UNIVERSITAS BENGKULU

Gema takbir berkumandang mengiringi pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah yang digelar di halaman Gedung Rektorat Universitas Bengkulu, Rabu pagi (27/5/2026). Ribuan jamaah yang terdiri dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar kampus memadati lokasi pelaksanaan shalat dalam suasana khusyuk, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Mewakili Takmir Masjid Baitul Hikmah Unib, Prof. M. Farid, saat menyampaikan laporan.(foto:hms1)

Pelaksanaan Shalat Idul Adha ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah dan kebersamaan antara sivitas akademika Unib dengan masyarakat sekitar kampus. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan tahunan ini juga mencerminkan komitmen Unib dalam menanamkan nilai-nilai religius dan kepedulian sosial di lingkungan kampus.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Takmir Masjid Baitul Hikmah Unib, Prof. Dr. Herlambang, S.H, M.H, yang disampaikan oleh Wakil Takmir Masjid, Prof. M. Farid. Dalam laporannya, ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Unib atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan Shalat Idul Adha di lingkungan kampus.

Prof. Farid menjelaskan, jamaah yang mengikuti shalat tidak hanya berasal dari sivitas akademika Unib, tetapi juga masyarakat dari sejumlah masjid di sekitar kawasan kampus. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk bersama-sama merayakan Idul Adha di lingkungan Unib.

Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata saat menyampaikan sambutan.(foto:hms1)

Selain pelaksanaan shalat, rangkaian perayaan Idul Adha tahun ini juga diisi dengan penyembelihan hewan kurban yang dipusatkan di halaman Masjid Darul Ulum Unib. Sebanyak 16 ekor sapi disiapkan sebagai hewan kurban yang berasal dari sumbangan Rektor dan para Wakil Rektor, dosen, tenaga kependidikan, serta dukungan mitra dari sektor perbankan maupun instansi pemerintah dan swasta.

“Daging kurban akan dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima melalui sekitar 1.900 kupon. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkurban. Semoga menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Prof. Farid.

Guru Besar Fisip Unib, Prof. Akhmad Aminuddin saat memimpin sholat Idul Adha di Rektorat Unib.(foto:hms1)

Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, Takmir Masjid Baitul Hikmah, dan Takmir Masjid Darul Ulum yang telah mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan Idul Adha dengan baik dan lancar.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat sekitar kampus yang turut hadir dan meramaikan pelaksanaan Shalat Idul Adha bersama keluarga besar Unib. “Selain menjalankan ibadah, kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara kampus dan masyarakat. Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dijaga,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof. Indra mengajak seluruh sivitas akademika Unib untuk memaknai Idul Adha tidak sekadar sebagai hari raya atau momentum menikmati hidangan daging kurban, tetapi sebagai kesempatan memperkuat tekad menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi keluarga, kampus, masyarakat, dan bangsa.

Guru Besar FEB Unib Prof. Dr. Ridwan Nurazi saat menyampaikan khutbah Idul Adha di Rektorat Unib.(foto:hms1)

Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim a.s. mengandung pelajaran besar tentang keikhlasan dan pengorbanan. “Nabi Ibrahim tidak diuji dengan sesuatu yang ia benci, melainkan dengan sesuatu yang paling ia cintai. Di situlah letak kemuliaannya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga memiliki bentuk pengorbanan masing-masing. Dosen yang mengorbankan waktu bersama keluarga demi membimbing mahasiswa, atau tenaga kependidikan yang bekerja penuh dedikasi tanpa banyak diketahui orang. Itulah nilai pengorbanan yang patut kita teladani,” ujarnya.

Usai sambutan, panitia kemudian mengatur saf jamaah dan mempersiapkan pelaksanaan ibadah. Bertindak sebagai imam adalah Guru Besar FISIP Unib Prof. Dr. Drs. H. Akhmad Aminduddin, M.Si, sedangkan khatib dipercayakan kepada Rektor ke-6 Unib periode 2013–2017 dan 2017–2021 yang juga Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unib, Prof. Dr. H. Ridwan Nurazi, S.E., M.M.

Ribuah jamaah shalat Idul Adha di Rektorat Unib tampak khususk mendengarkan khutbah.(foto:hms1)

Dalam khutbahnya, Prof. Ridwan Nurazi menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum spiritual yang sarat makna tentang pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.

“Pengorbanan Nabi Ibrahim merupakan simbol puncak cinta dan kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Nilai inilah yang harus terus kita renungkan dan teladani dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa ibadah kurban harus dimaknai sebagai upaya memperbaiki diri dengan menanggalkan sifat-sifat negatif seperti keserakahan, keangkuhan, iri hati, dan ketamakan.

“Berqurban sejatinya adalah proses menyembelih sifat-sifat buruk dalam diri kita agar menjadi pribadi yang lebih mulia, ikhlas, dan peduli terhadap sesama,” tandasnya.

Di akhir khutbah, Prof. Ridwan turut mengapresiasi komitmen Unib dalam menghidupkan nilai-nilai keislaman melalui berbagai kegiatan keagamaan yang inklusif dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. [Purna Herawan | Humas].

Rektor dan para pimpinan Unib bersalaman dan bermaaf-maafan dengan jamah sholat Idul Adha.(foto:hms1)

Rektor dan para Wakil Rektor, para Dekan dan Takmir Masjid Baitul Hikmah foto bersama dengan Imam dan Khatib Shalat Idul Adha di Rektorat Unib.(foto:hms1)

Rektor Unib dan sivitas akademika makan pagi bersama usai melaksanakan shalat Idul Adha.(foto:hms1)