UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) mulai menyambut kedatangan mahasiswa asing yang akan menempuh pendidikan pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027. Sebanyak 35 mahasiswa dari 10 negara dinyatakan lolos melalui jalur penerimaan mahasiswa asing yang untuk pertama kalinya diselenggarakan Unib secara sistematis.

Belasan Mahasiswa Asing Unib saat tiba di Bandara Fatmawati Bengkulu.(foto:hms1)

Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 mahasiswa asing tiba di Kota Bengkulu, Selasa sore (15/9/2026). Kedatangan mereka menjadi momentum baru bagi Unib dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi sekaligus menghadirkan atmosfer akademik yang semakin beragam di lingkungan kampus.

Setibanya di Bandara Fatmawati Bengkulu sekitar pukul 15.40 WIB, para mahasiswa asing disambut hangat oleh pimpinan Unib yang diwakili Ketua Kantor Kerja Sama dan Layanan Internasional (KSLI) Unib Prof. Dr. Wisma Yunita, M.Pd, dan Ketua Tim Kerja Akademik Biro Akademik dan Kemahasiswaan Yulius Alfani, S.T, M.Stat, bersama sejumlah mahasiswa Duta Kampus Unib.

Welcome to Bengkulu. Kami sangat senang menyambut kedatangan adik-adik mahasiswa dari luar negeri,” ujar Prof. Wisma saat menyambut para mahasiswa yang keluar dari terminal kedatangan Bandara Fatmawati Bengkulu.

Suasana penyambutan berlangsung hangat. Setelah proses kedatangan dan penjemputan selesai, para mahasiswa kemudian diarahkan menuju bus kampus untuk melanjutkan perjalanan ke Universitas Bengkulu. Dalam perjalanan, rombongan menyusuri sejumlah kawasan Kota Bengkulu, termasuk ruas jalan di sepanjang kawasan Pantai Panjang, sebelum akhirnya tiba di Kampus Unib, Kandang Limun.

Para mahasiswa asing menuju bus kampus untuk melanjutkan perjalanan ke Universitas Bengkulu.(foto:hms1)

35 Mahasiswa dari 10 Negara

Prof. Wisma menjelaskan, berdasarkan hasil seleksi, sebanyak 35 mahasiswa asing ditetapkan sebagai mahasiswa baru Unib pada semester ganjil 2026. Mereka berasal dari 10 negara dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam.

Mahasiswa asal Vietnam berjumlah empat orang dan seluruhnya laki-laki. Dari Sudan terdapat dua mahasiswa, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan. Sementara dari Thailand terdapat satu mahasiswa laki-laki.

Selanjutnya, Yaman mengirimkan dua mahasiswa laki-laki, sedangkan Pakistan menjadi negara dengan jumlah mahasiswa terbanyak, yakni 16 orang yang terdiri atas sembilan laki-laki dan tujuh perempuan.

Dari Bangladesh terdapat lima mahasiswa, terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan. Sementara Sierra Leone mengirimkan dua mahasiswa, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan. Kemudian dari Gambia, Palestina, dan Tiongkok (China) masing-masing terdapat satu mahasiswa perempuan.

Dengan komposisi tersebut, penerimaan mahasiswa asing Unib tahun ini tidak hanya menunjukkan tingginya minat calon mahasiswa dari berbagai negara, tetapi juga menghadirkan keberagaman latar belakang budaya yang akan memperkaya kehidupan akademik di kampus.

Dalam perjalanan menuju kampus Unib, para mahasiswa asing mulai diperkenalkan berbagai sudut pemandangan di Kota Bengkulu oleh mahasiswa Duta Kampus.(foto:hms1)

Ke-35 mahasiswa tersebut akan mengikuti proses perkuliahan sebagaimana mahasiswa reguler Unib, baik pada jenjang sarjana maupun magister. Mereka tersebar di berbagai program studi pada sejumlah fakultas.

Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), mahasiswa asing diterima pada Program Studi S1 Akuntansi, S1 Ekonomi Pembangunan, dan S1 Manajemen. Di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) terdapat mahasiswa pada Program Studi S1 Kedokteran.

Sementara itu, di Fakultas Teknik mereka tersebar pada Program Studi S1 Arsitektur, S1 Sistem Informasi, S1 Teknik Sipil, S1 Teknik Mesin, dan S1 Teknik Elektro. Di FISIP, mahasiswa asing mengikuti pendidikan pada Program Studi S1 Administrasi Publik dan S1 Ilmu Komunikasi.

Selanjutnya, FKIP menerima mahasiswa pada Program Studi S1 Pendidikan Sekolah Dasar, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, dan S2 Pendidikan Bahasa Inggris. Di Fakultas Pertanian, mahasiswa tersebar pada Program Studi S1 Ilmu Tanah, S1 Kehutanan, S1 Peternakan, S1 Agribisnis, dan S1 Agroekoteknologi.

Kemudian di FMIPA, mahasiswa asing diterima pada Program Studi S1 Fisika, S1 Kimia, dan S2 Biologi. Sementara di Fakultas Hukum, terdapat mahasiswa asing pada Program Studi S1 Ilmu Hukum.

Dalam perjalanan menuju kampus Unib, para mahasiswa asing diajak mampir sejenak dan foto bersama di spot wisata Pantai Panjang Kota Bengkulu.(foto:hms1)

16 Mahasiswa Tiba pada Tahap Pertama

Untuk tahap pertama kedatangan, sebanyak 16 mahasiswa telah tiba di Bengkulu. Mereka terdiri atas 12 laki-laki dan empat perempuan yang berasal dari tiga negara, yakni empat mahasiswa dari Vietnam, satu mahasiswa dari Thailand, dan 11 mahasiswa dari Pakistan.

