Universitas Bengkulu (Unib) terus memperkuat komitmennya dalam membina mahasiswa penerima beasiswa nasional. Sebanyak lebih dari 900 mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK) mengikuti kegiatan pembinaan dan motivasi bertajuk “Unlock Your Potential”, yang dikemas dalam format talkshow inspiratif di Gedung Serba Guna (GSG) Unib, Sabtu (29/11/2025).



Wakil Rektor III Unib Prof. Agustin Zarkani ketika membuka acara dan memberi pengarahan.(foto:hms1)
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber muda yang dikenal luas karena kiprah dan prestasinya, yaitu Birrul Qodriyyah, MSc—Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus penerima LPDP yang pernah menyampaikan pidato di hadapan Presiden RI ke-6, dan Indah Syoraya, S.Psi, M.A, CHRM, CPSP—psikolog sekaligus asesor BNSP yang berpengalaman menjadi motivator di berbagai instansi nasional.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Agustin Zarkani, SP, M.Sc, dan turut dihadiri para pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor I Prof. Kamaludin, Wakil Rektor II Dr. Yulian Fauzi, serta para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan. Di tengah kegiatan, Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si juga hadir memberikan motivasi langsung kepada para mahasiswa.
Dalam sambutannya, Prof. Agustin Zarkani menegaskan bahwa penerima KIP-K dan ADiK adalah mahasiswa terpilih yang disiapkan menjadi generasi penerus bangsa.
“Tidak semua orang mendapat kesempatan ini. Anda adalah mahasiswa yang diberikan keistimewaan berupa bantuan pembiayaan pendidikan. Tunjukkan rasa syukur itu dengan prestasi dan kontribusi positif,” ujarnya.
Ia menekankan, mahasiswa yang bersyukur adalah mereka yang mampu memanfaatkan kesempatan untuk berkembang, berprestasi, serta memberi manfaat bagi lingkungan. “Manfaatkan kesempatan ini, jadilah generasi yang bersyukur dan berprestasi,” tutupnya.



Rektor Unib, Prof. Indra Cahyadinata memberi pengarahan dan motivasi kepada penerima KIP-K dan ADiK.(hms1)
Sementara itu, dalam arahannya, Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata mengingatkan bahwa perjalanan pendidikan sering kali berangkat dari perjuangan. Banyak tokoh sukses lahir dari situasi penuh keterbatasan.
“Keprihatinan membuat kita tangguh. Pendidikan tinggi akan membentuk Anda bukan hanya menjadi orang pintar, tetapi juga orang yang mampu merasakan dan memahami orang lain,” jelasnya.
Rektor menegaskan bahwa para penerima beasiswa memiliki peluang besar menjadi pemimpin bangsa pada momentum Indonesia Emas 2045, sehingga penting untuk menempa diri sejak dini. “Ketika kelak menjadi pemimpin, jadilah pemimpin yang jujur dan amanah,” pesan Rektor.
Kenali Potensimu dan Bersinarlah!
Psikolog Indah Syoraya membuka sesi motivasi dengan mengajak mahasiswa mengenali potensi diri dan percaya pada kemampuan masing-masing.



Psikolog Indah Syoraya saat memberikan motivasi dan mengajak mahasiswa menggali potensi diri.(foto:hms1)
Menurutnya, ada beberapa langkah penting untuk menjadi mahasiswa berprestasi, antara lain: Pertama, buat catatan harian. Melalui diary, mahasiswa dapat mengevaluasi diri dan mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan.
Kedua, susun perencanaan. Dengan perencanaan yang bagus akan membantu mahasiswa tetap berada di jalur yang tepat dalam mencapai tujuan akademik dan pengembangan diri. Kemudian, ketiga, miliki seorang pelatih atau mentor. Dengan adanya mentor yang baik, dapat membantu mengarahkan potensi dan menjaga fokus.
Indah menutup sesi dengan pesan penuh makna dengan mengatakan, “Kesuksesan bukan diukur dari seberapa besar bantuan yang kita terima, tetapi dari manfaat yang kita berikan. Teruslah bersyukur, teruslah berjuang, jadilah mahasiswa yang berprestasi dan berkarakter,” ungkapnya.
Melangitkan Mimpi, Membumikan Aksi
Birrul Qodriyyah, penerima beasiswa Bidik Misi dan LPDP yang pernah berorasi di hadapan Presiden RI, mengajak mahasiswa untuk menjadikan rasa syukur sebagai energi berkarya.



