Pembangunan Rumah Sakit UNIB Dimulai, Target Selesai 2023

REKTOR UNIB Dr. Retno Agustina Ekaputri, S.E., M.Sc. bersama Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah, MMA, CEO Saudi Fund and Development (SFD) Mr. Sultan A. Al-Marshad, dan Direktur Kerjasama Pendanaan Multilateral Kementerian PPN/Bappenas Dr. Rd. Siliwanti, melakukan peluncuran pembangunan fisik gedung Rumah Sakit Pendidikan UNIB di Kampus IV Unib, di kawasan Padang Harapan Kota Bengkulu, Selasa (15/3/2022).

Foto bersama CEO SFD dan team, Gubernur, Rektor, Direktur Pendanaan Multilateral Bappenas, serta unsur Forkompinda Provinsi Bengkulu. (foto :hms1).

Acara ini dihadiri para unsur Forkompinda Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, BPKP Provinsi Bengkulu, BIN Bengkulu, Korem 041/Gamas, Polda Bengkulu, Kejaksaan Tinggi Bengkulu,  Pangkalan Angkatan Laut Bengkulu, Dinas PU dan PUPR, Wakil Walikota Bengkulu, dan pimpinan instansi terkait lainnya. Tampak hadir juga paraWakil Rektor UNIB, para Dekan selingkung UNIB, Kepala Biro dan unit kerja terkait selingkung UNIB lainnya.

Dari pihak SFD, selain Mr. Sultan A. Al-Marshad (CEO), juga hadir Manager of East and South Asia Department Mohammad Abdullah Al-Rasyed, Head of Protocol Mr. Faisal Suliman Alkhashibun, Head of Media Relations Mr. Nawaf Saad Alojrush, dan Project Specialist East and South Asia Department Eng. Nawwaf Altamimi.

CEO SFD Mr. Sultan A. Al-Marshad menanam pohon di lokasi pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UNIB. (foto:hms1)

Pada acara ini Rektor UNIB bersama Gubernur, CEO SFD dan Direktur Kerjasama Pendanaan Multilateral Bappenas, menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian Proyek Pembangunan Fisik Gedung Rumah Sakit Pendidikan UNIB yang berlokasi di bekas Politeknik Kesehatan milik Pemerintah Provinsi Bengkulu yang sudah dihibahkan ke UNIB beberapa tahun lalu.

Dalam sambutannya, Rektor UNIB Dr. Retno Agustina Ekaputri menjelaskan, rumah sakit pendidikan ini telah menjadi cita-cita UNIB pada umumnya dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK UNIB) pada khususnya, karena fungsinya yang strategis sebagai salah satu fasilitas pendidikan dan juga sebagai kontribusi UNIB terhadap pembangunan Provinsi Bengkulu khususnya di bidang kesehatan.

Rektor UNIB Dr. Retno Agustina Ekaputri, ketika menandatangani prasasti pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UNIB di kawasan Padang Harapan Kota Bengkulu. (foto : hms1).

Upaya pendirian rumah sakit ini sudah dimulai beberapa tahun lalu, dengan pekerjaan awal dan desain meliputi penyusunan kriteria kesiapan, studi kelayakan, pencarian sumber dana, penentuan lokasi potensial, penentuan kelas dan spesifikasi rumah sakit, melakukan detail engineering, desain struktur rumah sakit dan fasilitas terkait dan sebagainya. “Sekarang kita mencapai tonggak baru yaitu meresmikan proyek pembangunan fisik gedung rumah sakit dan fasilitas terkait lainnya,” ujar Dr. Retno.

Selain gedung rumah sakit, pembangunannya juga akan mencakup fasilitas pendukung baik untuk pelayanan kesehatan maupun pusat pengajaran dan penelitian Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Bangunan rumah sakit akan terdiri dari 3 blok, 2 blok setinggi 3 lantai dan 1 blok setinggi 6 lantai. Fasilitas lain, seperti gedung laboratorium 3 lantai, masjid, instalasi pengolahan limbah, kamar mayat, fasilitas parkir dan lain sebagainya.

“Pembangunan gedung dan fasilitas terkait tersebut, dijadwalkan selesai pada tahun 2023, dan dimulainya pelayanan kesehatan direncanakan pada tahun 2024,” papar Dr. Retno.

