UNIVERSITAS BENGKULU

Unit Pendukung Akademik Satuan Pengawas Internal (SPI) Universitas Bengkulu (Unib) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang profesional dan akuntabel melalui Workshop Akuntabilitas Pertanggungjawaban Belanja. Kegiatan ini digelar di ruang utama Gedung Layanan Terpadu (GLT) Unib, Senin (25/5/2026), dan diikuti para pimpinan serta pengelola keuangan dari seluruh fakultas dan unit kerja di lingkungan Unib.

Ketua UPA SPI Unib, Nila Aprila, saat menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan.(foto:hms1)

Workshop ini menjadi bagian dari upaya strategis Universitas Bengkulu dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan keuangan, sekaligus mendukung terwujudnya perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing global, serta menerapkan prinsip good and clean university.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Bengkulu Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si. Turut hadir Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Kamaludin, SE, MM dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Agustin Zarkani, SP, M.Si, Ph.D.

Untuk memperkuat pemahaman sekaligus menyamakan persepsi mengenai tertib administrasi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan, panitia menghadirkan narasumber yang kompeten, yakni Ketua SPI UPN Veteran Jakarta, Lidya Primta Surbakti, SE, M.Si, Ak, CA, Ph.D.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara UPA SPI Unib dan SPI UPN Veteran Jakarta.(foto:hms1)

Di sela kegiatan pembukaan, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara SPI Universitas Bengkulu dan SPI UPN Veteran Jakarta terkait pendidikan, pelatihan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM). Penandatanganan dilakukan oleh pimpinan SPI kedua perguruan tinggi dan disaksikan langsung oleh Rektor Unib.

Ketua SPI Unib, Nila Aprila, SE, M.Si, Ak, CA, CRP, QIA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini diharapkan menjadi sarana penguatan kapasitas bagi para pengelola keuangan agar pelaksanaan pengelolaan anggaran dapat berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sekaligus mendukung tata kelola keuangan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Sementara itu, Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata mengapresiasi terselenggaranya workshop tersebut sebagai langkah konkret dalam memperkuat sistem tata kelola keuangan di lingkungan universitas. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Lidya Primta Surbakti yang telah berbagi pengalaman dan praktik baik kepada para pengelola keuangan Unib.

Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata menyampaikan sambutan dan memberikan arahan.(foto:hms1)

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa Universitas Bengkulu selama ini selalu berpegang pada tiga prinsip utama dalam pengelolaan keuangan, yakni transparan, akuntabel, dan dapat ditelusuri.

Menurutnya, aspek transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan di Unib relatif telah berjalan dengan baik. Hal itu terlihat dari keterbukaan informasi terkait Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan pengelolaan anggaran yang dapat diakses melalui sistem dan aplikasi resmi universitas.

“Ketika kita membagi porsi anggaran untuk keperluan universitas, fakultas, unit kerja, hingga program studi, semua pihak bahkan staf dapat melihat Rencana Anggaran Biaya (RBA) melalui aplikasi yang tersedia secara terbuka. Begitu pula dari sisi akuntabilitas, baik teknis maupun administratif, telah mendapat penilaian baik dari berbagai lembaga pengawasan,” ujar Rektor.

Namun demikian, Rektor menilai aspek “dapat ditelusuri” masih perlu terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas SDM serta penyamaan persepsi di kalangan pengelola keuangan.

“Ke depan kita harus terus membuka diri terhadap perbaikan-perbaikan dan mencari solusi terbaik agar tata kelola keuangan benar-benar semakin tertib, profesional, dan mudah ditelusuri,” tambahnya.

Pemberian cindera mata dari Rektor Unib kepada Ketua SPI UPN Veteran Jakarta.(foto:hms1)

Rektor juga menekankan bahwa kontribusi para pengelola keuangan sangat besar terhadap kemajuan institusi. Menurutnya, kualitas tata kelola keuangan akan sangat menentukan kualitas tata kelola universitas secara keseluruhan.

“Kalau pengelolaan keuangan kita baik, maka tata kelola institusi ini juga akan baik. Karena itu, melalui workshop ini, serap berbagai pengetahuan dan praktik baik dari UPN Veteran Jakarta untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan Universitas Bengkulu yang unggul, berdaya saing global, dan berdampak,” tegasnya.

Dalam sesi workshop yang berlangsung dari pagi hingga sore hari, Lidya Primta Surbakti memaparkan materi secara komprehensif mengenai akuntabilitas belanja, mulai dari pemahaman regulasi, mekanisme dokumen pertanggungjawaban, hingga berbagai potensi risiko temuan dalam pengelolaan keuangan.

Ketua SPI UPN Veteran Jakarta, Lidya Primta Surbakti, saat menyampaikan materi workshop.(foto:hms1)

Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan energik, ia menjelaskan tahapan pengelolaan keuangan perguruan tinggi negeri, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, prinsip-prinsip pertanggungjawaban, hingga tahap pelaporan yang dilengkapi literasi peraturan perundang-undangan.

Selain itu, dengan dipandu dua anggota SPI Unib, Madani Hatta, SE, M.Si dan Ir. Yovan Witanto, ST, MT sebagai moderator, peserta workshop juga diajak mendiskusikan berbagai strategi mitigasi risiko temuan dan upaya pencegahan fraud melalui penguatan audit internal, pengawasan tata kelola keuangan, pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), kepegawaian, hingga monitoring dan evaluasi remunerasi.

Melalui workshop ini, diharapkan seluruh pengelola keuangan di lingkungan Universitas Bengkulu semakin memahami pentingnya pengelolaan anggaran yang tertib, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu mendukung terwujudnya tata kelola universitas yang profesional, modern, dan berintegritas. [Laporan: Eka | Editor: Purna Herawan | Humas].