Motivator Nasional Birrul Qodriyyah memantik semangat dan motivasi mahasiswa agar berprestasi.(foto:hms1)
Langkah-langkah membangun prestasi menurut Birrul, antara lain: Pertama, Create Your Own Identity. Tentukan ingin dikenal sebagai mahasiswa seperti apa, apakah sebagai peneliti, aktivis, kreator, inovator, atau akademisi.
Langkah kedua, susun rencana empat tahun kuliah. Mulai saat ini diharapkan seluruh mahasiswa dapat membuat rancangan target yang ingin diwujudkan selama menjadi mahasiswa. Namun jangan hanya menyimpannya di kepala. “Tulis rencana itu. Buat proposalnya dan biar Tuhan yang acc,” ujarnya.
Ketiga kata Birrul, fokus dan serius. Mahasiswa harus menyadari bahwa mereka sedang menapaki jalan menuju masa depan.
Dan langkah keempat, yaitu kelola waktu dan asah keterampilan. Setidaknya empat keterampilan utama yang perlu diasah, yaitu menulis, berbicara, bahasa asing, dan karya/bakat. “Wajib ikut organisasi mahasiswa untuk melatih berbicara, dan bergaullah dengan orang-orang yang tepat dengan arah dan cita-cita kita,” ujarnya.
Birrul menutup paparannya dengan pesan penuh kekuatan, dengan mengatakan “Saya pernah gagal, namun tidak pernah memilih untuk menyerah. Teruslah belajar, kejar cita-cita dengan aksi nyata, jaga ibadah, dan raih restu orang tua. Yakinlah, prestasi adalah milik mereka yang gigih,” ungkapnya.



Koordinator dan Relawan Mafindo Wilayah Bengkulu memberikan literasi digital dan pengalaman logika AI serta coding kepada para mahasiswa penerima KIP-K dan ADiK.(foto:hms1)
Belajar Coding dari Mafindo
Di sela-sela acara talkshow, 999 mahasiswa penerima KIP-K dan ADiK juga diberikan pengalaman belajar coding dan literasi digital yang dikemas dalam format edutainment oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bengkulu.
Mengusung tema AI Ready ASEAN, Mafindo Bengkulu mengajak 999 peserta untuk tidak sekadar menjadi pengguna pasif teknologi. “Kami ingin menunjukkan bahwa belajar logika AI itu asyik. Kami mengenalkan ‘AI for Oceans’, sebuah permainan interaktif di mana mahasiswa melatih kecerdasan buatan untuk membersihkan lautan dari sampah virtual,” ujar Koordinator Mafindo Bengkulu, Dr. Gushevinalti.
Dipandu oleh para trainer Mafindo yang telah bersertifikat, para mahasiswa tampak asyik memainkan simulasi tersebut di gawai masing-masing. Peserta belajar konsep machine learning (pembelajaran mesin) dan bias data secara real-time. Keseruan memuncak ketika para peserta berhasil menyelesaikan seluruh tantangan dalam permainan tersebut.
Sinergi antara motivasi mental dari sesi talkshow dan kompetensi teknis dari Festival Mafindo ini diharapkan melahirkan generasi muda khususnya mahasiswa Unib yang tangguh, inspiratif, dan melek teknologi.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan refleksi diri yang diikuti secara antusias oleh seluruh peserta. [Purna Herawan | Humas].



Ratusan mahasiswa penerima beasiswa KIP-K dan ADiK tampak semangat mengikuti acara talkshow.(foto:hms1)



Wakil Rektor III Unib dan para Motivator memberikan hadiah doorprize kepada para mahasiswa yang aktif bertanya dan berdiskusi.(foto:hms1)



Foto bersama Rektor Unib, Wakil Rektor III dan para Motivator dengan para mahasiswa KIP-K dan ADiK.(hms1)