Ke-16 mahasiswa tersebut akan menempuh pendidikan pada berbagai program studi, yaitu S1 Akuntansi, S1 Ekonomi, S1 Manajemen, S1 Ilmu Hukum, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Agribisnis, S1 Agroekoteknologi, S1 Kehutanan, S1 Peternakan, S1 Informatika, S1 Teknik Mesin, S2 Pendidikan Bahasa Inggris, serta S2 Biologi.

“Kedatangan adik-adik mahasiswa asing ini dibagi menjadi dua tahap. Sebanyak 19 orang lagi dijadwalkan tiba di Kota Bengkulu pada 23 September 2026,” papar Prof. Wisma.

Setelah tiba di kampus, para mahasiswa asing langsung diarahkan menuju tempat tinggal yang telah disiapkan Unib. Mahasiswa laki-laki ditempatkan di Asrama Internasional, eks Asrama PGSD yang berada di samping Kantor BNI Unit Unib. Sementara mahasiswa perempuan ditempatkan di Asrama Orchid, yang berada di samping Gedung Fakultas Kedokteran Unib.

Penyiapan fasilitas hunian tersebut menjadi bagian dari upaya Unib memastikan mahasiswa internasional memperoleh dukungan yang memadai sejak pertama kali menginjakkan kaki di Bengkulu.

Para mahasiswa asing tiba di kampus Unib dan mahasiswa laki-laki langsung masuk Asrama Internasional yang terletak di samping Kantor BNI unit Unib.(foto:hms1)

Ribuan Peminat, Langkah Internasionalisasi Unib

Penerimaan mahasiswa asing tahun 2026 menjadi catatan penting dalam perjalanan internasionalisasi Universitas Bengkulu. Sebelumnya, meskipun kuota yang disiapkan hanya sekitar 30–50 mahasiswa, jumlah calon mahasiswa yang masuk ke aplikasi pendaftaran dan melengkapi berkas seleksi mencapai ribuan peserta dari lebih dari 60 negara.

Tingginya animo tersebut menunjukkan semakin luasnya perhatian calon mahasiswa internasional terhadap Universitas Bengkulu. Bagi Unib, capaian ini sekaligus menjadi indikator bahwa berbagai upaya memperkuat jejaring dan reputasi internasional mulai mendapatkan respons positif dari masyarakat global.

Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, mengatakan tingginya minat calon mahasiswa asing merupakan buah dari berbagai strategi internasionalisasi yang secara konsisten dikembangkan Unib dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan visi Unib untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, inklusif, inovatif, dan berdampak, termasuk melalui penguatan jejaring akademik internasional, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan berbagai program kolaborasi lintas negara.

“Ini merupakan buah dari berbagai upaya yang selama ini kita lakukan untuk memperkuat posisi Unib di tingkat internasional. Tingginya minat calon mahasiswa asing menunjukkan bahwa strategi internasionalisasi yang kita jalankan mulai membuahkan hasil. Pada saat yang sama, ini menjadi tantangan bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas layanan, tata kelola, dan brand image Universitas Bengkulu di tingkat global,” ujar Prof. Indra.

Rektor menambahkan, proses seleksi mahasiswa asing tidak semata-mata mempertimbangkan aspek akademik. Unib juga memperhatikan keberagaman negara asal peserta agar kehadiran mahasiswa internasional dapat memberikan kontribusi positif terhadap dinamika pembelajaran dan kehidupan akademik di kampus.

“Keberagaman budaya, perspektif, dan pengalaman akan memperkaya kehidupan akademik di kampus. Karena itu, selain mempertimbangkan asal negara, proses seleksi juga menilai motivasi belajar, kemampuan komunikasi, kesiapan akademik, kemampuan beradaptasi dengan budaya Indonesia, serta komitmen mereka untuk menyelesaikan studi di Universitas Bengkulu,” paparnya.

Para mahasiswa asing tiba di kampus Unib dan mahasiswa perempuan langsung masuk Asrama Orchid yang terletak di samping gedung Fakultas Kedokteran Unib.(foto:hms1)

Membawa Pengalaman Global ke Lingkungan Kampus

Prof. Indra menegaskan, Program Penerimaan Mahasiswa Asing merupakan bagian dari strategi internasionalisasi Unib yang akan terus diperkuat. Ke depan, upaya tersebut akan berjalan beriringan dengan perluasan kerja sama akademik dengan berbagai perguruan tinggi dunia, pengembangan riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dosen, pertukaran budaya, serta peningkatan kualitas layanan bagi sivitas akademika internasional.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa asing di Unib tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa internasional itu sendiri. Interaksi sehari-hari dengan mahasiswa dari berbagai negara juga membuka ruang pembelajaran baru bagi mahasiswa Indonesia.

Kehadiran mereka di ruang kuliah, organisasi mahasiswa, kegiatan akademik, maupun aktivitas kampus lainnya diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar lintas budaya yang semakin kuat. Dengan demikian, internasionalisasi tidak hanya berlangsung melalui kerja sama kelembagaan di atas kertas, tetapi hadir secara nyata dalam kehidupan akademik mahasiswa.

“Berbagai program internasional yang kita kembangkan pada akhirnya tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa asing, tetapi juga bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di Unib. Kita ingin memastikan setiap mahasiswa internasional memperoleh pengalaman akademik dan budaya yang positif selama menempuh pendidikan di Unib, sehingga mereka dapat berkembang, berprestasi, sekaligus menjadi duta yang memperkenalkan Unib di berbagai belahan dunia,” tutup Rektor. [Purna Herawan | Humas].