Wakil Gubernur Bengkulu Ir. H. Mian menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas perkembangan pesat Universitas Bengkulu (Unib) saat memberikan sambutan pada Rapat Senat Terbuka dalam rangka Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-44 Unib, di Gedung Serba Guna (GSG) Unib, Jumat (24/4/2026).



Wakil Gubernur Bengkulu Ir. Mian saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Senat Terbuka dalam rangka Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-44 Unib.(foto:hms1)
Mewakili Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, S.E, Ir. Mian yang juga alumni Unib mengenang perjalanan kampus yang telah mengalami transformasi signifikan sejak masa ia menempuh pendidikan sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian pada tahun 1985.
“Rasa bangga ini semakin besar karena saya berdiri di podium ini sebagai Wakil Gubernur Bengkulu. Gubernur kita, Bapak Helmi Hasan, juga Ketua Ikatan Alumni Unib. Kami sama-sama alumni dari kampus tercinta ini. Ini bukti bahwa Unib telah melahirkan banyak tokoh penting, mulai dari gubernur, wakil gubernur, wali kota, hingga menteri di Kabinet Merah Putih,” ujar Mian di hadapan peserta sidang senat.
Ia mengungkapkan, pada masa awal berdirinya, fasilitas kampus Unib masih sangat terbatas. Saat itu, hanya terdapat empat gedung utama dengan jumlah dosen bergelar doktor dan profesor yang relatif sedikit. Namun kini, Unib telah menjelma menjadi perguruan tinggi dengan infrastruktur yang semakin modern, sumber daya manusia yang unggul, serta sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Perubahan ini sangat luar biasa. Gedung-gedung kampus semakin megah, jumlah dosen berkualifikasi doktor dan guru besar terus meningkat, serta fasilitas dan sistem pembelajaran semakin modern dibandingkan sekitar 40 tahun yang lalu,” tambahnya.



Para tamu undangan dan ribuan mahasiswa tampak antusias mengikuti Rapat Senat Terbuka dalam rangka Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-44 Unib, meskipun sebagian mahasiswa rela duduk di balkon GSG Unib.(foto:hms1)
Lebih lanjut, Ir. Mian menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu memandang Unib sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Pemerintah membutuhkan dukungan akademik berupa kajian ilmiah, inovasi kebijakan, serta kontribusi sumber daya manusia unggul yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.
Sebaliknya, pemerintah daerah juga harus membuka ruang kolaborasi yang luas agar ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus dapat terimplementasi secara nyata dalam kebijakan dan pembangunan.
“Pemerintah daerah adalah mitra Universitas Bengkulu. Ini sejalan dengan semangat Dies Natalis ke-44. Empat kali empat enam belas, sempat tidak sempat, kemitraan dengan Unib harus dibalas oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Artinya, kolaborasi dan sinergi harus terus kita perkuat demi kemajuan pendidikan tinggi dan pembangunan daerah,” tegasnya.
Dalam kapasitasnya sebagai bagian dari Ikatan Alumni Unib, Ir. Mian juga menyampaikan bahwa Gubernur Bengkulu selaku Ketua IKAL Unib terus mengajak seluruh alumni untuk berkontribusi aktif dalam memajukan almamater. Peran alumni dinilai strategis dalam membuka jejaring kerja sama, mendukung program beasiswa, memperluas akses lulusan ke dunia kerja, serta memperkuat reputasi Unib di tingkat nasional maupun internasional.
Mengaitkan dengan tema besar dies natalis tahun ini, yaitu semangat Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045, Ir. Mian menilai bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kualitas pendidikan berstandar global, tanpa meninggalkan akar kebutuhan lokal dan daerah.



Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Wakil Gubernur Bengkulu foto bersama dengan Rektor, Ketua dan Anggota Senat serta segenap sivitas akademika Unib.(foto:hms1)
Bagi Provinsi Bengkulu, lanjutnya, Unib bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi juga pusat pembentukan masa depan daerah. Oleh karena itu, sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Unib harus terus diperkuat dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul, mendorong inovasi, serta mempercepat pembangunan daerah.
“Saya percaya, Unib akan terus tumbuh menjadi kampus yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global, namun tetap berakar kuat pada kepentingan masyarakat dan daerah. Selamat Dies Natalis ke-44 Unib, teruslah memberikan kontribusi terbaik bagi Bengkulu,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Ir. Mian mengaku terharu dapat kembali berdiri di kampus yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
“Saya terharu berdiri di podium ini, apalagi di hadapan Bapak Menteri. Berkat kerja keras seluruh sivitas akademika, Unib telah menjadi kampus hebat yang mampu melahirkan pemimpin daerah. Jayalah Universitas Bengkulu, mari kita perkuat sinergi agar ke depan semakin maju,” tutupnya.
Rapat Senat Terbuka dalam rangka Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-44 Unib ini turut menghadirkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI, Prof. Dr. Ir. Rahmat Pambudy, M.S, sebagai penyampai orasi ilmiah.
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Senat Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Herawan Sauni, S.H., M.S, dan dihadiri anggota senat, para guru besar, pimpinan universitas dan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta ribuan mahasiswa. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu dan para pimpinan bank mitra Unib, menambah semarak momentum puncak Dies Natalis ke-44 Universitas Bengkulu. [Purna Herawan | Humas].