Universitas Bengkulu (Unib) kembali menyambut mahasiswa internasional yang akan menempuh pendidikan pada semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Sebanyak sembilan mahasiswa baru dari lima negara resmi mengenakan almamater dan topi berlogo Unib pada Kamis (24/9/2026), menambah jumlah mahasiswa asing yang telah tiba dan bergabung dalam keluarga besar Unib.



Para Wakil Rektor Unib menyambut dan memberikan arahan kepada mahasiswa baru dari lima negara.(foto:hms1)
Pemasangan almamater dan topi Unib menjadi simbol dimulainya perjalanan akademik para mahasiswa internasional tersebut di kampus yang mengusung visi “Unggul, Inklusif, Inovatif, dan Berdampak untuk Indonesia Emas”.
Momentum ini merupakan bagian dari rangkaian penerimaan mahasiswa asing Unib yang untuk pertama kalinya diselenggarakan secara sistematis. Melalui program tersebut, sebanyak 35 mahasiswa dari 10 negara dinyatakan lolos untuk menempuh pendidikan pada berbagai program studi di Unib.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 mahasiswa telah resmi mengenakan almamater Unib pada tahap pertama, 16 September 2026. Sementara sembilan mahasiswa lainnya mengikuti penyambutan tahap kedua pada 24 September 2026. Mahasiswa lainnya masih menunggu penyelesaian administrasi kedatangan dan izin tinggal.
Sembilan mahasiswa yang mengikuti penyambutan tahap kedua ini berasal dari Yaman, Gambia, Sudan, Sierra Leone, dan Pakistan. Mereka terdiri atas dua mahasiswa laki-laki dari Yaman, satu mahasiswa perempuan dari Gambia, dua mahasiswa laki-laki dari Sudan, dua mahasiswa dari Sierra Leone yang masing-masing terdiri atas satu laki-laki dan satu perempuan, serta dua mahasiswa dari Pakistan yang juga terdiri atas satu laki-laki dan satu perempuan.




Para Wakil Rektor Unib memasangkan almamater dan topi berlogo Unib secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru dari lima negara.(foto:hms1)
Acara penyambutan dan pemasangan almamater berlangsung di Ruang Rapat 1 Gedung Layanan Terpadu (GLT) Unib. Pemasangan almamater secara simbolis dilakukan Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Kamaludin, Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum Dr. Yulian Fauzi, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Agustin Zarkani, serta Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof. Ashar Muda Lubis.
Turut hadir Plt. Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum Mariani, S.E, M.Ak, Plt. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Andi Yudi Prayoga, S.Kom, M.M, Ketua Tim Kerja Akademik Biro Akademik dan Kemahasiswaan Yulius Alfani, S.T, M.Stat, serta sejumlah staf Kantor Kerja Sama dan Layanan Internasional (KSLI) Unib.
Usai pemasangan almamater, para mahasiswa mengikuti pengenalan kehidupan kampus yang disampaikan para Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Unib. Materi diberikan oleh Kepala UPA Bahasa Ildi Kurniawan, S.Pd, M.Pd, Kepala UPA Perpustakaan Dr. Gumono, S.Pd, M.Pd, Kepala UPA Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Funny Farady Coastera, S.Kom, M.T, Kepala UPA Bimbingan Konseling Yessilia Osira, S.Sos, MP, serta Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Muhammad Khairul Amri Rosa, S.T, M.T.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan lingkungan akademik Unib, layanan penunjang pendidikan, serta berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan selama menjalani proses studi. Pengenalan juga mencakup layanan akademik seperti aplikasi Siakad, kode etik mahasiswa, serta layanan nonakademik sebagai bekal awal bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus dan kehidupan di Bengkulu. Materi tersebut dipaparkan oleh Kepala Kantor Kerja Sama dan Layanan Internasional (KSLI) atau International Office Unib Prof. Dr. Wisma Yunita, M.Pd.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa internasional tidak hanya memahami lingkungan akademiknya, tetapi juga memperoleh pengalaman awal yang positif sebagai bagian dari sivitas akademika Unib.



