Rektor Universitas Bengkulu (Unib) bersama para Wakil Rektor melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan perkuliahan pada minggu pertama Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan proses pembelajaran berjalan optimal serta seluruh fasilitas pendukung perkuliahan berada dalam kondisi baik dan siap digunakan.



Wakil Rektor Bidang Akademik dan rombongan ketika meninjau suasana perkuliahan dan fasilitas di gedung kuliah Kampus IV Unib di kawasan Padang Harapan.(foto:bayupi)
Monev diawali dengan peninjauan langsung ke gedung-gedung perkuliahan di kampus utama Unib, Jalan WR. Supratman, Kelurahan Kandang Limun. Kemudian pada Senin (26/1/2026), Wakil Rektor I Bidang Akademik Unib, Prof. Dr. Kamaludin, S.E, M.M, melanjutkan peninjauan ke Kampus II Unib (Kampus Penjaskes) di kawasan Air Sebakul, Kampus III Unib (Kampus PGSD) di Kilometer 6,5, serta Kampus IV Unib (Kampus MIPA) yang berdekatan dengan Rumah Sakit Pendidikan Unib di kawasan Padang Harapan.
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Kamaludin didampingi Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Dr. Charles Banon, S.Pd, M.Si, Plt. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Drs. M. Mirhasudin, M.Si, Kepala Bagian Akademik Andi Yudi Prayoga, S.Kom, M.M, serta sejumlah staf terkait.



Wakil Rektor Bidang Akademik dan rombongan meninjau sarana dan prasarana Kampus PGSD Unib di kawasan Kilometer 6,5 Kota Bengkulu.(foto:bayupi)
Kepala Bagian Akademik Andi Yudi Prayoga menjelaskan bahwa Monev perkuliahan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap awal semester. “Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh fakultas dan program studi di lingkungan Unib telah melaksanakan pembelajaran secara aktif, sekaligus memastikan fasilitas pendukung perkuliahan berfungsi dengan baik dan tidak menghambat proses belajar mengajar,” ujarnya.
Selain memantau proses pembelajaran, peninjauan ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi kondisi gedung dan sarana prasarana akademik yang dinilai sudah tidak layak dan memerlukan perbaikan. “Kami mendata fasilitas yang perlu perbaikan agar dapat dimasukkan dalam perencanaan pembangunan, baik untuk tahun ini maupun tahun-tahun berikutnya,” tambahnya.



Wakil Rektor Bidang Akademik dan rombongan meninjau Kampus Penjaskes di kawasan Air Sebakul.(foto:bayupi)
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Kamaludin juga berdialog langsung dengan dosen dan mahasiswa untuk menyerap aspirasi, keluhan, serta masukan terkait pelaksanaan perkuliahan dan kondisi fasilitas kampus.
Sejumlah mahasiswa menyampaikan bahwa fasilitas ruang perkuliahan sudah cukup nyaman dan tidak menimbulkan kendala berarti. Namun demikian, beberapa dosen mengusulkan perlunya perbaikan pada sejumlah gedung di Kampus PGSD, termasuk rencana rehabilitasi berat gedung Asrama Mahasiswa.
Sementara itu, di Kampus Penjaskes Air Sebakul, dosen menyoroti pentingnya penataan aset tanah secara komprehensif guna menghindari potensi konflik dengan masyarakat sekitar terkait pemanfaatan lahan kampus.
Berbagai masukan tersebut ditanggapi secara serius oleh Prof. Kamaludin. Ia menegaskan bahwa perbaikan gedung dan fasilitas yang sudah tidak layak akan segera dibahas di tingkat pimpinan untuk mematangkan rencana pembangunan jangka menengah. “Targetnya, pembangunan dan perbaikan dapat diselesaikan secara bertahap dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” pungkasnya. [Laporan: Bayupi | Editor: Purna Herawan | Humas].