UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) kembali memperkuat jejaring kolaborasi dengan pemerintah daerah. Kali ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, menjajaki kerja sama dengan Unib untuk memperkuat penelitian, pemetaan potensi unggulan, serta pengembangan berbagai sektor strategis dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Walikota Lubuklinggau H. Rustam Effendi dan Wakil Rektor IV Unib Prof. Ashar Muda Lubis, saat menyampaikan sambutan.(foto:hms1)

Penjajakan kerja sama tersebut mengemuka dalam kunjungan dan diskusi Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H. Rustam Effendi, S.H, bersama jajaran Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Lubuklinggau ke Universitas Bengkulu, Jumat (25/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Wali Kota didampingi Kepala Brida Kota Lubuklinggau Drs. H. Heri Suryanto, M.M, Sekretaris Brida Dr. H. Umar Diharja, S.P, S.Psi, M.AP, M.Psi, empat Peneliti Pertama Brida, serta sejumlah staf Brida Kota Lubuklinggau.

Rombongan disambut Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Unib Prof. Ashar Muda Lubis, S.Si, M.Sc, Ph.D, mewakili Rektor Unib, bersama Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unib Prof. Dr. Eng. Dedi Suryadi, S.T, M.T, Sekretaris LPPM Bidang Penelitian Dr. Nurna Aziza, S.E, M.Si, Ak, Sekretaris LPPM Bidang Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Ir. Hardiansyah, S.T, M.T, sejumlah kepala pusat layanan, serta jajaran LPPM Unib.

Prof. Ashar menyambut baik kunjungan tersebut dan menilai penjajakan kerja sama ini memiliki nilai strategis bagi kedua pihak. Selain memiliki kedekatan geografis, Lubuklinggau juga memiliki hubungan sosial dan akademik yang cukup erat dengan Unib.

“Selamat datang di Unib kepada Pak Wakil Wali Kota, Kepala Brida, dan seluruh rombongan. Kami menyambut baik kunjungan dan rencana kerja sama ini. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu core business Unib, selain pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia,” ujar Prof. Ashar.

Menurutnya, Kota Lubuklinggau merupakan salah satu wilayah yang memiliki kedekatan geografis dengan Provinsi Bengkulu. Perjalanan darat dari Bengkulu menuju Lubuklinggau dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga hingga empat jam. Di sisi lain, cukup banyak mahasiswa dan alumni Unib yang berasal dari Lubuklinggau.

“Kedekatan geografis dan sosiologis ini menjadi modal yang baik untuk membangun kerja sama yang lebih kuat antara Unib dan Pemkot Lubuklinggau,” tambahnya.

Kepala dan Sekretaris BRIDA Kota Lubuklinggau saat memaparkan potensi dan kebutuhan penelitian yang memerlukan kerja sama dengan LPPM Universitas Bengkulu.(foto:hms1)

Perkuat Kebijakan Berbasis Riset

Bagi Wakil Wali Kota Lubuklinggau H. Rustam Effendi, kunjungan ke Unib memiliki arti tersendiri. Selain membawa agenda kerja sama kelembagaan, kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum bernostalgia dengan almamater karena dirinya pernah menempuh pendidikan magister di Unib sebelum era reformasi.

“Saya sendiri tidak asing dengan Unib. Sebelum era reformasi saya pernah mengikuti program magister hingga tahap penyusunan tesis. Melihat Unib saat ini, saya ikut bangga karena sudah jauh lebih maju dibandingkan ketika saya kuliah dulu,” tuturnya.

Rustam menjelaskan, kedatangannya bersama jajaran Brida merupakan bagian dari upaya Pemkot Lubuklinggau memperkuat kapasitas penelitian dan perencanaan pembangunan. Keterbatasan jumlah peneliti dan sumber daya manusia di lingkungan Brida menjadi salah satu alasan Pemkot Lubuklinggau membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi.

“Kami datang atas nama Pemkot Lubuklinggau untuk menjalin kerja sama dengan Unib dalam bidang penelitian. Jumlah peneliti dan SDM di Brida Lubuklinggau masih sangat terbatas, sehingga kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi dengan perguruan tinggi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Brida Kota Lubuklinggau Heri Suryanto. Alumni Program Magister Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unib tersebut berharap Unib dapat berkontribusi dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat guna mendukung visi pembangunan Lubuklinggau sebagai kota yang maju dan sejahtera.

Ia menjelaskan, Pemkot Lubuklinggau saat ini fokus menjalankan empat misi pembangunan, yakni mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, sejahtera dan religius; pembangunan infrastruktur yang merata, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan; membangun perekonomian berbasis potensi lokal; serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Dalam menjalankan roda pemerintahan dan mewujudkan misi pembangunan, kami memandang penting adanya penelitian dan perencanaan yang matang sebelum sebuah kebijakan atau program dilaksanakan. Karena itu, melibatkan akademisi dan peneliti Unib dalam perencanaan pembangunan di Lubuklinggau merupakan langkah yang strategis,” jelasnya.

Foto bersama Wakil Walikota Lubuklinggau, Kepala dan Sekretaris serta Peneliti Pertama BRIDA Lubuklinggau dengan Wakil Rektor IV Unib, Ketua dan Sekretaris LPPM serta para peneliti Unib.(foto:hms1)

Fokus pada Ekonomi dan Potensi Lokal

Dalam forum diskusi yang dimoderatori Sekretaris LPPM Unib Bidang Penelitian Dr. Nurna Aziza, Sekretaris Brida Lubuklinggau Dr. Umar Diharja memaparkan sejumlah bidang yang dinilai potensial untuk dikolaborasikan dengan Unib.

