UNIVERSITAS BENGKULU

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) secara resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 pada Senin, 25 Mei 2026. Secara nasional, sebanyak 256.369 peserta dinyatakan lulus dari total 871.496 pendaftar yang mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri tahun ini atau setara 29,42 persen.

Konferensi Pers tentang Pengumuman hasil SNBT 2026 oleh Panitia SNPMB di Jakarta.(foto:ist-yt)

Di Universitas Bengkulu sendiri, sebanyak 2.789 peserta dinyatakan lulus SNBT 2026 dari total 10.401 peserta yang mengikuti UTBK-SNBT di lokasi ujian Unib. Jumlah tersebut setara dengan 26,8 persen peserta dan tersebar pada 55 program studi di delapan fakultas di lingkungan Unib.

Pengumuman hasil SNBT 2026 disampaikan melalui konferensi pers di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof. Eduart Wolok, mengimbau seluruh peserta yang dinyatakan lulus agar segera melakukan registrasi ulang sesuai jadwal yang telah ditetapkan masing-masing perguruan tinggi.

“Ini hasil seleksi SNBT 2026. Daya tampung total yang disediakan yaitu 286.864 kursi, dan yang diterima itu 256.369,” ujar Prof. Eduart.

Panitia SNPMB mencatat, total daya tampung SNBT 2026 mencapai 286.864 kursi yang terdiri dari 228.118 kursi program sarjana, 33.510 kursi program diploma empat atau sarjana terapan, serta 25.236 kursi program diploma tiga di berbagai perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia.

Konferensi Pers tentang Pengumuman hasil SNBT 2026 oleh Panitia SNPMB di Jakarta.(foto:ist-yt)

Dari total peserta yang dinyatakan lulus secara nasional, sebanyak 108.488 peserta diterima pada pilihan pertama, 101.584 peserta pada pilihan kedua, 32.025 peserta pada pilihan ketiga, dan 14.272 peserta pada pilihan keempat. Selain itu, sebanyak 86.118 peserta yang lolos SNBT 2026 merupakan pendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah atau setara 33,59 persen dari total peserta yang diterima.

SNBT 2026 sendiri diikuti oleh 145 perguruan tinggi yang terdiri atas 75 perguruan tinggi negeri akademik, 26 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, dan 44 politeknik negeri vokasi di seluruh Indonesia.

Ketua Panitia Lokal UTBK-SNBT Unib yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Kamaludin, melalui Wakil Ketua Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Unib, Iqbal Rahmat Gani, mengatakan pihaknya mengikuti secara seksama konferensi pers pengumuman hasil SNBT yang dilaksanakan oleh Tim SNPMB Pusat secara daring.

“Untuk di Unib sendiri, sebanyak 2.789 peserta dinyatakan lulus atau setara dengan 26,8 persen dari total 10.401 peserta UTBK-SNBT 2026. Sebanyak 2.789 peserta tersebut lulus di 55 program studi yang tersebar di delapan fakultas di lingkungan Unib,” ujarnya.

Pelaksanaan UTKB-SNBT tahun 2026 di Universitas Bengkulu.(foto:ist-web)

Iqbal menjelaskan, pelaksanaan UTBK-SNBT di Unib tahun ini berjalan lancar dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan panitia pusat, meskipun jumlah peserta mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025 lalu, jumlah peserta tercatat sebanyak 9.224 orang, sedangkan pada tahun ini meningkat menjadi 10.401 peserta.

Ia menambahkan, tidak seluruh peserta yang mengikuti UTBK di Unib memilih Unib sebagai tujuan studi. Sebaliknya, terdapat pula peserta yang mengikuti UTBK di luar Unib namun menjadikan Unib sebagai pilihan perguruan tinggi tujuan. Berdasarkan data panitia pusat, jumlah pendaftar yang memilih Unib pada SNBT 2026 mencapai lebih dari 11.000 orang.

“Hal ini menunjukkan tren positif dan meningkatnya minat calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di Unib dari tahun ke tahun,” jelas Iqbal.

Lebih lanjut, pimpinan Unib juga mengimbau peserta yang belum lulus SNBT agar tetap semangat melanjutkan pendidikan tinggi. Unib masih membuka sejumlah jalur penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi mandiri, salah satunya Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMMPTN-Barat) yang diikuti 27 PTN anggota Konsorsium BKS-PTN Barat.

Rektor Unib saat memantau langsung pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di kampus Unib.(foto:ist-web)

Menurut Iqbal, SMMPTN-Barat hadir sebagai jalur alternatif yang memberikan fleksibilitas lebih luas bagi calon mahasiswa dalam mengakses pendidikan tinggi. “Hadirnya jalur ini sebagai alternatif sekaligus bentuk fleksibilitas agar calon mahasiswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Pendaftaran SMMPTN-Barat 2026 dibuka mulai 4 Mei hingga 11 Juni 2026, dengan pengumuman hasil seleksi pada 30 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi SMMPTN-Barat.

Selain SMMPTN-Barat, Unib juga membuka jalur mandiri melalui skema talenta khusus yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi, pemimpin organisasi, dan penyandang disabilitas. Seleksi dilakukan berbasis berkas dan prestasi tanpa tes UTBK. Tidak hanya itu, Unib juga masih membuka Jalur Masuk Unib (JAMAK Unib) berbasis tes UTBK yang dapat diikuti peserta yang belum lulus SNBT maupun SMMPTN-Barat 2026.

Dengan berbagai jalur penerimaan yang tersedia, Unib terus berkomitmen memberikan akses pendidikan tinggi yang lebih luas, inklusif, dan berkualitas bagi masyarakat. [Laporan: Iqbal | Editor: Purna Herawan | Humas].