Universitas Bengkulu (Unib) kembali memperluas layanan akademiknya dengan membuka program studi baru. Melalui Fakultas Pertanian (FP) Unib, kini resmi dibuka Program Studi Penyuluhan Pertanian jenjang Sarjana (S1) yang mulai menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2026–2027. Kehadiran prodi ini menjadi kabar baik bagi lulusan SMA/SMK/MA serta masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di bidang pertanian dan pemberdayaan masyarakat.

Pembukaan Program Studi S1 Penyuluhan Pertanian FP Unib didasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia Nomor 1070/B/O/2025 tanggal 1 Desember 2025 tentang Izin Pembukaan Program Studi Penyuluhan Pertanian Program Sarjana pada Universitas Bengkulu di Kota Bengkulu.
Dalam keputusan tersebut ditegaskan bahwa Kemendiktisaintek memberikan izin pembukaan Program Studi Penyuluhan Pertanian Program Sarjana pada Universitas Bengkulu dan menyatakan program studi dimaksud telah memenuhi persyaratan minimum akreditasi.
“Iya, Surat Keputusan izinnya sudah terbit pada 1 Desember 2025. Mulai tahun ini, Prodi S1 Penyuluhan Pertanian siap menerima mahasiswa baru melalui seluruh jalur seleksi yang berlaku di Universitas Bengkulu,” ujar Dekan Fakultas Pertanian Unib Prof. Dr. Ir. Suharyanto, S.Pt, M.Si, yang disampaikan melalui salah satu dosen Prodi Penyuluhan Pertanian, Agung Trisusilo, SP, MP, kepada Tim Humas Unib, Selasa (27/1/2026).
Dijelaskan Agung, penerimaan mahasiswa baru Prodi S1 Penyuluhan Pertanian dibuka melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta jalur Mandiri Masuk Unib, baik melalui SMM-PTN Wilayah Barat maupun Jalur Mandiri Masuk Kampus (JAMAK) Unib.



Mahasiswa Fakultas Pertanian melakukan praktik lapangan. (foto:ist-net)
Mengusung visi “Menjadi pusat pengembangan ilmu penyuluhan agromaritim di kawasan tropis yang unggul dan berdaya saing internasional,” Program Studi S1 Penyuluhan Pertanian memiliki keunikan dan keunggulan pada bidang penyuluhan serta komunikasi pertanian, dengan orientasi pada sistem pertanian tropis dan pengelolaan ekosistem pesisir (Sociotechnical Agromaritime Extension in the Tropics).
Selain didukung oleh dosen-dosen berpengalaman, mahasiswa juga akan belajar di lingkungan akademik yang nyaman dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang baca, ruang seminar, laboratorium analisis data, co-working space, green house, perpustakaan, sport center, hingga studio broadcast dan multimedia.
Tak hanya itu, mahasiswa Prodi S1 Penyuluhan Pertanian juga memiliki peluang luas untuk memperoleh berbagai jenis beasiswa, baik yang bersumber dari Kemendiktisaintek seperti KIP-Kuliah, dari internal Unib seperti beasiswa keringanan UKT dan BAZIS, beasiswa Fakultas Pertanian, beasiswa aktivis berprestasi, maupun beasiswa dari mitra Unib seperti Bank Indonesia (BI), Djarum, dan mitra lainnya.
“Jadi, bagi adik-adik calon mahasiswa yang ingin kuliah di Universitas Bengkulu, jangan ragu memilih Prodi S1 Penyuluhan Pertanian sebagai pilihan masa depan,” ajak Agung.


Penerapan teknologi informasi dalam melaksanakan smart farming. (foto:ilusterasi-net)
Terkait prospek lulusan, Agung menjelaskan bahwa alumni Prodi S1 Penyuluhan Pertanian memiliki peluang kerja yang luas, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Di sektor publik, lulusan dapat berkarier sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan, Asisten Peneliti Pertanian, hingga Analis Kebijakan Pembangunan Pertanian. Sementara di sektor swasta dan industri, peluang terbuka sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) Officer, Field Assistant, hingga Konsultan Pertanian.
“Bahkan di sektor media dan informasi serta pemberdayaan masyarakat, lulusan juga sangat dibutuhkan, seperti sebagai pengelola platform digital pertanian, manajer media pembangunan pertanian, fasilitator dan pendamping pemberdayaan masyarakat dan UMKM, tenaga profesional NGO, dan berbagai prospek pekerjaan lainnya,” pungkasnya. [Purna Herawan | Humas Unib].