Universitas Bengkulu (Unib) terus memperluas ruang belajar mahasiswa ke tingkat global. Tidak hanya melalui aktivitas perkuliahan dan pertukaran akademik, komitmen tersebut diwujudkan melalui program magang, pelatihan pengalaman profesional, dan riset kolaboratif di perguruan tinggi mitra luar negeri.

Salah satunya melalui pengiriman mahasiswa Unib untuk mengikuti program magang dan riset internasional di Universitas Yala Rajabhat, Thailand. Program ini menjadi bagian dari upaya Unib memperkuat kompetensi global mahasiswa sekaligus memperluas jejaring kerja sama implementasi tridharma perguruan tinggi dengan mitra internasional.
Penerimaan peserta program berlangsung pada Selasa (18/8/2026), pukul 14.30 waktu setempat, di Ruang Penerimaan Rektor, Gedung 20 Lantai 2, kampus Universitas Yala Rajabhat. Rombongan mahasiswa Unib diterima secara resmi oleh pimpinan Universitas Yala Rajabhat, termasuk Rektor dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kualitas Lulusan.
Penyambutan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan peserta sekaligus mendiskusikan rencana pelaksanaan program, termasuk penempatan mahasiswa sesuai bidang keahlian dan minat akademiknya.
Dalam program ini, Unib mengirim tiga mahasiswa, yakni Dery Sepriansyah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Rafi Nurhakim dari Fakultas Teknik, dan Resti Rahmadani dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Turut hadir Lenti Valentina sebagai alumni sekaligus delegasi perwakilan Unib.
Para peserta kemudian berkesempatan berdiskusi dengan perwakilan tiga fakultas di lingkungan Universitas Yala Rajabhat, yaitu Fakultas Sains, Teknologi dan Pertanian, Fakultas Ilmu Manajemen, serta Fakultas Pendidikan.

Hasil diskusi tersebut mengarahkan penempatan mahasiswa Unib pada tiga bidang keahlian, yakni Pendidikan Bahasa Inggris, Manajemen, serta Energi dan Lingkungan Hidup. Masing-masing bidang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperoleh pengalaman akademik dan profesional dalam lingkungan pendidikan tinggi Thailand.
Pada bidang Pendidikan Bahasa Inggris, mahasiswa memperoleh kesempatan memperdalam pengalaman dalam proses pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris. Selain meningkatkan kemampuan komunikasi, pengalaman tersebut diharapkan memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pendekatan pembelajaran dan interaksi akademik dalam konteks internasional.
Sementara itu, pada bidang Manajemen, mahasiswa akan mempelajari proses dan operasional pengelolaan organisasi. Pengetahuan yang selama ini diperoleh di bangku kuliah dapat diterapkan secara langsung melalui pengalaman kerja nyata, sekaligus membuka perspektif baru mengenai praktik manajemen di lingkungan perguruan tinggi luar negeri.
Pada bidang Energi dan Lingkungan Hidup, mahasiswa akan mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan energi, pengelolaan lingkungan, pemanfaatan teknologi, serta pendekatan pembangunan berkelanjutan. Pertukaran pengalaman pada bidang ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan yang bersifat lintas negara.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unib, Prof. Agustin Zarkani, SP, M.Si, Ph.D, mengatakan program magang dan riset internasional merupakan salah satu langkah strategis Unib dalam menyiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia global.
“Melalui program magang dan riset internasional ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan akademik dan profesional, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam pertukaran bahasa, budaya, pengetahuan, dan wawasan antara Indonesia dan Thailand,” ujarnya.
Menurut Prof. Agustin, pengalaman belajar di luar negeri juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membangun jejaring internasional, meningkatkan kemampuan beradaptasi, serta memahami lingkungan kerja dan akademik dari perspektif yang lebih luas.
“Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Unib untuk memperkuat dan mempertahankan jaringan kerja sama akademik dengan perguruan tinggi mitra di kancah internasional,” tambahnya.
Ia menegaskan, Unib akan terus membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program serupa di berbagai perguruan tinggi mitra di negara lain. Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem pembelajaran global di Unib sekaligus mendukung terwujudnya lulusan yang adaptif, kompeten, dan mampu bersaing di tingkat internasional.
“Ke depan, kami akan terus mendorong dan membuka program-program serupa di kampus mitra di berbagai negara. Kami ingin mahasiswa Unib memiliki pengalaman internasional yang semakin kuat sehingga lebih siap menghadapi tantangan global dan mampu bersaing secara global,” tutur Prof. Agustin.

Kepada para peserta, Prof. Agustin berpesan agar kesempatan mengikuti program internasional tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin. Ia meminta mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, membangun komunikasi yang baik dengan sivitas akademika Universitas Yala Rajabhat, serta membawa nama baik Unib dan Indonesia selama berada di Thailand.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor Universitas Yala Rajabhat beserta seluruh jajaran yang telah menyambut dan mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya, membangun jejaring, dan memperoleh pengalaman baru. Kami menyampaikan terima kasih kepada Rektor Universitas Yala Rajabhat dan seluruh jajaran atas dukungan serta bantuan yang diberikan kepada mahasiswa Unib,” pungkasnya.
Melalui program ini, pengalaman belajar mahasiswa Unib tidak lagi terbatas pada ruang kelas dan lingkungan kampus. Interaksi akademik lintas negara diharapkan menjadi bekal berharga untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga terbuka terhadap keberagaman, memiliki wawasan global, dan siap berkontribusi dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin terhubung. [Laporan: Agustin | Editor: Purna Herawan | Humas].