Universitas Bengkulu (Unib) turut ambil bagian dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Jember. Sejumlah mahasiswa Unib memperkuat kontingen Provinsi Bengkulu di bawah naungan Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Bengkulu untuk berkompetisi dalam berbagai cabang seni pada ajang mahasiswa tingkat nasional tersebut.



Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata saat memberikan arahan dan motivasi kepada para mahasiswa yang akan berlaga di ajang Peksiminas 2026.(foto:ist-denis)
Keikutsertaan mahasiswa Unib menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan talenta seni sekaligus mengasah pengalaman berkompetisi di tingkat nasional.
Sebelum bertolak menuju arena kompetisi, delegasi Universitas Bengkulu secara resmi dilepas oleh Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si. Rektor menyampaikan harapan agar para mahasiswa dapat tampil optimal, menjunjung sportivitas, serta memberikan kemampuan terbaik dalam setiap cabang yang diikuti.
Harapan serupa disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unib, Prof. Agustin Zarkani, S.P, M.Si, Ph.D. Ia berharap keikutsertaan mahasiswa dalam Peksiminas tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi pengalaman penting dalam membangun karakter, kreativitas, dan kepercayaan diri mahasiswa.
“Harapannya, kontingen BPSMI Bengkulu, khususnya mahasiswa Universitas Bengkulu, dapat terus menorehkan prestasi gemilang dan membawa nama baik daerah maupun perguruan tinggi,” ujarnya.
Enam Mahasiswa Unib di Berbagai Cabang Seni
Pada Peksiminas 2026, Universitas Bengkulu mengirimkan enam mahasiswa yang tampil pada sejumlah cabang lomba. Mereka adalah Goval dari Program Studi Kesejahteraan Sosial yang mengikuti Lomba Baca Puisi Putra; Fasyah Nabila Meywa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, pada Lomba Baca Puisi Putri; serta Aliyah Zahara dari Program Studi Bimbingan Konseling yang mengikuti Lomba Cipta Cerpen.
Selanjutnya, Rindiani dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia tampil pada Lomba Penulisan Lakon; Anisa Mardiah dari Program Studi PGSD mengikuti Lomba Fotografi; serta Dini Juniarti yang mewakili Unib pada cabang Lomba Monolog.



Para mahasiswa Unib bersama kontingen BPSMI Provinsi Bengkulu mengikuti Peksiminas 2026.(foto:ist-denis)
Selain mahasiswa Unib, kontingen BPSMI Provinsi Bengkulu juga diperkuat delegasi dari perguruan tinggi lainnya. Sella Hendarti Putri dari Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Dr. Hazairin (UNIHAZ) mengikuti Lomba Penulisan Puisi, sedangkan Muhammad Caelvin Qairawan dari Program Studi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) mengikuti Lomba Poster.
Satu mahasiswa UMB yang sedianya mengikuti cabang Menyanyi Pop Putra tidak dapat berangkat karena alasan teknis.
Diuji Kendala Perjalanan, Tetap Tampil Maksimal
Perjalanan kontingen Bengkulu menuju Jember tidak berlangsung mudah. Keberangkatan yang semula dijadwalkan pada 6 September 2026 harus mengalami penundaan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada operasional penerbangan.
Kontingen sempat menghadapi beberapa kali kegagalan penerbangan. Kondisi tersebut semakin kompleks karena penerbangan pada maskapai sebelumnya mengalami keterbatasan kapasitas atau overcapacity. Setelah melalui berbagai upaya dan penyesuaian, tim akhirnya dapat bertolak menuju Jember menggunakan maskapai berbeda pada Selasa, 8 September 2026.
Keterlambatan perjalanan membuat kontingen tiba di lokasi ketika rangkaian kompetisi telah dimulai. Bahkan, para delegasi tidak sempat mengikuti malam pembukaan Peksiminas yang dilaksanakan pada 7 September 2026.
Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para mahasiswa. Namun, kendala perjalanan tidak menyurutkan semangat mereka untuk menjalankan tanggung jawab sebagai delegasi Bengkulu. Setibanya di Jember, para peserta langsung mempersiapkan diri dan mengikuti cabang perlombaan masing-masing.
Di tengah keterbatasan waktu dan kondisi perjalanan yang tidak ideal, mahasiswa tetap menunjukkan dedikasi, ketangguhan, serta semangat untuk memberikan penampilan terbaik. Bagi mereka, keikutsertaan dalam Peksiminas tidak semata-mata tentang hasil akhir, tetapi juga tentang pengalaman, proses belajar, dan kesempatan membawa nama Universitas Bengkulu serta Provinsi Bengkulu di panggung seni mahasiswa nasional.
Pada Peksiminas 2026, kontingen Bengkulu belum berhasil meraih gelar juara. Meski demikian, perjuangan para mahasiswa di tengah berbagai kendala perjalanan menjadi pengalaman berharga sekaligus bagian dari proses pembinaan prestasi kemahasiswaan di Provinsi Bengkulu.



Para mahasiswa Unib bersama kontingen BPSMI Bengkulu saat mengikuti Peksiminas 2026.(foto:ist-denis)
Ajukan Diri sebagai Tuan Rumah Peksiminas 2028
Selain kompetisi, Peksiminas 2026 juga menjadi momentum penting bagi pengembangan seni mahasiswa di Provinsi Bengkulu. Dalam rapat pimpinan perguruan tinggi dan sarasehan BPSMI se-Indonesia yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, BPSMI Provinsi Bengkulu secara resmi mencalonkan diri sebagai tuan rumah Peksiminas 2028.
Pencalonan tersebut membuka peluang bagi Bengkulu untuk menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ajang seni mahasiswa nasional sekaligus memperkenalkan potensi daerah dan perguruan tinggi di Bengkulu kepada peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unib, Prof. Agustin Zarkani, menyambut momentum tersebut dengan harapan agar seluruh pihak, khususnya mahasiswa Unib, dapat melakukan persiapan lebih matang menuju Peksiminas 2028.
Ia mendorong agar pengalaman dari Peksiminas 2026 menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk memperkuat pembinaan mahasiswa di bidang seni. Dengan persiapan yang lebih terarah dan berkelanjutan, mahasiswa Bengkulu diharapkan mampu tampil lebih kompetitif dan memberikan prestasi terbaik ketika Peksiminas kembali digelar.
Bagi Universitas Bengkulu, keikutsertaan mahasiswa dalam Peksiminas menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara utuh, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui kreativitas, seni, prestasi, dan pengalaman berkompetisi di tingkat nasional. [Laporan: Denis Kurniawan | Editor: Purna Herawan | Humas].