Universitas Bengkulu (Unib) kembali memperluas jejaring kemitraan dengan dunia usaha dan industri berskala nasional maupun internasional. Kali ini, Unib menjalin kerja sama strategis dengan PT Tolan Tiga Indonesia yang merupakan bagian dari SIPEF Group, perusahaan agribisnis global yang berpusat di Belgia.



Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama Unib dan PT. Tolan Tiga Indonesia.(foto:hms1)
Kesepakatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan di ruang rapat senat lantai tiga Gedung Rektorat Unib, Selasa (26/5/2026).
MoU ditandatangani langsung oleh Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si, bersama President Director PT Tolan Tiga Indonesia, Peter David Bayllis. Dalam kunjungan tersebut, Peter Bayllis turut didampingi Matthew Gerard Nowak, Ph.D, dan Ofra Shinta Fitri, M.B.A, selaku Director Sustainability dan Senior Manager Sustainability PT Tolan Tiga Indonesia.
Sementara dari pihak Unib hadir Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof. Ashar Muda Lubis, Ketua Kantor Kerja Sama dan Layanan Internasional (KSLI) Unib Prof. Wisma Yunita, para pimpinan fakultas, kepala bagian umum, kepala bagian kemahasiswaan, serta dosen Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian.


Foto bersama Rektor Unib berserta jajaran dan President Director PT Tolan Tiga Indonesia.(foto:hms1)
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri, khususnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan serta berdampak luas bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
PT Tolan Tiga Indonesia sendiri merupakan salah satu perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang industri perkebunan dan pengelolaan kelapa sawit. Di Provinsi Bengkulu, wilayah operasional perusahaan ini berpusat di Kabupaten Mukomuko dengan kawasan perkebunan dan pabrik pengolahan sawit yang tersebar di berbagai estate.
Beberapa lokasi perkebunan perusahaan tersebut antara lain Sei Kiang Estate, Talang Petai Estate, Tanah Rekah Estate, Mukomuko Estate, Sei Betung Estate, Sei Jerinjing Estate, dan Bunga Tanjung Estate. Dalam operasionalnya, perusahaan juga menjalankan berbagai unit manajemen, salah satunya melalui PT Mukomuko Agro Sejahtera (PT MMAS).
Meski bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, ruang lingkup kerja sama antara Unib dan PT Tolan Tiga Indonesia tidak terbatas pada komoditas sawit saja. Kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan berbagai komoditas perkebunan lainnya, termasuk kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian ekonomi, kesehatan, lingkungan hidup, hingga pemberdayaan sosial kemasyarakatan.



Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata menyambut baik terjalinnya kerja sama dengan SIPEF Group.(foto:hms1)
Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis riset dan inovasi.
“Melalui MoU ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara Unib dan perusahaan SIPEF Group, serta pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan sektor pertanian dan perkebunan, pengelolaan lingkungan hidup berbasis riset dan inovasi, serta sektor-sektor lainnya yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Rektor juga menekankan pentingnya tindak lanjut nyata dari kerja sama tersebut melalui berbagai program yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Secara pribadi, Prof. Indra mengaku memiliki kedekatan emosional dengan perusahaan SIPEF Group karena telah mengenal aktivitas perusahaan tersebut sejak kecil di Kabupaten Mukomuko.
“Waktu masih SD dan SMP, saya sudah melihat aktivitas perusahaan SIPEF yang membangun perkebunan berskala besar di Mukomuko. Ketika kuliah di IPB, saya juga pernah melakukan riset di PT Agro Muko untuk bahan skripsi dan tesis. Sekarang, Alhamdulillah, saya dapat menandatangani langsung MoU dengan perusahaan ini. Karena itu saya berharap kolaborasi ini dapat melahirkan inovasi yang relevan, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.



President Director PT Tolan Tiga Indonesia, Peter Bayllis, sangat senang bisa berkolaborasi dengan Unib.(foto:hms1)
Sementara itu, President Director PT Tolan Tiga Indonesia, Peter David Bayllis, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dengan Universitas Bengkulu. Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik dan dunia industri memiliki peran yang saling melengkapi dalam menghasilkan inovasi dan solusi nyata di tengah masyarakat.
“Kami percaya bahwa dunia industri dan dunia akademik memiliki peran yang saling melengkapi. Universitas menghasilkan ilmu pengetahuan dan inovasi, sementara industri menjadi ruang implementasi dan pengembangan di lapangan. Ketika keduanya berjalan bersama, maka akan lahir solusi, peluang, dan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Peter menambahkan, sebagai bagian dari SIPEF Group, PT Tolan Tiga Indonesia berkomitmen untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan melalui penguatan kemitraan strategis dengan institusi pendidikan, termasuk Universitas Bengkulu.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa, dosen, maupun perusahaan untuk belajar dan berkembang bersama serta menciptakan dampak positif yang nyata,” katanya.



Unib memberikan cindera mata berupa plakat institusi kepada Peter Bayllis.(foto:hms1)
Usai penandatanganan MoU, kedua belah pihak melanjutkan kegiatan dengan diskusi mengenai berbagai potensi program kerja sama yang dapat segera direalisasikan, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Diskusi dipandu Ketua KSLI Unib Prof. Wisma Yunita dan berlangsung dinamis dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi.
Melalui kerja sama ini, Unib menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengembangan riset dan inovasi, khususnya di bidang pertanian dan perkebunan, lingkungan hidup, serta peningkatan sumber daya manusia secara berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus yang unggul, berdampak, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah maupun nasional. [Laporan; Faisal | Editor: Purna Herawan | Humas].