Lindung Zalbuin Masih Peringkat Pertama pada Anugerah Insentif Publikasi 2021

LEMBAGA Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bengkulu kembali mengadakan kegiatan Penganugerahan Insentif Publikasi. Pada tahun 2021, dosen peneliti yang menempati posisi peringkat pertama sebagai penerima insentif terbanyak masih disandang oleh Lindung Salbuin Mase, ST, M.Eng, Ph.D.

Dosen peringkat pertama, kedua dan ketiga sebagai penerima penghargaan dan insentif terbanyak. Foto bersama dengan Ketua LPPM UNIB Dr. Ir. Hery Suhartoyo, M.Sc.

Berdasarkan release yang diterima Tim Humas UNIB, Sekretaris LPPM UNIB yang sekaligus sebagai Ketua Tim Reviewer Penghargaan Publikasi Dosen, Prof. Dr. Morina Adfa, S.Si, M.Si menjelaskan, Lindung Salbuin Mase merupakan peraih peringkat pertama sebagai penerima insentif terbanyak tahun 2020 yang tahun 2021 ini kembali menjadi peringkat pertama dengan 13 publikasi yang terdiri dari 1 artikel Q1, 3 artikel Q2, 3 artikel Q3, 2 artikel Q4, 2 artikel Sinta 2, serta 2 Proseding. Posisi kedua penerima penghargaan publikasi terbanyak pada tahun 2021 ditempati Agustin Zarkani, SP, M.Si, Ph.D dan yang ketiga yaitu Prof. Dr. Mochamad Lutfi Firdaus, S.Si, MT. 

Ketiga Dosen penerima insentif publikasi terbanyak diundang ke LPPM untuk menerima penghargaan secara simbolis pada acara Anugerah Insentif Publikasi Tahun 2021 yang diselenggarakan secara virtual oleh LPPM UNIB. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua LPPM UNIB Dr. Ir. Hery Suhartoyo, M.Sc.

Sedangkan dosen penerima anugerah insentif publikasi tahun 2021 terbanyak urutan ke-4 sampai ke-10 yaitu, Dr. Syafryadin, S.Pd, M.Pd, Prof. Drs. Safnil, MA, Ph.D, Dr. Sipriyadi, S.Si, M.Si, Dr. Ir. Reny Herawati, MP, Dr. Sal Primayudha S, S.Si, M.Si, Dr. Elfi Yuliza, S.Si, M.Si, serta Dr. Ir. Andi Irawan, M.Si.

Sertifikat Anugerah Insentif Publikasi 2021

Pemeringkatan penghargaan publikasi dilakukan LPPM berdasarkan kualitas artikel, kualitas jurnal, serta banyaknya insentif yang diterima. Publikasi dimaksud adalah pada jurnal internasional terindeks Scopus/Bereputasi, jurnal nasional terakreditasi Sinta I dan Sinta 2, serta proseding internasional terindek Scopus/WoS.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan geliat menulis bagi para dosen selingkung Universitas Bengkulu menjadi meningkat. Kegiatan pemberian insentif ini berpedoman pada SK Rektor UNIB Nomor 92 Tahun 2019 tentang pedoman pemberian insentif karya ilmiah hasil penelitian.

Sejak Januari hingga November 2021 ada sekitar 300 artikel yang diajukan oleh para dosen selingkung Universitas Bengkulu ke LPPM UNIB, selanjutnya sebanyak 234 artikel yang ditulis oleh 118 orang dosen lolos sebagai penerima insentif publikasi Tahun 2021.

Jumlah dana yang diberikan juga meningkat dari tahun tahun sebelumnya, dimana tahun 2020 dana yang disediakan untuk pemberian insentif publikasi sejumlah 780.000.000 sekarang meningkat menjadi 994.000.000.

Kategori yang diberikan insentif juga mengalami peningkatan, awalnya semua luaran penelitian seperti buku, jurnal terakreditasi 4 dan 5 juga mendapatkan insentif namun pada tahun 2021 mulai mengerucut menjadi luaran-luaran pada jurnal internasional terindeks scopus/bereputasi, jurnal nasional terakreditasi sinta 1 dan sinta 2, serta proseding internasional terindeks scopus/WoS.

Karya-karya publikasi dosen seperti Buku, HaKI,  artikel pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 3-6, artikel pada jurnal nasional, proseding nasional sudah diakomodir pada rubrik remun atau mendapatkan insentif publikasi pada tingkat Fakultas.

Terkait sebaran insentif publikasi Tahun 2021 berdasarkan fakultas, publikasi tertinggi dihasilkan Fakultas MIPA sebanyak 75 artikel yang dipublikasikan oleh 36 dosen. Posisi kedua FKIP sebanyak 73 artikel yang berasal dari 35 dosen. Urutan ketiga Fakultaas Pertanian sebanyak 56 artikel yang dihasilkan oleh 31 dosen. Posisi empat Fakultas Teknik sebanyak 25 publikasi hasil karya 11 dosen. Posisi kelima dan ke enam ditempati Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Fakultas Hukum.

Sepuluh dosen berprestasi beserta 108 orang dosen lainnya sudah berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya pada level Internasional dan nasional, semoga dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan dapat menstimulus dosen-dosen selingkung UNIB untuk meningkatkan jumlah publikasi pada tahun mendatang baik kualitas maupun kuantitasnya.

Terkait sebaran artikel yang mendapatkan insentif publikasi tahun 2021 berdasarkan kriteria artikel maka data yang terhimpun di LPPM Universitas Bengkulu adalah 9 artikel Q1, 18 artikel Q2, 26 artikel Q3, 21 artikel Q4, 11 artikel scopus yang belum ada Q, 96 Proseding Scopus/WoS, 1 artikel Sinta 1 dan 53 artikel pada Sinta 2.

Proses seleksi yang dilakukan oleh para reviewer insentif cukup ketat. Artikel yang tidak lolos untuk didanai notabene merupakan artikel yang tidak menuliskan afiliasi Universitas Bengkulu, artikel yang terbit pada tahun 2017-2019, pengusul adalah penulis anggota sedangkan penulis pertama adalah dosen Universitas Bengkulu juga, pengusul adalah penulis anggota sedangkan penulis anggota ada 2 atau lebih dosen UNIB, jurnal sudah discontinue Scopus, jurnal termasuk kedalam predatory atau hijacked jurnal, artikel yang diajukan Sinta 3, artikel diluar bidang pengusul, proseding belum terbit, dan status dosen yang sedang non-aktif.

Proses penganugerahan insentif publikasi ini tidak bisa berjalan sukses tanpa adanya komitmen kerja dan ketelitian dari para reviewer yang diketuai oleh Prof. Dr. Morina Adfa, S.SI, M.Si dan tim.

Selain seleksi kualitas artikel, seleksi kesamaan dengan ajuan pada borang remun, dan pada ajuan tahun sebelumnya juga merupakan pekerjaan administatif yang cukup melelahkan. Namun, setelah kegiatan ini terselanggara semua kerja keras terbayar tuntas.

LPPM sangat bangga dan mengapresiasi capaian dosen yang sangat luar biasa. Penerima insentif tahun 2021 sangat beragam, mulai dari dosen senior sampai dosen junior. Kebiasaan menulis sudah merata pada semua jenjang akademik. Semoga dengan adanya penganugerahan insentif publikasi ini dapat meningkatkan kinerja Universitas Bengkulu dan meningkatkan klasterisasi UNIB ditingkat nasional.[IIS-LPPM /Hms1].