Direktur Kerjasama Pendanaan Multilateral Kementerian PPN/Bappenas Dr. Rd. Siliwanti, ketika menandatangani prasasti pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UNIB. (foto : hms1).

Karena Bengkulu merupakan daerah rawan gempa, tambah Dr. Retno, maka desain bangunan rumah sakit ini akan menyesuaikan dengan kondisi dan memenuhi standar dan regulasi teknis yang ditentukan. Bahkan, rumah sakit ini akan menjadi gedung pertama yang dilengkapi base isolator di Provinsi Bengkulu. “Kami berharap dengan upaya ini kami juga dapat berkontribusi dalam mitigasi bencana Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Bersamaan dengan pengerjaan bangunan rumah sakit, juga akan dilakukan pengadaan peralatan rumah sakit dan laboratorium serta persiapan tenaga kerja, agar setelah selesainya pembangunan fisik, rumah sakit ini bisa langsung siap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Rektor mengucapkan terimakasih atas dukungan CEO Saudi Fund and Development dan tim, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Kesehatan, Dirjen Dikti dan Ristek, serta Direktur Pendanaan dan Kerjasama Multilateral Bappenas, Gubernur Bengkulu, dan semua pihak yang terlibat. “Proyek ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan semua pihak,” ucap Dr. Retno.

Gubernur Bengkulu , ketika menandatangani prasasti pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UNIB. (foto :hms1)

Sebagaimana diinformasikan, tujuan pendirian Rumah Sakit Universitas Bengkulu adalah untuk menunjang pendidikan profesi dokter FKIK UNIB dalam mencetak dokter yang kompeten dan professional sehingga berguna untuk kebutuhan daerah Bengkulu. Kemudian, menunjang pembangunan di bidang kesehatan  melalui pengembangan pendidikan dan penelitian secara terpadu, menambah rujukan pelayanan kesehatan bagi rumah sakit dan puskesmas se-Provinsi Bengkulu serta memberikan alternatif pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Dari proses pembangunan ini diharapkan terwujud Rumah Sakit Universitas Bengkulu di atas lahan seluas 14.950 M2, dengan total jumlah tempat tidur untuk pasien sebanyak 120 beds. Kemudian, tersedianya tujuh sistem layanan spesialistis yang terdiri dari empat bagian mayor yakni layanan bidang bedah, penyakit dalam, kesehatan anak, dan obstetri-ginekologi, serta tiga layanan minor yakni layanan radiologi, patologi klinik, dan layanan anestesi.

CEO SFD, Mr. Sultan A. Al-Marshad, menandatangani prasasti Rumah Sakit Pendidikan UNIB. (foto:hms1)

Dengan pembangunan ini juga diharapkan tersedianya laboratorium pembelajaran seluas 4905 M2, terdiri dari 3 lantai yang terletak di sekitar Rumah Sakit Universitas Bengkulu. Kemudian terpenuhinya sarana dan prasarana Rumah Sakit, serta tersedianya infrastruktur sistem manajemen Rumah Sakit berbasis teknologi informasi.

Pembangunan Rumah Sakit UNIB ini didanai dari pinjaman luar negeri, yaitu Saudi Fund for Development (SFD) dan dana pendamping dari pemerintah. Keseluruhan pendanaan diperkirakan mencapai 300 Miliar Rupiah.

Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah memberikan sambutan pada acara peresmian pembangunan fisik gedung Rumah Sakit Pendidikan UNIB. (foto:hms1).
CEO SFD dan team, Gubernur Bengkulu dan Rektor UNIB melihat miniatur desaign dan mendengarkan penjelasan dari Team Proyek tentang rencana konstruksi bangunan Rumah Sakit Pendidikan UNIB. (foto:hms1).

Gubernur Bengkulu, Dr Rohidin Mersyah dalam sambutannya mengatakan, hadirnya rumah sakit ini selain dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan sebagai sarana pendidikan bagi mahasiswa, diharapkan juga mampu meningkatkan perekonomian daerah. Ketika ekonomi daerah meningkat, maka pembangunan daerah juga akan meningkat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. “Kita harapkan rumah sakit ini bisa meningkatkan perekonomian daerah dan berkontribusi besar terhadap pembangunan di daerah,” ujarnya.[Hms1].