Skip to main content

UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) menyelenggarakan International Conference on Social and Political Sciences (ICSOPOLIS) 2026 di Grand Ballroom Hotel Mercure Bengkulu, Rabu (28/10/2026). Mengusung tema “Challenges and Opportunities in Society 5.0”, konferensi internasional ini menjadi ruang bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, memperkuat kolaborasi akademik, serta merumuskan perspektif dalam menghadapi tantangan sosial di tengah perkembangan teknologi.

Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Indra Cahyadinata, secara resmi membuka konferensi tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi di era Society 5.0 harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence), pengolahan data berskala besar (big data), dan transformasi digital perlu diimbangi dengan perhatian terhadap keadilan sosial, tata kelola pemerintahan, komunikasi publik yang bermartabat, serta pemerataan akses digital.

“Teknologi seharusnya hadir untuk memuliakan manusia, memperkuat keadilan sosial, dan membuka jalan bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” demikian pesan Rektor dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa ilmu sosial dan ilmu politik memiliki peran penting dalam menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Penelitian tidak seharusnya berhenti sebagai pengetahuan akademik semata, tetapi perlu menghasilkan solusi, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat Kampus Berdampak yang terus didorong UNIB melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurut Rektor, keberhasilan universitas tidak hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah atau posisi dalam pemeringkatan, tetapi juga dari kontribusi ilmu pengetahuan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjawab tantangan zaman.

Ketua Panitia Harapkan Kolaborasi Akademik Internasional

Ketua Panitia ICSOPOLIS 2026, Dr. Alfarabi, S.Sos., M.A., berharap konferensi ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi akademik sekaligus membuka peluang kerja sama antarlembaga di tingkat internasional.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta serta mendorong terwujudnya kolaborasi dalam berbagai kegiatan akademik. Melalui pertemuan ini, para peserta diharapkan tidak hanya berbagi pengetahuan dan hasil penelitian, tetapi juga membangun jejaring yang dapat dikembangkan menjadi kerja sama berkelanjutan.

Dekan FISIP UNIB Tekankan Pentingnya Nilai Kemanusiaan

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si., menekankan pentingnya peran ilmu sosial dan politik dalam menghadapi perkembangan teknologi serta kecerdasan buatan.

Menurutnya, kemajuan teknologi perlu tetap berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Perkembangan teknologi perlu disikapi tidak hanya dari sisi inovasi dan efisiensi, tetapi juga dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kehidupan sosial masyarakat.

Empat Pembicara Utama Hadirkan Perspektif Lintas Negara

ICSOPOLIS 2026 menghadirkan empat pembicara utama (keynote speakers) dari universitas dan lembaga internasional dengan bidang keahlian yang beragam.

Prof. Farida Fozdar, BA, Ph.D., dari Curtin University, Australia, membahas migrasi dan hubungan antarras (Migration and Race Relations). Ia menekankan bahwa Society 5.0 perlu menempatkan manusia sebagai pusat perkembangan teknologi serta menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian berbagai persoalan sosial.

Prof. Peng Wang dari The University of Hong Kong mengangkat isu kejahatan terorganisasi dan korupsi (Organized Crime and Corruption). Ia menyoroti pemanfaatan teknologi digital dan inovasi sistem untuk memperkuat integritas administrasi publik serta mencegah praktik korupsi.

Lidia de Sousa Guterres, S.E., M.Cont., M.A., CGAA, CAFB, dari Ministry of Finance, Timor-Leste, membahas administrasi publik dan keuangan (Public Administration and Finance), khususnya penguatan kelembagaan, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan daerah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Dr. ShawHong Ser dari Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand, hadir secara daring untuk membahas komunikasi dan industri kreatif (Communication and Creative Industries). Ia mengulas transformasi praktik kreatif dan industri desain akibat perkembangan teknologi serta kecerdasan buatan. Pada masa mendatang, peran desainer diperkirakan tidak hanya menghasilkan karya visual, tetapi juga menjadi penghubung nilai-nilai budaya dan sosial di tengah perubahan teknologi.

Keberagaman bidang keahlian para pembicara memperkaya pembahasan Society 5.0, mulai dari persoalan sosial dan integritas pemerintahan hingga tata kelola keuangan publik serta keberlanjutan nilai budaya dalam industri kreatif.

Diikuti Peserta dari 11 Negara

Berdasarkan sambutan Rektor, ICSOPOLIS 2026 mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari 11 negara serta 48 perguruan tinggi dan lembaga riset. Para peserta berasal dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, Timor-Leste, Thailand, Taiwan, Tiongkok, Pakistan, India, Turki, dan Australia.

Keterlibatan peserta dari berbagai negara diharapkan dapat memperkaya perspektif keilmuan, membuka peluang penelitian bersama, meningkatkan publikasi internasional bereputasi, serta mempererat jejaring akademik lintas negara.

Konferensi ini juga diharapkan menjadi titik awal bagi berbagai bentuk kerja sama akademik yang berkelanjutan, mulai dari penelitian bersama, publikasi internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan inovasi sosial serta rekomendasi kebijakan untuk mendukung pembangunan di tingkat lokal, nasional, dan global.

Melalui penyelenggaraan ICSOPOLIS 2026, Universitas Bengkulu meneguhkan komitmennya untuk memperkuat budaya riset, memperluas kolaborasi internasional, serta mengembangkan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara, ICSOPOLIS 2026 diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan yang tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan kemanusiaan di era Society 5.0. (Bayupi)