Para Wakil Rektor Unib foto bersama dengan para mahasiswa baru dari lima negara.(foto:hms1)
Diantar ke Fakultas Masing-Masing
Setelah mengikuti rangkaian penyambutan di tingkat universitas, para mahasiswa kemudian mengunjungi UPA Bahasa, UPA Perpustakaan, dan UPA TIK. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengantaran dan penyerahan mahasiswa ke fakultas masing-masing untuk mengikuti proses pengenalan lebih lanjut di tingkat fakultas.
Tiga mahasiswa diterima pada Program Studi S1 Sistem Informasi, S1 Arsitektur, dan S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik. Ketiganya disambut langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Unib Dr. Eng. Afdhal Kurniawan Mainil, S.T, M.T.
Selanjutnya, satu mahasiswa diterima pada Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Setibanya di gedung FKIP Unib, mahasiswa tersebut disambut Wakil Dekan Bidang Akademik Prof. Iwan Setiawan.
Satu mahasiswa lainnya diterima pada Program Studi S1 Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Kehadirannya disambut oleh Dekan FKIK Unib dr. Rosaria Indah, M.Sc, Ph.D.



Didampingi Plt. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Andi Yudi Prayoga dan Kepala International Office Unib Prof. Wisma Yunita, para mahasiswa asing diterima oleh Dekan Fakultas Teknik, Wakil Dekan I FKIP, serta Dekan FKIK.(foto:hms1)
Sementara itu, dua mahasiswa diterima pada Program Studi S1 Fisika dan S1 Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Keduanya disambut Dekan FMIPA Prof. Dr. Sal Primayudha S, S.Si, M.Si, didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik Prof. Dr. Morina Adfa, S.Si, M.Si, dan Wakil Dekan Bidang Keuangan Dr. Sipriyadi, S.Si, M.Si.
Dua mahasiswa lainnya diterima pada Program Studi S1 Ilmu Hukum Fakultas Hukum (FH). Keduanya disambut Dekan FH Unib Dr. M. Yamani, S.H, M.Hum, didampingi Kepala Bagian Umum FH Unib Heri Isnaini, S.T, M.Si, serta sejumlah dosen.
Membawa Pengalaman Global ke Lingkungan Kampus
Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, sebelumnya menjelaskan bahwa Program Penerimaan Mahasiswa Asing merupakan bagian dari strategi internasionalisasi Unib yang akan terus diperkuat.
Internasionalisasi tersebut dikembangkan secara beriringan dengan perluasan kerja sama akademik dengan perguruan tinggi di berbagai negara, pengembangan riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dosen, pertukaran budaya, serta peningkatan kualitas layanan bagi sivitas akademika internasional.



Didampingi Plt. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Andi Yudi Prayoga dan Kepala International Office Unib Prof. Wisma Yunita, para mahasiswa asing diterima oleh Dekan dan para Wakil Dekan FMIPA, serta Dekan Fakultas Hukum.(foto:hms1)
Menurut Rektor, keberadaan mahasiswa asing di Unib tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk memperoleh pengalaman akademik di Indonesia, tetapi juga membuka ruang pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa Indonesia.
Interaksi di ruang kuliah, organisasi mahasiswa, kegiatan akademik, maupun berbagai aktivitas kampus lainnya akan mempertemukan mahasiswa dari beragam latar belakang budaya. Pertemuan tersebut diharapkan memperkaya pengalaman belajar sekaligus memperluas wawasan mahasiswa Unib dalam memahami lingkungan global.
“Berbagai program internasional yang kita kembangkan pada akhirnya tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa asing, tetapi juga bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di Unib. Kita ingin memastikan setiap mahasiswa internasional memperoleh pengalaman akademik dan budaya yang positif selama menempuh pendidikan di Unib, sehingga mereka dapat berkembang, berprestasi, sekaligus menjadi duta yang memperkenalkan Unib di berbagai belahan dunia,” ujar Rektor.
Kedatangan mahasiswa tahap kedua ini sekaligus memperlihatkan semakin beragamnya wajah sivitas akademika Unib. Dari Bengkulu, para mahasiswa tersebut tidak hanya akan menjalani proses pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan dan budaya yang memperkuat langkah Unib menuju kampus yang semakin terbuka, inklusif, dan terhubung dengan komunitas akademik global. [Purna Herawan | Humas].