UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Melalui pengelolaan aset dan keuangan negara yang akuntabel serta optimal, Unib berhasil meraih penghargaan Satuan Kerja Badan Layanan Umum (BLU) Terbaik dalam Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) Kategori Optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada ajang Reksa Bandha Award 2026.

Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata saat menerima Piagam Penghargaan dari Kepala KPKNL Bengkulu.(ist-ken)

Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bengkulu dalam rangkaian kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Kekayaan Negara yang berlangsung di Gedung Layanan Terpadu Universitas Bengkulu, Kamis (25/6/2026). Penghargaan diterima langsung oleh Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si.

Reksa Bandha Award merupakan penghargaan tahunan yang diselenggarakan Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan yang menunjukkan kinerja terbaik dalam pengelolaan kekayaan negara secara transparan, akuntabel, dan produktif.

Penilaian dalam ajang tersebut mencakup berbagai aspek strategis pengelolaan BMN, mulai dari tingkat utilitas aset, kualitas pelaporan, sertifikasi aset, hingga optimalisasi pemanfaatan barang milik negara untuk mendukung penerimaan negara dan pelayanan publik. Penghargaan yang diterima Unib tahun ini merupakan hasil evaluasi atas kinerja pengelolaan BMN dan PNBP sepanjang tahun 2025.

Kepala KPKNL Bengkulu, Bagus Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi yang digelar menjadi sarana memperkuat komunikasi, koordinasi, serta sinergi antara DJKN dengan seluruh satuan kerja di wilayah Bengkulu. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengelolaan BMN selama tahun sebelumnya.

“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada satuan kerja yang menunjukkan kinerja baik dalam pengelolaan BMN. Apresiasi tersebut diwujudkan dalam bentuk Piagam Penghargaan Anugerah Reksa Bandha yang sudah menjadi agenda tahunan DJKN,” ujarnya.

Bagus turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima penghargaan Reksa Bandha Award 2026, termasuk Universitas Bengkulu yang berhasil meraih predikat terbaik pada kategori Optimalisasi PNBP. Ia juga mengapresiasi Unib yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan sosialisasi sekaligus penganugerahan penghargaan tersebut.

Menurutnya, kualitas pengelolaan BMN di Provinsi Bengkulu secara umum menunjukkan perkembangan yang positif. Indikatornya dapat dilihat dari semakin banyaknya instansi pemerintah maupun pemerintah daerah yang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Meski demikian, Bagus mengingatkan bahwa upaya perbaikan harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Mempertahankan tata kelola yang baik, menurutnya, tidak kalah penting dan tidak kalah menantang dibandingkan dengan meraih prestasi itu sendiri. Karena itu, penghargaan Reksa Bandha diharapkan menjadi stimulus bagi seluruh satuan kerja untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan aset negara.

Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata dan para pimpinan Satker Kementerian/Lembaga yang mendapat pengharagan foto bersama dengan Kepala KPKNL Bengkulu.(ist-ken)

Sementara itu, Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika, khususnya unit dan personel yang menangani pengelolaan Barang Milik Negara di lingkungan universitas. Penghargaan tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja bersama yang menunjukkan komitmen kuat Unib dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang profesional, transparan, dan akuntabel.

 “Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, tidak hanya pada kategori optimalisasi PNBP, tetapi juga pada berbagai aspek pengelolaan BMN lainnya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada KPKNL Bengkulu atas apresiasi yang diberikan kepada Unib, sekaligus kepercayaan yang diberikan kepada kami sebagai tuan rumah kegiatan sosialisasi dan penganugerahan penghargaan ini,” ujar Rektor.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Lampung dan Bengkulu, Windraty Ariane Siallagan, menegaskan bahwa pengelolaan Barang Milik Negara bukan semata-mata persoalan administratif, melainkan bagian penting dari tata kelola keuangan negara dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

 “Aset negara seperti tanah, gedung, kendaraan, fasilitas pendidikan hingga infrastruktur publik merupakan sumber daya yang harus dikelola secara optimal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan BMN memiliki posisi strategis dalam mendukung program prioritas nasional dan pembangunan,” tuturnya.

Karena itu, lanjut Windraty, aset-aset negara yang belum dimanfaatkan secara optimal perlu didorong menjadi aset produktif yang mampu memberikan manfaat ekonomi maupun sosial tanpa mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Pemerintah juga terus melakukan reformasi di bidang pengelolaan kekayaan negara melalui penyempurnaan regulasi guna memperkuat tertib administrasi, memberikan kepastian hukum, serta meningkatkan kualitas layanan pengelolaan aset negara.

Raihan penghargaan Reksa Bandha Award 2026 semakin menegaskan komitmen Universitas Bengkulu dalam menerapkan tata kelola aset dan keuangan yang baik. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengelolaan BMN yang profesional dan optimal dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kinerja institusi serta pembangunan nasional yang berkelanjutan. [Laporan:Kenluis | Editor: Purna Herawan | Humas].