Universitas Bengkulu (Unib) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui bidang seni dan budaya. Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Gema Rafflesia Universitas Bengkulu berhasil meraih dua Gold Medal dalam ajang The 1st Samosir International Choir Competition (SICC) 2026 yang berlangsung pada 24–27 September 2026 di Samosir, Sumatera Utara.

Dua penghargaan tersebut diraih pada kategori Mixed Choir dan Folksong. Capaian ini menjadi bukti kemampuan mahasiswa Unib dalam menunjukkan kualitas musikal, kekompakan, serta interpretasi karya di tengah persaingan dengan peserta dari berbagai daerah dan negara.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat kiprah PSM Gema Rafflesia dalam mengembangkan prestasi mahasiswa di bidang seni, khususnya paduan suara. Tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para anggota tim, pencapaian ini juga membawa nama Universitas Bengkulu semakin dikenal melalui kompetisi seni di tingkat internasional.
Kontingen PSM Gema Rafflesia Unib yang mengikuti kompetisi tersebut berjumlah 40 orang, terdiri atas penyanyi, pelatih, dan pembina. Tim ini didampingi oleh Gutman Togatorop, S.T. selaku pelatih dan Nur Lina Maratana Nabiu, S.Pi., M.Si. sebagai dosen pembina.
Keikutsertaan dalam kompetisi internasional tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan musikal sekaligus memperluas pengalaman dan wawasan dalam dunia paduan suara.
Persiapan dilakukan melalui latihan intensif, pematangan teknik vokal, penghayatan lagu, serta pembentukan kekompakan antarpersonel agar mampu memberikan penampilan terbaik pada setiap kategori yang diikuti.

Mendapat Dukungan Pimpinan Universitas Bengkulu
Sebelum bertolak ke Samosir, kontingen PSM Gema Rafflesia terlebih dahulu dilepas secara resmi oleh Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si., bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Agustin Zarkani, S.P, M.Si, Ph.D, serta Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Andi Yudi Prayoga, S.Kom, M.M.
Pelepasan tersebut merupakan bentuk dukungan dan apresiasi pimpinan universitas terhadap mahasiswa yang membawa nama Unib dalam kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Dukungan ini sekaligus menjadi penyemangat bagi seluruh anggota kontingen untuk tampil percaya diri, menjunjung sportivitas, dan memberikan kemampuan terbaik.
Keberhasilan meraih dua Gold Medal tidak terlepas dari proses panjang yang dilalui seluruh anggota tim. Disiplin berlatih, kerja sama, kekompakan, serta komitmen untuk terus meningkatkan kualitas penampilan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.

Kompetisi Internasional dalam Rangkaian Festival Budaya
The 1st Samosir International Choir Competition 2026 merupakan bagian dari rangkaian The Caldera Culture Festival (TCCF) 2026 yang mempertemukan kelompok paduan suara dan penyanyi solo dari berbagai daerah dan negara. Selain menjadi ajang kompetisi musik, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan budaya melalui penampilan dan apresiasi terhadap beragam karya vokal.
SICC 2026 diikuti 33 peserta dengan total 58 penampilan paduan suara dan 70 penampilan vokal solo. Kompetisi ini mempertandingkan dua kelompok utama, yakni Vocal Solo dan Choir Competition, dengan sejumlah kategori, antara lain Children Vocal Solo, Teenager Vocal Solo, Adult Vocal Solo, Children Choir, Teenager Choir, Mixed Choir, Musica Sacra, dan Folksong.

Pada 25–26 September 2026, Grand Ballroom Marianna Resort & Convention Samosir menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan kompetisi. Para peserta dari berbagai kelompok usia tampil menunjukkan kemampuan vokal, teknik musikal, kekompakan, serta interpretasi terhadap karya yang dibawakan.
Nuansa internasional kompetisi ini juga tercermin dari jajaran dewan juri yang berasal dari sejumlah negara. Mereka terdiri atas Marcus Lee dari Singapura, Jurgis Cabulis dari Latvia, Susanna Saw dari Malaysia, Prof. Mark Anthony Carpio dari Filipina, serta tiga juri dari Indonesia, yakni Roni Sugiarto, Mangara Simanjuntak, dan Maria Calista.


PSM Gema Rafflesia Unib saat menerima medali dan piagam penghargaan di ajang The 1st Samosir International Choir Competition 2026.(foto:ist-doc)
Raihan dua Gold Medal pada kategori Mixed Choir dan Folksong menjadi pencapaian membanggakan sekaligus motivasi bagi PSM Gema Rafflesia untuk terus meningkatkan kualitas dan memperluas kiprahnya di panggung internasional.
Prestasi ini juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa Universitas Bengkulu lainnya untuk berani mengembangkan potensi, berkarya, dan berkompetisi melalui berbagai bidang, termasuk seni dan budaya. Dengan demikian, prestasi mahasiswa tidak hanya tercermin dari capaian akademik, tetapi juga dari kreativitas, dedikasi, dan kontribusi dalam mengharumkan nama universitas di berbagai ajang. [Laporan: Tim PSM GR | Editor: Purna Herawan | Humas].