Salah satu fokusnya adalah penguatan perekonomian berbasis potensi lokal sebagai bagian dari upaya memantapkan Lubuklinggau sebagai “Kota Jasa”. Menurut Umar, sektor UMKM menjadi salah satu potensi yang perlu terus dikembangkan, bukan semata dari sisi jumlah, tetapi terutama dari kualitas, daya saing, dan keberlanjutan usahanya.

“Pelaku UMKM telah berkembang pesat dan jumlahnya sangat banyak di Lubuklinggau. Namun, perhatian kita bukan hanya pada jumlah UMKM, melainkan bagaimana meningkatkan kualitasnya,” ujarnya.

Karena itu, kajian mengenai orientasi pasar, kinerja bisnis UMKM, peran mediasi, hingga kapabilitas hubungan pelanggan dinilai penting untuk dikembangkan melalui penelitian. Hasil kajian tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu basis ilmiah bagi Pemkot Lubuklinggau dalam merumuskan kebijakan dan program pengembangan ekonomi masyarakat.

Selain bidang ekonomi, Umar juga menyampaikan sejumlah isu lain yang membutuhkan dukungan penelitian, antara lain pembangunan berkelanjutan, penataan kota, pengelolaan lingkungan, serta pengendalian dan pengolahan sampah.

Menurutnya, berbagai aspek tersebut saling berkaitan dalam menciptakan kota yang bersih, nyaman, tertata, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kepala LPPM Unib Prof. Dedi Suryadi memaparkan keunggulan penelitian Unib dan potensi kerja sama penelitian dengan Pemerintah Kota Lubuklinggau.(foto:hms1)

Unib Siapkan Kepakaran dan KKN Berdampak

Menanggapi berbagai kebutuhan tersebut, Kepala LPPM Unib Prof. Dedi Suryadi menegaskan kesiapan Unib untuk berkolaborasi dengan Pemkot Lubuklinggau melalui penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, Unib memiliki sumber daya akademik yang cukup kuat dengan dosen bergelar doktor dan profesor dari berbagai bidang keilmuan yang tersebar di delapan fakultas.

“Unib tentu sangat bersedia membantu Pemkot Lubuklinggau dan terlibat dalam berbagai penelitian. Kami memiliki banyak dosen dengan berbagai bidang kepakaran yang dapat dikolaborasikan sesuai kebutuhan daerah,” jelas Prof. Dedi.

Khusus dalam pengembangan ekonomi masyarakat, LPPM Unib juga memiliki Pusat Inkubasi Bisnis yang dapat menjadi mitra strategis dalam mengembangkan hasil penelitian sekaligus mendampingi usaha-usaha ekonomi masyarakat.

“Jika Pemkot Lubuklinggau ingin mengkaji persoalan perekonomian masyarakat, penelitian tersebut dapat dikolaborasikan dengan Pusat Inkubasi Bisnis LPPM Unib yang memiliki tenaga ahli dan pengalaman dalam pengembangan usaha,” ujarnya.

Prof. Dedi menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan slogan Unib, “Unib Unggul Berdampak”. Karena itu, LPPM Unib terus mengembangkan pusat-pusat studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan daerah, termasuk melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Berdampak.

Melalui skema tersebut, ribuan mahasiswa dapat diterjunkan ke daerah dengan pembekalan dan tema program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Ketika Pemkot Lubuklinggau membutuhkan penanganan sampah, misalnya, kita bisa merancang KKN Tematik dengan ribuan mahasiswa yang diberikan pembekalan khusus, kemudian diterjunkan langsung ke masyarakat untuk melaksanakan program spesifik mengenai penanganan dan pengolahan sampah,” paparnya.

Menurut Prof. Dedi, pengalaman pelaksanaan KKN selama ini menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Wakil Walikota Lubuklinggau dan Wakil Rektor IV Unib menyampaikan pandangan akhir yang menegaskan bahwa rencana kerja sama penelitian antar kedua pihak sebaiknya segera direalisasikan.(foto:hms1)

Segera Ditindaklanjuti

Diskusi tersebut mendapat respons positif dari Wakil Wali Kota Lubuklinggau H. Rustam Effendi. Ia mengaku mendapatkan banyak gambaran mengenai potensi kolaborasi yang dapat dilakukan antara Pemkot Lubuklinggau dan Unib.

“Setelah mendengar pemaparan dari LPPM Unib, kami semakin melihat banyak potensi kerja sama yang dapat dilakukan. Karena itu, saya meminta Brida dan OPD terkait segera menyusun rencana konkret agar berbagai potensi kerja sama ini dapat dilaksanakan,” tegasnya.

Wakil Rektor IV Unib Prof. Ashar Muda Lubis juga menekankan pentingnya memastikan hasil diskusi tersebut tidak berhenti pada tahap penjajakan, tetapi segera diterjemahkan ke dalam bentuk kerja sama yang konkret dan terukur.

“Berbagai potensi kerja sama yang saling menguntungkan ini perlu segera dibuatkan MoU atau PKS agar dapat dilaksanakan dan diimplementasikan, serta memberikan dampak yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan dan diskusi Pemkot Lubuklinggau bersama LPPM Unib tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata berupa plakat Unib dan foto bersama. Momentum tersebut menjadi penanda awal bagi penguatan kolaborasi kedua pihak, khususnya dalam menghadirkan penelitian dan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan pembangunan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat Lubuklinggau. [Purna Herawan | Humas].

Wakil Rektor IV Unib Prof. Ashar Muda Lubis bersama Kepala LPPM Unib Prof. Dedi Suryadi memberikan cindera mata kepada Wakil Walikota dan Kepala BRIDA Lubuklinggau.(foto:hms1)