Universitas Bengkulu (Unib) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Unib mengembangkan inovasi agroindustri perikanan terpadu di Desa Pasar Seluma, Kabupaten Seluma, guna meningkatkan daya simpan, kualitas, dan nilai tambah produk hasil perikanan lokal.



Tim Pengabdi Unib saat menjelaskan inovasi teknologi pengolahan ikan dan menyerahkan alat pengawet ikan kepada Poklahsar Desa Pasar Seluma yang disambut baik oleh aparat desa setempat.(foto:ist-sell)
Program bertajuk “Inovasi Agroindustri Perikanan Terpadu: Optimalisasi Sumber Daya Lokal Perairan Pertanian melalui Teknologi Pengawetan dan Hilirisasi pada Poklahsar Desa Pasar Seluma” ini merupakan program yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) serta mendapat dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bengkulu.
Tim pengabdian diketuai oleh Selly Ratna Sari, S.Pi, M.Si, dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian, dengan anggota Woki Bilyaro, S.Pt, M.Si, dari Program Studi Ilmu Peternakan dan Nella Tri Agustini, S.Kel, M.Si, dari Program Studi Ilmu Kelautan. Program ini juga melibatkan secara aktif 21 mahasiswa dalam skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat.
Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan pada 9 Juli 2026 tersebut difokuskan pada dua kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar) di Dusun 2 dan Dusun 3 Desa Pasar Seluma, yakni Poklahsar Perikanan Nusantara Seluma yang dipimpin oleh Pinda Fitria, S.Pd.I, serta Poklahsar Seluma City Mandiri yang dipimpin oleh Maryanti.



Tim Pengabdi saat mendemonstrasikan cara pengolahan ikan menggunakan kombinasi bahan alami.(foto:ist-sell)
Masing-masing kelompok memperoleh pendampingan dan intervensi teknologi sesuai karakteristik produk yang dikembangkan. Poklahsar Perikanan Nusantara Seluma diarahkan untuk memperkuat produksi ikan asap dan ikan kering melalui penerapan teknologi pengawetan yang lebih modern dan higienis. Sementara itu, Poklahsar Seluma City Mandiri didorong melakukan diversifikasi produk olahan, seperti stik ikan kaya antioksidan dan abon ikan yang dikombinasikan dengan nangka sebagai bahan pangan lokal bernilai tambah.
Ketua tim pengabdian, Selly Ratna Sari, menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama masyarakat pesisir adalah tingginya tingkat kerusakan pada ikan segar akibat keterbatasan teknologi pengolahan dan penyimpanan. Karena itu, tim pengabdian memperkenalkan teknologi pengawetan alami yang memanfaatkan potensi sumber daya lokal.
“Kami mengintroduksi penggunaan bahan alami hasil kombinasi pertanian dan perikanan seperti gambir, kecombrang, kitosan, karagenan, dan asap cair untuk menghambat pertumbuhan bakteri perusak pada produk olahan ikan. Dengan teknologi ini, umur simpan produk dapat meningkat tanpa mengurangi kualitas dan keamanan pangan,” ujar Selly.



Tim Pengabdi saat mempraktekkan cara penggunaan lemari asap portabel.(foto:ist-sell)
Untuk mendukung keberlanjutan usaha masyarakat, tim pengabdian juga menyerahkan berbagai peralatan teknologi tepat guna, antara lain vacuum sealer, lemari asap portabel, food dehydrator, mesin penggiling adonan, serta spinner peniris minyak. Kehadiran peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menghasilkan produk yang lebih seragam, higienis, dan kompetitif.
Tidak hanya pada aspek produksi, program ini juga memperkuat hilirisasi produk melalui pengembangan kemasan modern berbasis smart packaging yang dilengkapi informasi kandungan gizi dan identitas produk. Upaya ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk olahan perikanan lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.




Kemasan produk yang akan digunakan dalam pemasaran hasil pengolahan ikan di Desa Pasar Seluma.(foto:ist-sell)
Pelaksanaan program mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Pasar Seluma melalui Kepala Desa Yus Sukardi yang memfasilitasi kemitraan dan lokasi kegiatan. Dukungan juga diberikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Seluma melalui bidang terkait yang turut mendampingi proses pengembangan kelompok masyarakat.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, program agroindustri perikanan terpadu ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan kelompok pengolah hasil perikanan, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa, khususnya pengentasan kelaparan, penguatan ketahanan pangan, percepatan penurunan stunting melalui pangan bergizi, serta pengembangan eduwisata perikanan berbasis komunitas di kawasan Pelabuhan Nusantara Seluma.
Program ini sekaligus menegaskan peran Universitas Bengkulu sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah. [Laporan: Selly | Editor: Purna Herawan | Humas].