Universitas Bengkulu (Unib) mencatat capaian menggembirakan dalam upaya internasionalisasi kampus. Meskipun Program Penerimaan Mahasiswa Asing secara sistematis baru pertama kali dilaksanakan pada tahun 2026 dan masa pendaftaran masih berlangsung hingga 10 Juli mendatang, jumlah pendaftar yang masuk ke sistem telah mencapai 1.666 orang yang berasal dari 55 negara.

Salah satu moment ketika mahasiswa asing melakukan aktivitas wawancara dengan staf Kantor Layanan Internasional Universitas Bengkulu beberapa waktu lalu. (Foto tidak terkait dengan berita, red).
Tingginya animo calon mahasiswa internasional tersebut menjadi indikator semakin meningkatnya reputasi akademik Universitas Bengkulu di tingkat global, sekaligus menunjukkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat internasional terhadap kualitas pendidikan yang terus dikembangkan Unib.
Perkembangan tersebut disampaikan Wakil Rektor I Bidang Akademik Unib, Prof. Dr. Kamaludin, S.E, M.M, dalam rapat koordinasi perkembangan Program Penerimaan Mahasiswa Asing yang berlangsung di Ruang Rapat I Gedung Rektorat Unib, Selasa (9/6/2026).
Rapat dipimpin Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, dan dihadiri Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Prof. Ashar Muda Lubis, S.Si, M.Sc, Ph.D, Kepala Bagian Akademik Andi Yudi Prayoga, S.Kom, M.M, serta Tim Pengelola Program Penerimaan Mahasiswa Asing yang terdiri dari Arie Vatresia, S.T, M.T.I, Ph.D, Funny Farady Coastera, S.Kom, M.T, dan anggota tim lainnya.

Dalam paparannya, Prof. Kamaludin menjelaskan bahwa hingga saat ini sebanyak 1.666 calon mahasiswa asing telah mengakses dan mengisi laman pendaftaran. Para pendaftar tersebut berasal dari berbagai kawasan dunia dengan jumlah terbanyak berasal dari Pakistan, Nigeria, Sudan, dan Timor Leste.
Dari total calon pendaftar tersebut, sebanyak 1.193 orang masih berstatus draft atau belum menyelesaikan proses pendaftaran, sedangkan 400 orang telah melakukan submit dan melengkapi dokumen administrasi yang dipersyaratkan. Ke-400 pendaftar yang telah menyelesaikan proses registrasi tersebut berasal dari 29 negara.
Adapun program studi yang paling banyak diminati antara lain Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 55 pendaftar, Fakultas Hukum 10 pendaftar, Program Studi Fisika 18 pendaftar, Fakultas Kedokteran 82 pendaftar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 27 pendaftar, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 82 pendaftar, serta berbagai program studi lainnya.
“Masa pendaftaran masih dibuka hingga 10 Juli 2026. Selanjutnya proses seleksi akan dilaksanakan pada 13 hingga 18 Juli dan pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 27 sampai 31 Juli 2026. Artinya, jumlah peserta seleksi berpotensi terus bertambah karena saat ini saja sudah ada 1.666 orang yang masuk ke sistem pendaftaran,” ujar Prof. Kamaludin.
Menghadapi tingginya minat calon mahasiswa internasional tersebut, pihak universitas bersama Tim Penerimaan Mahasiswa Asing terus mematangkan berbagai persiapan, mulai dari mekanisme seleksi hingga kesiapan layanan pendukung bagi mahasiswa internasional.


Mahasiswa asing sedang beraktivitas di kampus Unib dan bersosialisasi dengan para mahasiswa lokal beberapa waktu lalu. (foto tidak terkait dengan berita, red).
Proses seleksi akan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yakni seleksi administrasi, wawancara, dan induction. Selain itu, Unib juga akan membahas kemungkinan penambahan kuota penerimaan yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 50 kursi.
“Kami akan berkoordinasi dengan fakultas dan program studi terkait kemungkinan penambahan daya tampung. Selain itu, skema beasiswa penuh dari universitas, penyediaan asrama, hingga berbagai kebutuhan akomodasi mahasiswa asing juga terus dipersiapkan agar program ini dapat berjalan secara optimal,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, menegaskan bahwa meningkatnya minat mahasiswa asing merupakan hasil dari berbagai langkah strategis internasionalisasi yang terus dilakukan universitas dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan visi Unib untuk menjadi perguruan tinggi yang inklusif, unggul, dan berdaya saing global.
“Ini merupakan buah dari berbagai upaya yang selama ini kita lakukan untuk memperkuat posisi Unib di tingkat internasional. Tingginya minat calon mahasiswa asing menunjukkan bahwa program internasionalisasi yang kita jalankan mulai membuahkan hasil sekaligus menjadi tantangan bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan brand image Unib di dunia internasional,” ujar Prof. Indra.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mewacanakan kebijakan penerimaan yang lebih menekankan aspek keberagaman negara asal mahasiswa. Menurutnya, keberagaman akan memberikan nilai tambah bagi lingkungan akademik karena menghadirkan perspektif, budaya, dan pengalaman yang lebih luas.
“Lima puluh mahasiswa dari tiga puluh negara tentu akan memberikan dampak yang lebih baik dibandingkan mahasiswa yang berasal dari satu atau dua negara saja. Karena itu, dalam proses seleksi nanti kita perlu memperhatikan aspek keberagaman negara asal sekaligus menilai motivasi, kemampuan komunikasi, kesiapan akademik, kemampuan adaptasi budaya, serta komitmen studi para calon mahasiswa,” paparnya.
Lebih lanjut, Prof. Indra menegaskan bahwa Program Penerimaan Mahasiswa Asing merupakan bagian dari strategi besar internasionalisasi kampus yang akan terus diperkuat melalui berbagai program kolaboratif, seperti kerja sama akademik internasional, pengembangan riset bersama, pertukaran budaya, dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
“Berbagai program internasional yang kita kembangkan pada akhirnya tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa asing, tetapi juga bagi mahasiswa lokal. Kita ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa internasional yang belajar di Unib memperoleh pengalaman akademik dan budaya yang positif, sehingga mampu berkembang, berprestasi, dan menjadi bagian dari jejaring global Universitas Bengkulu,” tutup Rektor. [Laporan: Funny FC | Editor: Purna Herawan | Humas].