UNIVERSITAS BENGKULU

Komitmen menjaga kelestarian lingkungan tak hanya berhenti pada wacana. Universitas Bengkulu (Unib) resmi memperkuat langkah nyatanya dengan menjalin kerja sama bersama CSR PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation untuk melaksanakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta konservasi di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Diklat Unib, di Bukit Daun, Kemumu, Kabupaten Bengkulu Utara.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut ditandatangani di Kawasan Pertamina Simprug, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/2/2026). Kerja sama ini merupakan tindak lanjut sekaligus peningkatan dari nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati pada November 2025, menandai keseriusan kedua belah pihak dalam membangun kolaborasi berkelanjutan di bidang lingkungan.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama RHL dan Konservasi KHDTK antara Pertamina Foundation dengan Unib dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.(foto:ist-gg)

PKS ditandatangani oleh Ketua Yayasan Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari bersama Sekretaris Gusman Adiwardhana, serta Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si yang diwakili Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama Prof. Ashar Muda Lubis, S.Si, M.Sc, Ph.D.

Menguatkan Fungsi KHDTK Bukit Daun

Kawasan yang menjadi fokus kerja sama ini adalah KHDTK Diklat Unib di Hutan Lindung Bukit Daun (HL Boven Lais Reg.41) dengan luas lebih dari 217 hektar, Kelurahan Kemumu, Kabupaten Bengkulu Utara. Penetapan KHDTK Unib sendiri didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.9060/MenLHK-PKTL/KUH/PLA.2/10/2019.

Bagi Unib, KHDTK bukan sekadar kawasan hutan. Ia adalah laboratorium alam, ruang belajar, ruang penelitian, sekaligus ruang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kerja sama ini, fungsi-fungsi tersebut diperkuat dengan pendekatan rehabilitasi ekosistem berbasis pendidikan dan pengembangan model pemulihan fungsi hutan.

Wakil Rektor IV Unib Prof. Ashar Muda Lubis dan sejumlah pimpinan perguruan tinggi lainnya saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Pertamina Foundation.(foto:ist-gg)

Kegiatan yang akan dilaksanakan mencakup pengkayaan tanaman kehutanan dan Multi Purposes Tree Species (MPTS) pada area ±12 hektar di dalam KHDTK. Pengkayaan ini diarahkan untuk meningkatkan potensi serapan karbon, mempercepat pemulihan vegetasi, sekaligus membuka peluang pengembangan hasil hutan kayu maupun non-kayu yang berkelanjutan.

Program RHL dan konservasi ini merupakan bagian dari proyek Inisiatif Karbon Biru yang mendukung agenda transisi energi G20. Lebih jauh, kolaborasi ini juga menjadi wujud implementasi komitmen terhadap Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim global, sebagaimana diamanatkan dalam Paris Agreement.

Ketua Yayasan Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk memperpanjang “umur bumi”.

“Unib telah menjadi bagian dari upaya Pertamina untuk mencapai net zero emission dan target NDC tahun 2030. Semoga upaya ini mampu meningkatkan kualitas udara yang menjadi nyawa masyarakat, meningkatkan kesejahteraan mereka, dan membuat umur bumi lebih panjang,” ujarnya.

Lokasi KHDTK Unib di kawasan Hutan Lindung Bukit Daun (HL Boven Lais Reg. 41) Bengkulu Utara.(foto:ist-hms1)

Sementara itu, Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata melalui Wakil Rektor IV Prof. Ashar Muda Lubis menyambut antusias kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan komitmen Unib dalam pelestarian lingkungan dan optimalisasi fungsi KHDTK Diklat Unib di Bukit Daun.

“Dengan kerja sama ini, Unib terlibat langsung dalam mewujudkan komitmen nasional untuk pelestarian lingkungan. Kita juga dapat lebih optimal dalam merehabilitasi dan menjalankan fungsi KHDTK sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian,” ujarnya, didampingi Dr. Gunggung Senoaji, S.Hut, MP selaku Pengelola KHDTK Diklat Unib.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan, langkah kecil di lereng Bukit Daun ini sesungguhnya adalah bagian dari ikhtiar besar untuk menjaga napas bumi, dari Bengkulu untuk Indonesia, bahkan untuk dunia. [Purna Herawan | Humas].