Universitas Bengkulu (Unib) terus memperkuat jejaring akademik dan riset internasional melalui program Visiting Professor. Kali ini, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unib menghadirkan Prof. Dr. Fahrul Zaman Bin Huyop dari Department of Biosciences, Faculty of Science, Universiti Teknologi Malaysia (UTM), untuk melakukan kunjungan akademik dan riset pada 16–19 September 2026.

Kehadiran akademisi dari Negeri Jiran tersebut menjadi momentum strategis bagi FMIPA Unib untuk mempererat hubungan akademik dengan UTM sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam bidang mikrobiologi lingkungan, bioremediasi, serta kajian ilmiah mengenai madu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan kehormatan Prof. Fahrul kepada Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si. Pertemuan tersebut turut dihadiri Dekan FMIPA Unib Prof. Dr. Sal Prima Yudha, S, S.Si, M.Si.
Dalam pertemuan di ruang kerja Rektor Unib itu dibahas sejumlah peluang penguatan kerja sama akademik dan riset, termasuk peningkatan keterlibatan dosen dan mahasiswa serta pengembangan penelitian bersama pada bidang keilmuan yang memiliki kesamaan kepakaran.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengidentifikasi bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan antara kedua perguruan tinggi, tidak hanya dalam bentuk pertukaran pengetahuan, tetapi juga melalui kegiatan penelitian, publikasi ilmiah, pembimbingan mahasiswa, dan mobilitas akademik.

Mempertemukan Kepakaran Mikrobiologi dan Kimia
Penguatan jejaring akademik kemudian dilanjutkan melalui diskusi bersama sivitas akademika Jurusan Biologi dan Jurusan Kimia, di ruang rapat utama dekanat FMIPA Unib.
Diskusi itu membahas sejumlah topik strategis, antara lain mikrobiologi lingkungan, kemampuan mikroba dalam mendegradasi polutan kimia, bioremediasi berbasis enzim, serta karakterisasi ilmiah madu.
Pertukaran gagasan tersebut memperlihatkan besarnya ruang kolaborasi lintas disiplin yang dapat dikembangkan. Kepakaran mikrobiologi dan kimia dapat dipadukan untuk menjawab persoalan lingkungan sekaligus menghasilkan pendekatan berbasis sains yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian bersama.
Dari diskusi tersebut juga mengemuka peluang kolaborasi dalam analisis sampel, publikasi ilmiah bersama, pembimbingan mahasiswa, hingga mobilitas akademik antara Unib dan UTM.

Berbagi Pengetahuan tentang Mikroba dan Solusi Biologis
Aspek pembelajaran mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kunjungan Visiting Professor tersebut. Prof. Fahrul memberikan kuliah kepada mahasiswa Program Sarjana dan Magister Biologi dengan tema “Microbes, Genes and Enzymes: Biological Solutions to Environmental Pollution.”
Melalui materi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada peran metabolisme mikroba, gen, dan enzim sebagai bagian dari pendekatan biologis dalam mendegradasi kontaminan yang persisten di lingkungan.
Pembahasan tidak berhenti pada aspek teoritis, tetapi juga mengarahkan mahasiswa untuk memahami bagaimana mekanisme biologis dapat dikembangkan menjadi pendekatan alternatif dalam menangani persoalan pencemaran lingkungan.
Kuliah umum juga digelar bagi mahasiswa Program Sarjana dan Magister Kimia dengan tema “Chemical Pollution and Biological Solutions: Microbial Approaches to Environmental Remediation.”
Materi ini menghubungkan karakteristik dan perilaku polutan secara kimia dengan pendekatan biologis dalam proses remediasi lingkungan. Mahasiswa diajak melihat bahwa penanganan pencemaran membutuhkan pendekatan multidisiplin yang mempertemukan pemahaman mengenai sifat kimia polutan dengan kemampuan mikroorganisme dalam menguraikan atau mentransformasinya.
Kedua kegiatan akademik tersebut memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat perspektif lintas disiplin dalam memahami persoalan lingkungan. Integrasi ilmu kimia, mikrobiologi, genetika, dan bioteknologi menjadi salah satu pendekatan penting dalam pengembangan solusi biologis yang berkelanjutan.


