UNIVERSITAS BENGKULU

Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bengkulu (Unib) Tahun 2026 tidak hanya menjadi ruang pengenalan kehidupan akademik dan budaya kampus, tetapi juga menjadi wahana pembentukan karakter generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.

Guest Star PKKMB Unib 2026, Sadam Permana Winaya penuh semangat memotivasi mahasiswa baru.(foto:hms1)

Semangat tersebut tercermin ketika Unib menghadirkan kreator konten digital sekaligus aktivis sosial, Sadam Permana Winaya, sebagai pembicara inspiratif pada rangkaian PKKMB tingkat universitas yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Unib, Selasa (4/8/2026).

Di hadapan 4.875 mahasiswa baru, lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) tahun 2023 itu mengajak peserta memaknai peran mahasiswa bukan sekadar sebagai pembelajar di ruang kuliah, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berani menyuarakan kebenaran dan keadilan.

Kehadiran Sadam melengkapi berbagai materi yang telah diterima mahasiswa baru selama PKKMB, mulai dari pengenalan atmosfer akademik, dinamika organisasi kemahasiswaan, bela negara, pencegahan penyalahgunaan narkoba, hingga pendidikan antikorupsi. Dengan demikian, PKKMB tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang kampus, tetapi juga memperkuat fondasi karakter sebagai calon intelektual yang bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Sadam Permana Winaya mengajak mahasiswa Unib peduli dan kritis terhadap pelestarian lingkungan.(foto:hms1)

Dalam paparannya, Sadam menekankan bahwa keberanian berpikir kritis merupakan salah satu modal utama yang harus dimiliki mahasiswa. Menurutnya, perguruan tinggi merupakan ruang yang tepat untuk melatih kemampuan menganalisis persoalan secara objektif, menyampaikan gagasan secara argumentatif, dan berkontribusi menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

“Jangan takut menyuarakan ketidakadilan,” pesannya, yang langsung disambut tepuk tangan meriah para mahasiswa baru.

Sadam dikenal sebagai kreator konten edukatif yang aktif membahas isu-isu publik melalui berbagai platform media sosial. Melalui akun TikTok @sadampermanawiyana dan Instagram @sadampermana.w, ia konsisten menghadirkan konten yang mengangkat persoalan lingkungan, kebijakan publik, hingga isu-isu sosial dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami generasi muda. Kiprahnya tersebut menjadikan dirinya kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.

Sadam Permana Winaya mengajak mahasiswa Unib menolak segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual, serta membangun kesadaran pengelolaan sampah berkelanjutan.(foto:hms1)

Selaras dengan tema PKKMB Unib 2026, “Melesat Penuh Makna: Rafflesia Muda Tumbuh Sebagai Tonggak Peradaban yang Berdampak dan Berkelanjutan,” Sadam mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa studi sebagai momentum membangun kapasitas intelektual sekaligus kepekaan sosial.

Melalui penyampaian yang interaktif, ia mengajak mahasiswa lebih peka terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Mahasiswa, menurutnya, perlu memiliki keberanian untuk menyampaikan kritik secara santun, berbasis data, dan tetap menjunjung etika akademik.

Suasana semakin hidup ketika Sadam berinteraksi langsung dengan peserta. Ia mendatangi mahasiswa yang membawa berbagai poster berisi pesan-pesan sosial, kemudian mengajak mereka mendiskusikan makna dari setiap gagasan yang ditampilkan.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan pentingnya membangun budaya kampus yang aman dan inklusif melalui penolakan terhadap segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual. Ia juga mengajak mahasiswa untuk terus mengampanyekan semangat antikorupsi, menjaga kelestarian lingkungan, membangun kesadaran dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan, serta menumbuhkan sikap saling menghargai di tengah keberagaman.

Sadam Permana Winaya disambut antusias oleh ribuan mahasiswa baru Unib.(foto:hms1)

Tak hanya berbicara mengenai kepedulian sosial, Sadam juga memotivasi mahasiswa agar aktif mengembangkan potensi diri melalui organisasi kemahasiswaan, kegiatan pengembangan kompetensi, jejaring kolaborasi, serta berbagai aktivitas yang mampu memperkaya pengalaman akademik maupun nonakademik.

Bagi Sadam, keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari capaian indeks prestasi, tetapi juga dari kemampuan membangun karakter, kepemimpinan, empati, dan keberanian mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unib, Prof. Agustin Zarkani, S.P, M.Si, Ph.D, yang mendampingi kegiatan tersebut, mengapresiasi kehadiran Sadam Permana Winaya sebagai salah satu narasumber inspiratif dalam PKKMB tahun ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kak Sadam Permanawinaya yang telah berbagi pengalaman, wawasan, dan motivasi kepada mahasiswa baru Universitas Bengkulu. Semoga materi yang disampaikan dapat menginspirasi mahasiswa untuk tumbuh menjadi generasi yang kreatif, inovatif, berintegritas, sekaligus memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan di masyarakat,” ujarnya.

Sadam Permana Winaya ikut plasmob dengan maskot PKKMB-AKSARA ULU dan foto bersama dengan ribuan mahasiswa baru Unib.(foto:hms1)

Sepanjang sesi berlangsung, suasana GSG dipenuhi antusiasme mahasiswa baru. Dialog yang komunikatif, penyampaian yang lugas, serta pendekatan yang dekat dengan karakter generasi muda membuat peserta terlibat aktif dalam setiap diskusi. Riuh tepuk tangan dan sorak semangat beberapa kali terdengar ketika Sadam menyampaikan pesan-pesan yang relevan dengan kehidupan mahasiswa masa kini.

Kemeriahan kegiatan ditutup dengan penampilan flashmob, tarian bersama maskot PKKMB Unib 2026 Nauta, serta sesi foto bersama seluruh peserta. Sebagai bentuk apresiasi, Ketua Pelaksana PKKMB-AKSARA ULU 2026 Ahmad Soni Adi Pratama didampingi Wakil Rektor III menyerahkan piagam penghargaan kepada Sadam Permanawinaya.

Melalui kehadiran figur muda yang dekat dengan generasi digital, PKKMB Unib 2026 menunjukkan bahwa orientasi mahasiswa baru bukan sekadar mengenalkan lingkungan kampus. Lebih dari itu, PKKMB menjadi ruang untuk menanamkan keberanian berpikir kritis, kepekaan sosial, serta komitmen melahirkan Rafflesia Muda yang unggul, inovatif, inklusif, dan mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat, sejalan dengan visi Universitas Bengkulu. [Purna Herawan | Humas].