Perubahan lingkungan pemerintahan yang semakin dinamis, perkembangan teknologi digital, tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik, serta kebutuhan akan birokrasi yang semakin adaptif menjadikan manajemen aparatur negara sebagai salah satu isu penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pemahaman terhadap isu tersebut pun tidak cukup diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga perlu diperkaya dengan pengalaman dan pengamatan langsung terhadap praktik pengelolaan aparatur pada institusi pemerintahan.



Kunjungan dan kegiatan KKAP Program Studi Magister Administrasi Publik FISIP Unib disambut baik oleh Kepala BKN Pusat Prof. Zudan Arif Fakrulloh.(foto:ist-doc)
Atas dasar itu, Program Studi Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (MAP FISIP) Universitas Bengkulu (Unib) menyelenggarakan Kuliah Kerja Administrasi Publik (KKAP) Tahun 2026 dengan mengangkat tema “Manajemen Aparatur Negara Kontemporer.”
Kegiatan yang diikuti 32 mahasiswa semester III Magister Administrasi Publik tersebut dilaksanakan melalui kunjungan akademik ke dua institusi yang memiliki relevansi strategis dengan tema kegiatan, yakni Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat pada Rabu (23/9/2026) dan Politeknik STIA LAN Jakarta pada Kamis (24/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dirancang untuk mempertemukan konsep dan teori administrasi publik yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan aparatur negara pada tingkat nasional.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh informasi dan pengalaman melalui interaksi langsung dengan kedua institusi, tetapi juga melakukan kajian terhadap berbagai persoalan dan perkembangan manajemen aparatur negara kontemporer.
Sebanyak 32 mahasiswa dibagi ke dalam enam kelompok untuk mengkaji subtema yang berbeda namun saling berkaitan. Keenam subtema tersebut meliputi manajemen talenta dan sistem merit dalam manajemen ASN; transformasi digital dan digitalisasi manajemen aparatur negara; pengembangan kompetensi dan pembelajaran berkelanjutan aparatur; manajemen kinerja dan produktivitas aparatur negara; kepemimpinan, budaya organisasi, dan aparatur yang agile; serta rekrutmen, mobilitas, dan masa depan manajemen aparatur negara.
Hasil kajian kelompok selanjutnya akan dituangkan dalam bentuk laporan akademik, policy brief, dan presentasi. Dengan pendekatan tersebut, KKAP tidak berhenti sebagai kegiatan kunjungan institusional, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendorong mahasiswa melakukan observasi, mengidentifikasi persoalan, menganalisis kebijakan, hingga merumuskan rekomendasi dalam bidang administrasi publik.



Kepala BKN Pusat Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengapresiasi kegiatan KKAP FISIP Unib dan menjelaskan berbagai aspek administrasi dan manajemen aparatur negara.(foto:ist-doc)
Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik FISIP Unib, Adityo Pratikno Ramadhan, S.IP, M.Sc, Ph.D, mengatakan KKAP Tahun 2026 dirancang sebagai bagian integral dari proses pembelajaran mahasiswa Magister Administrasi Publik untuk mempertemukan perspektif akademik dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan.
“Melalui kunjungan ke Politeknik STIA LAN dan BKN Pusat, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman empiris mengenai perkembangan manajemen aparatur negara serta mampu mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang dalam pengelolaannya,” ujarnya.
Menurut Adityo, kegiatan dengan tema “Manajemen Aparatur Negara Kontemporer” tersebut diharapkan tidak berhenti pada aktivitas kunjungan, tetapi menghasilkan proses pembelajaran yang kritis dan produktif melalui kajian kelompok, penyusunan laporan akademik, policy brief, serta presentasi hasil kajian.
Kegiatan ini sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami perkembangan kebijakan dan praktik manajemen aparatur negara, menghubungkan teori administrasi publik dengan realitas penyelenggaraan pemerintahan, serta menganalisis tantangan dan inovasi pengelolaan aparatur di tengah perubahan lingkungan strategis.
Lebih jauh, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan dalam melakukan observasi, analisis kebijakan, dan perumusan rekomendasi yang relevan dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan. Interaksi langsung dengan institusi nasional juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring akademik dan kelembagaan antara Unib dengan lembaga pemerintah maupun institusi pendidikan publik di tingkat nasional.



Dekan FISIP Unib Prof. Sugeng Suharto bersama pengelola Program Magister Administrasi Publik dan puluhan mahasiswa diterima dengan penuh rasa persahabatan oleh pimpinan Politeknik STIA LAN Jakarta.(foto:ist-doc)
Belajar Langsung dari Institusi Pengelola Aparatur
Dalam kunjungan ke BKN Pusat, rombongan FISIP Unib dipimpin langsung oleh Dekan FISIP Unib Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M, M.Si. Rombongan diterima oleh Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H, M.H.
Sementara itu, kunjungan ke Politeknik STIA LAN Jakarta disambut oleh Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik STIA LAN, Dr. Alih A. Nugroho, M.P.A.
Dekan FISIP Unib Prof. Sugeng Suharto menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan yang diberikan BKN Pusat dan Politeknik STIA LAN Jakarta kepada rombongan Unib.
Menurutnya, kunjungan akademik tersebut menjadi salah satu upaya FISIP Unib memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi langsung dengan lembaga pemerintah dan institusi pendidikan yang memiliki keterkaitan erat dengan bidang administrasi publik.
“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat memperkaya wawasan dan pengalaman dengan melihat secara langsung praktik administrasi publik dan pengelolaan aparatur negara,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman belajar di luar ruang kelas penting bagi mahasiswa Magister Administrasi Publik karena memberikan kesempatan untuk melihat bagaimana konsep, kebijakan, dan teori administrasi publik diterapkan dalam konteks pemerintahan yang nyata.
Melalui KKAP Tahun 2026, mahasiswa tidak hanya diajak memahami perubahan dan tantangan manajemen aparatur negara secara konseptual, tetapi juga belajar membaca praktik kelembagaan, identifikasi persoalan, serta melihat kemungkinan inovasi dalam pengelolaan aparatur negara. Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi akademik sekaligus membentuk kemampuan analitis mahasiswa sebagai calon akademisi, praktisi, maupun pengambil kebijakan di bidang administrasi publik. [Laporan: Adityo | Editor: Purna Herawan | Humas].