khususnya peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia di lingkungan perguruan tinggi.
“Penghargaan ini merupakan keberhasilan bersama seluruh sivitas akademika Unib. Kami berharap capaian ini semakin memotivasi seluruh warga kampus untuk terus proaktif mengikuti dan mendukung kegiatan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia serta berkontribusi dalam memajukan kehidupan kebahasaan,” ujarnya.
Capaian ini sekaligus memperkuat peran Unib sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mendorong keunggulan akademik, tetapi juga berkomitmen membangun budaya literasi, meningkatkan kualitas penggunaan bahasa Indonesia, serta mendukung pelestarian kekayaan bahasa dan budaya bangsa. [Laporan Arif | Editor: Purna Herawan | Humas].