Kabar membanggakan datang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (Unib). Dekan FKIP, Abdul Rahman, S.Si, M.Si, Ph.D, berhasil lolos seleksi sebagai peserta Dialog on Innovative Higher Education Strategies (DIES) International Deans’ Course yang diselenggarakan oleh Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD).

Dekan FKIP Unib, Abdul Rahman, saat menerima piagam penghargaan sebagai peraih hibah short course Australia Awards untuk program SHESI tahun 2025.(foto:ist/fkip)
Melalui program bergengsi ini, Abdul Rahman dijadwalkan mengikuti grant short course ke Osnabrück, Jerman, pada tahun 2026, sebagai bagian dari penguatan kerja sama dan internasionalisasi perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Program DIES International Deans’ Course merupakan inisiatif DAAD yang bekerja sama dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Jerman dan Universitas Osnabrück, serta didanai oleh Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Federal Jerman.
Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi pimpinan perguruan tinggi di negara-negara ASEAN, khususnya dalam bidang manajemen mutu, tata kelola perguruan tinggi, dan internasionalisasi pendidikan tinggi.
Rangkaian kegiatan pelatihan akan berlangsung sepanjang tahun 2026, meliputi pelatihan intensif selama 10 hari di Osnabrück dan Berlin (Jerman) serta 5 hari di Malaysia.
Peserta program sangat terbatas, hanya 30 pimpinan perguruan tinggi yang terdiri dari Dekan, Wakil Dekan, dan Ketua Jurusan terpilih dari delapan negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Laos, Vietnam, Kamboja, dan Timor Leste.



Dekan FKIP Unib, Abdul Rahman, ketika mengikuti program SHESI di Australian National University dan University of Melbourne tahun 2025.(foto:ist-fkip)
Terpilihnya Abdul Rahman sebagai peserta program ini semakin memperkuat kiprah internasional Universitas Bengkulu. Capaian tersebut juga menambah rekam jejak kegiatan internasional Dekan FKIP Unib, yang sebelumnya pada Agustus–September 2025 juga berhasil meraih hibah short course Australia Awards untuk program Strengthening the Higher Education System in Indonesia (SHESI) di Australian National University dan University of Melbourne.
Program SHESI tidak hanya diisi dengan pelatihan dan seminar, tetapi juga kunjungan serta dialog strategis ke sejumlah institusi pendidikan dan pemangku kebijakan di Australia, antara lain RMIT University, Deakin University, Holmes Institute, Kementerian Luar Negeri Australia, Kantor Gubernur Victoria, Badan Akreditasi Pendidikan Tinggi Australia (TEQSA), serta Victoria Skills Authority. Program prestisius ini diikuti oleh 20 akademisi dan 7 staf Kementerian Diktisaintek yang diseleksi ketat dari sekitar 800 pelamar se-Indonesia.
Akan Lakukan MoU dengan NTNU Taiwan
Sejalan dengan penguatan jejaring internasional, FKIP Unib juga terus memperluas kerja sama global. Pada April 2026, tim FKIP Unib yang dipimpin langsung oleh Dekan Abdul Rahman dijadwalkan menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Fakultas Pendidikan National Taiwan Normal University (NTNU), universitas yang berada pada jajaran QS Top 30 dunia di bidang Pendidikan.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan tridharma perguruan tinggi, serta diharapkan menjadi jembatan (bridging) pendidikan jenjang Doktor (S3) bagi tiga dosen muda FKIP Unib, yakni Lenni Mantili (Program Studi Pendidikan Nonformal), Yahya Eko Nopianto (Program Studi Pendidikan Jasmani), dan Hananda Fitra Pranatha (Program Studi Bimbingan dan Konseling).
MoU dengan NTNU ini menjadi kerja sama kedua FKIP Unib dengan perguruan tinggi di Taiwan, setelah sebelumnya pada November 2024 menjalin kerja sama serupa dengan Universitas Tamkang. Implementasi kerja sama tersebut telah diwujudkan melalui program student exchange mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unib ke Taiwan dengan dukungan beasiswa dari Universitas Tamkang.

Dekan dan Wakil Dekan FKIP Unib ketika menandatangani MoU dengan University Tamkang, Taiwan, pada November 2024. (foto:ist-fkip)
Menanggapi terpilihnya dirinya sebagai peserta DIES International Deans’ Course DAAD 2026 serta meningkatnya aktivitas internasional FKIP Unib, Abdul Rahman menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan pembelajaran, baik di FKIP maupun di Universitas Bengkulu secara umum.
Menurutnya, kualitas bukan sekadar tampilan luar berupa fasilitas dan pengetahuan, melainkan cerminan karakter yang terbangun melalui pengalaman dan sistem yang konsisten. “Kualitas tidak lahir hanya dari teori, tetapi dari pengalaman serta paparan terhadap sistem dan lingkungan yang menerapkan ilmu pengetahuan secara nyata,” ujarnya.
Doktor lulusan University of Nottingham, UK, ini menambahkan bahwa ketika pengetahuan diwujudkan dalam kebijakan dan perilaku nyata, maka di situlah kualitas sejati terbentuk dan menghasilkan perbaikan berkelanjutan seiring perkembangan ilmu pengetahuan.
Sementara itu, Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Dekan FKIP Unib sebagai peserta program internasional bergengsi tersebut. Rektor juga mengapresiasi meningkatnya intensitas kegiatan bertaraf internasional yang dilakukan FKIP Unib dalam beberapa waktu terakhir.
“Praktik baik yang ditunjukkan oleh Dekan FKIP ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi pimpinan fakultas lainnya, dosen, serta mahasiswa di Universitas Bengkulu, sehingga ke depan semakin banyak sivitas akademika Unib yang berkiprah di tingkat internasional dan semakin memperkuat posisi Unib di kancah global,” pungkasnya. [Laporan: Agustin | Editor: Purna Herawan | Humas].