UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) terus memperluas ruang belajar mahasiswa ke tingkat global. Upaya tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan perkuliahan dan pertukaran akademik, tetapi juga melalui program magang, pengalaman profesional, serta keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan riset dan kolaborasi akademik bersama perguruan tinggi mitra di luar negeri.

Delegasi mahasiswa dan alumni Unib saat berkunjung dan berdiskusi dengan pimpinan Faculty of Agriculture PNU Thailand.(foto:ist-dery)

Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui pengiriman mahasiswa Unib untuk mengikuti program magang dan riset internasional di Yala Rajabhat University, Thailand, pada Agustus 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya Unib memperkuat kompetensi global mahasiswa sekaligus memperluas jejaring implementasi tridharma perguruan tinggi dengan mitra internasional.

Rangkaian kegiatan internasional tersebut kemudian diperluas melalui kunjungan delegasi mahasiswa dan alumni Unib ke Princess of Naradhiwas University (PNU), Thailand, Selasa, 8 September 2026. Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperluas jejaring internasional sekaligus menjajaki peluang kerja sama akademik yang lebih konkret, khususnya yang dapat memberikan ruang bagi mahasiswa Unib untuk terlibat dalam kegiatan pendidikan, penelitian, pertukaran akademik, dan pengembangan pengalaman global.

Delegasi Unib dalam kunjungan tersebut terdiri atas dua mahasiswa, Dery Sepriansyah dan Resti Rahmadani, serta satu alumni, Lenti Valentina. Ketiganya turut membawa misi penjajakan kerja sama Unib dengan sejumlah perguruan tinggi mitra di Thailand, khususnya dalam membuka peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi pengembangan kapasitas mahasiswa.

Kedatangan delegasi Unib disambut hangat oleh jajaran manajemen PNU. Pertemuan tersebut diterima oleh Dean Faculty of Agriculture PNU, Asst. Prof. Dr. Jakkaphan Pichayapipatkul, bersama jajaran akademik. Turut hadir Wakil Dekan Bidang Akademik Faculty of Agriculture PNU, Asst. Prof. Dr. Raheema Wamaedeesa, dua dosen Faculty of Agriculture, Dr. Elham Waehama dan Asst. Prof. Dr. Sulaiman Cheabu, serta dosen Faculty of Liberal Arts PNU, Dr. Muslim Roka.

Delegasi mahasiswa dan alumni Unib foto bersama dengan pimpinan dan dosen Faculty of Agriculture PNU Thailand.(foto:ist-dery)

Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh persahabatan. Kedua pihak mendiskusikan berbagai peluang kerja sama antara Unib dan PNU, termasuk penjajakan dan pembahasan Memorandum of Understanding (MoU) yang selanjutnya akan disampaikan kepada pimpinan masing-masing universitas.

Selain membahas kemungkinan kerja sama kelembagaan, diskusi juga diarahkan pada sejumlah bentuk kolaborasi yang dapat diimplementasikan secara bertahap, antara lain bidang pendidikan, penelitian, pertukaran mahasiswa dan staf, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.

Kehadiran perwakilan Faculty of Agriculture dan Faculty of Liberal Arts PNU juga membuka ruang bagi pengembangan kerja sama lintas bidang. Hal ini menjadi peluang penting bagi kedua universitas untuk tidak hanya membangun hubungan pada tingkat kelembagaan, tetapi juga merancang bentuk kolaborasi yang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing fakultas.

Bagi Unib, peluang tersebut sekaligus dapat menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik dan riset dalam lingkungan internasional. Kolaborasi semacam ini diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan formal, tetapi dapat berkembang menjadi program yang memberi pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa melalui riset bersama, pertukaran, maupun kegiatan akademik lainnya.

Delegasi mahasiswa dan alumni Unib foto bersama dengan pimpinan dan dosen Faculty of Agriculture PNU Thailand.(foto:ist-dery)

Setelah sesi diskusi, delegasi Unib juga berkesempatan mengikuti campus tour di lingkungan PNU. Delegasi diajak melihat sejumlah fasilitas pendukung pendidikan dan penelitian, termasuk laboratorium, lahan pertanian, serta fasilitas peternakan.

Kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung kepada delegasi Unib mengenai fasilitas, aktivitas akademik, dan praktik lapangan yang dikembangkan PNU. Di sisi lain, campus tour juga menjadi ruang pertukaran informasi dan pengalaman mengenai pengelolaan pembelajaran serta penelitian di lingkungan perguruan tinggi kedua negara.

Kunjungan ke PNU diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara Unib dan PNU sekaligus membuka peluang lahirnya berbagai program kerja sama internasional yang lebih konkret. Kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pertukaran mahasiswa dan staf, serta kegiatan akademik bersama diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Delegasi mahasiswa dan alumni Unib diajak campus tour dan melihat sejumlah fasilitas dan aktivitas di laboratorium pembelajaran pertanian.(foto:ist-dery)

Memperkuat Kompetensi Global Mahasiswa

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unib, Prof. Agustin Zarkani, S.P, M.Si, Ph.D, mengatakan kegiatan akademik, magang, dan riset internasional yang diikuti delegasi Unib di Thailand merupakan salah satu langkah strategis universitas dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan dan tantangan dunia global.

Menurut Prof. Agustin, pengalaman internasional memberikan nilai tambah bagi mahasiswa karena mereka tidak hanya memperoleh penguatan kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga berkesempatan belajar melalui interaksi lintas bahasa, budaya, pengetahuan, dan wawasan.

“Program magang dan riset internasional ini sangat penting agar mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan akademik dan profesionalitas, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam pertukaran bahasa, budaya, pengetahuan, dan wawasan antara Indonesia dan Thailand,” ujarnya.

Delegasi mahasiswa dan alumni Unib foto bersama dengan pimpinan dan dosen Faculty of Agriculture PNU Thailand.(foto:ist-dery)

Ia menambahkan, pengalaman belajar di luar negeri juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun jejaring internasional, meningkatkan kemampuan beradaptasi, serta memahami lingkungan akademik dan profesional dari perspektif yang lebih luas.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Unib untuk memperkuat dan mempertahankan jaringan kerja sama akademik dengan perguruan tinggi mitra di kancah internasional dan kita akan membantu setiap usaha dalam mencapainya,” ungkapnya.

Prof. Agustin menegaskan, Unib akan terus membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program serupa di berbagai perguruan tinggi mitra di negara lain pada setiap semester. Karena itu, mahasiswa didorong untuk mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi akademik, kemampuan bahasa, maupun kesiapan mengikuti kegiatan internasional.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Unib membangun ekosistem pembelajaran global yang semakin kuat. Melalui pengalaman belajar, magang, dan riset lintas negara, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang baik, tetapi juga tumbuh menjadi lulusan yang adaptif, terbuka terhadap keberagaman, memiliki jejaring internasional, serta mampu berkontribusi dan bersaing di tingkat global. [Laporan: Agustin | Editor: Purna Herawan | Humas].