Prof. Fahrul menjadi keynote lecture bagi mahasiswa S1 dan S2 Kimia dengan tema “Chemical Pollution and Biological Solution: Mircobial Approaches to Environmental Remediation.”(foto:ist-doc)
Dari Ruang Kuliah ke Lapangan Riset
Kunjungan Visiting Professor tidak hanya diisi dengan pertemuan kelembagaan dan kegiatan pembelajaran, tetapi juga terhubung langsung dengan agenda penelitian di lapangan.
Kegiatan yang dilakukan salah satunya kunjungan ke peternakan lebah tanpa sengat (stingless bee) dan peternakan lebah madu konvensional. Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan pengumpulan sejumlah jenis madu untuk mendukung analisis komparatif terhadap karakteristik fisikokimia dan potensi bioaktivitasnya.
Kegiatan lapangan memberikan konteks empiris yang penting bagi pengembangan penelitian. Keragaman jenis lebah, sumber flora, serta praktik produksi madu menjadi bagian dari informasi yang dapat melengkapi analisis laboratorium terhadap karakteristik dan potensi bioaktivitas madu.
Selain sampel madu, dilakukan pula pengambilan sampel tanah dari sejumlah lokasi untuk mendukung penelitian mikrobiologi pada tahap berikutnya. Kegiatan ini turut melibatkan Prof. Ir. Zainal Muktamar, M.Sc, Ph.D, Guru Besar bidang Ilmu Tanah di Fakultas Pertanian Unib.
Sampel tanah tersebut diharapkan dapat menjadi sumber komunitas mikroba lokal maupun enzim yang berpotensi dikembangkan untuk penelitian mengenai degradasi polutan, bioremediasi, dan berbagai aplikasi bioteknologi lainnya.
Dengan demikian, kegiatan lapangan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari upaya menghubungkan aktivitas akademik dengan agenda riset bersama yang dapat dikembangkan oleh peneliti Unib dan UTM.


Prof. Fahrul Zaman foto bersama dengan para Dosen Prodi S1 dan S2 Kimia FMIPA Unib.(foto:ist-doc)
Membuka Ruang Kolaborasi Riset Internasional
Rangkaian kegiatan Visiting Professor menghasilkan sejumlah peluang tindak lanjut, terutama dalam pengembangan riset bersama di bidang mikrobiologi lingkungan, bioremediasi, dan sains madu.
Kolaborasi yang berpotensi dikembangkan meliputi analisis sampel penelitian, publikasi ilmiah bersama, pembimbingan mahasiswa, serta pertukaran dan mobilitas akademik antara kedua institusi.
Bagi mahasiswa, kehadiran profesor dari perguruan tinggi mitra internasional juga memberikan pengalaman akademik yang memperkaya wawasan sekaligus memperkenalkan perkembangan riset dan pendekatan ilmiah yang digunakan di lingkungan akademik internasional.
Secara keseluruhan, kunjungan Prof. Dr. Fahrul Zaman Bin Huyop berhasil memadukan penguatan jejaring kelembagaan, pertukaran pengetahuan, pembelajaran mahasiswa, dan kegiatan penelitian lapangan. Rangkaian kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menerjemahkan hubungan akademik Unib dan UTM ke dalam kolaborasi riset yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Sebagai penutup rangkaian kunjungan, Prof. Fahrul juga diajak mengenal sejumlah objek bersejarah dan destinasi ikonik di Kota Bengkulu, di antaranya Benteng Marlborough, Rumah Pengasingan Bung Karno, dan Pantai Panjang.
Melalui program Visiting Professor ini, FMIPA Unib terus memperluas jejaring kemitraan internasional sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengembangan riset bersama, dan pengalaman akademik berstandar global bagi sivitas akademika.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Unib untuk memperkuat kolaborasi internasional yang tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi kerja sama akademik dan riset yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan lingkungan. [Laporan: Morina Adfa | Editor: Purna Herawan | Humas].