UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) terus mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi untuk mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, profesional, dan berdaya saing global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Bina Talenta dan Pengembangan Kompetensi Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) yang diselenggarakan melalui kolaborasi Unib dengan Komisi X DPR RI di Ruang Teater Gedung Kuliah Bersama (GKB) Unib, Senin (12/10/2026).

Anggota Komisi X DPR-RI Hj. Dewi Coryati, Ketua Dewan Guru Besar IPB University Prof. Evy Damayanthi, dan Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata disambut dengan tari persembahan “Sekapur sirih”. (foto:hms1)

Workshop bertema “Membangun Dosen dan Tenaga Kependidikan yang Profesional dan Berdaya Saing” ini menjadi ruang penguatan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme dosen serta tenaga kependidikan. Upaya tersebut penting untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, memperkuat tata kelola perguruan tinggi, serta membangun ekosistem akademik yang mampu menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan global.

Kegiatan ini dihadiri Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, didampingi Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Dr. Yulian Fauzi, S.Si, M.Si, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof. Ashar Muda Lubis, S.Si, M.Sc, Ph.D, serta sejumlah kepala biro di lingkungan Rektorat Unib. Hadir pula Anggota Komisi X DPR RI dari daerah pemilihan Bengkulu, Dr. drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si, bersama ratusan dosen dan tenaga kependidikan dari Unib serta sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu.

Untuk memperkaya wawasan dan memberikan perspektif praktis mengenai pengembangan talenta di lingkungan perguruan tinggi, workshop ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Ketua Dewan Guru Besar IPB University Prof. Dr. Ir. Evy Damayanthi, M.S, Guru Besar Fakultas Pertanian Unib yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Umum dan Sumber Daya Prof. Ir. Sigit Sudjatmiko, M.Sc, Ph.D, serta Arsiparis Ahli Muda Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Redho’an Oscar Pardamean, S.E, M.E.

Materi yang dibahas meliputi penguatan integritas akademik, kepemimpinan keilmuan, pengembangan riset dan publikasi ilmiah, hingga kebijakan pengembangan karier dosen dan tenaga kependidikan. Beragam perspektif tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami pentingnya pengembangan kompetensi secara berkelanjutan, baik dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi maupun dalam mendukung tata kelola administrasi dan layanan akademik yang profesional.

Para narasumber saat memaparkan materi tentang peningkatan kompetensi dosen dan Tendik.(foto:hms1)

Rektor: SDM Berkualitas Menjadi Fondasi Perguruan Tinggi Berdampak

Dalam sambutannya, Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tinggi tidak dapat dilepaskan dari penguatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia. Karena itu, sinergi lintas lembaga diperlukan untuk memperluas akses terhadap pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik yang dapat diterapkan dalam pengelolaan perguruan tinggi.

Menurut Rektor, dosen dan tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem akademik yang bermutu. Dosen berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sedangkan tenaga kependidikan mendukung keberlangsungan layanan serta tata kelola institusi agar berjalan efektif dan akuntabel.

Penguatan kedua unsur tersebut menjadi bagian penting dari upaya Unib meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Bengkulu dan Indonesia secara umum.

Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata saat menyampaikan sambutan.(foto:hms1)

Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati atas perhatian dan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Provinsi Bengkulu. Apresiasi turut disampaikan kepada para narasumber yang telah bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman, khususnya Prof. Evy Damayanthi yang hadir membawa perspektif pengelolaan perguruan tinggi dari IPB University.

“Tentu banyak praktik baik di IPB University yang dapat diungkapkan Prof. Evy pada workshop ini sehingga dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi dosen dan tenaga kependidikan di Unib maupun di perguruan tinggi lainnya dalam meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan dan mutu pengelolaan perguruan tinggi. Khusus untuk Ibu Dewi Coryati, kami berterima kasih atas perhatiannya yang cukup besar bagi kemajuan pendidikan tinggi di Provinsi Bengkulu,” ujar Prof. Indra.

Komisi X DPR RI Dorong Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Dr. Hj. Dewi Coryati saat membuka kegiatan secara resmi menekankan pentingnya workshop bina talenta sebagai bagian dari upaya membangun karakter unggul, menumbuhkan semangat kompetitif, serta memperkuat pemahaman mengenai keterkaitan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam pengembangan talenta perguruan tinggi.

Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci bagi perguruan tinggi untuk menghadapi tantangan global dan perubahan ekosistem pendidikan di era digital. Dosen dan tenaga kependidikan dituntut terus meningkatkan kompetensi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

Anggota Komisi X DPR-RI Hj. Dewi Coryati saat membuka workshop bina talenta di Unib.(foto:hms1)

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara parlemen, kementerian, dan kalangan akademisi untuk menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Sinergi tersebut diperlukan agar upaya pengembangan talenta tidak berhenti pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan institusi dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Workshop ini sebagai salah satu bentuk nyata dari komitmen kita bersama untuk meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan agar meningkatkan karakter unggul serta semangat kompetitif dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Karena peserta sangat terbatas sementara materi yang dipaparkan para narasumber sangat penting, maka diharapkan para peserta dapat menyebarluaskan informasi dan pengetahuan dalam workshop ini kepada teman-teman dosen dan tendik lainnya,” ujarnya.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengembangan kompetensi perlu dilanjutkan melalui berbagi pengetahuan dan penerapan hasil pembelajaran di lingkungan kerja masing-masing. Dengan demikian, manfaat workshop diharapkan tidak hanya dirasakan oleh peserta yang hadir, tetapi juga menjangkau sivitas akademika dan tenaga kependidikan lainnya.

Rektor Unib memberikan cindera mata kepada Anggota Komisi X DPR-RI dan para narasumber.(foto:hms1)

Diskusi Interaktif Perkaya Wawasan Peserta

Selain pemaparan materi, workshop juga menyediakan ruang diskusi interaktif yang memungkinkan peserta menggali lebih jauh berbagai aspek pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan. Peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan dan bertukar pandangan langsung dengan para narasumber, termasuk Anggota Komisi X DPR RI, mengenai tantangan dan peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia perguruan tinggi.

Diskusi dipandu oleh Dosen Fakultas Pertanian Unib Dr. Dewi Purnama, S.Pi, M.Si, selaku moderator. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena membuka ruang pertukaran pengalaman sekaligus mempertemukan perspektif akademisi, praktisi pengelolaan perguruan tinggi, dan pemangku kebijakan.

Melalui workshop ini, Unib berharap pengembangan talenta dan kompetensi dosen serta tenaga kependidikan dapat terus diperkuat secara terarah dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan Komisi X DPR RI dan para pemangku kepentingan pendidikan diharapkan menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun sumber daya manusia perguruan tinggi yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi serta pembangunan bangsa. [Purna Herawan | Humas].

Foto bersama Rektor Unib, Anggota Komisi X DPR-RI, dan para narasumber dengan peserta workshop.(foto:hms1)