UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Dua dosennya, Prof. Ir. Lindung Zalbuin Mase, M.Eng. Asean, Ph.D, IPM, dan Dr. Zico Junius Fernando, S.H, M.H, masuk dalam daftar Top 1000 Scholar 2026 yang diterbitkan Scholarly Index untuk periode dampak akademik 2021–2025.

Dosen Fakultas Teknik Prof. Ir. Lindung Zalbuin Mase dan Dosen Fakultas Hukum Dr. Zico Junius Ferdinan.(ist)

Capaian tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi akademisi Unib dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian dan publikasi ilmiah. Menariknya, kedua dosen tersebut memperoleh peringkat dunia pada bidang keahlian masing-masing, dengan Prof. Lindung Zalbuin Mase menempati peringkat pertama dunia pada bidang Geotechnical and Construction Material Studies.

Berdasarkan Top 1000 Scholar Verified Ranking yang diterbitkan Scholarly Index, Prof. Lindung meraih World Rank #1 sekaligus ID Rank #1 pada bidang kajian tersebut. Ia mencatatkan Impact Score 99,09, berada pada persentil statistik (statistical percentile) 0,03 persen teratas, dengan Category D-Index 7 dan H-Index 13.

Pencapaian ini semakin memperkuat rekam jejak akademik Prof. Lindung, yang merupakan dosen bidang Teknik Sipil Fakultas Teknik Unib. Pada tahun 2026 ini, ia juga kembali masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 yang disusun melalui kolaborasi Stanford University dan penerbit Elsevier.

Dua pengakuan internasional tersebut menjadi catatan penting bagi kontribusi penelitian Prof. Lindung, khususnya dalam bidang teknik sipil, geoteknik, dan material konstruksi. Capaian ini sekaligus menunjukkan kiprah akademisi Unib dalam menghasilkan karya ilmiah yang mendapat perhatian di tingkat global.

Sertifikat Top 1000 Scholar yang diterbitkan untuk Prof. Lindung Zalbuin Mase dari Scholarly Index.(foto:ist-doc)

Sementara itu, dosen Fakultas Hukum Unib, Dr. Zico Junius Fernando, juga menorehkan prestasi melalui pemeringkatan Scholarly Index. Ia tercatat masuk dalam daftar Top 1000 Scholar Verified Ranking pada tiga bidang kajian hukum sekaligus, dengan peringkat dunia yang kompetitif.

Pada bidang Legal and Social Justice Studies, Zico menempati World Rank #14, dengan Impact Score 98,68, persentil statistik 0,20 persen teratas, Category D-Index 5, dan H-Index 7. Pada bidang Legal and Policy Analysis in Indonesia, ia meraih World Rank #15, dengan Impact Score 98,95, persentil statistik 0,28 persen teratas, Category D-Index 7, dan H-Index 7. Dan pada bidang Indonesian Legal and Regulatory Studies, Zico menempati World Rank #16, dengan Impact Score 99,10, persentil statistik 0,25 persen teratas, Category D-Index 7, dan H-Index 7.

Capaian pada tiga bidang tersebut mencerminkan rekam jejak akademik Zico dalam kajian hukum, keadilan sosial, analisis kebijakan, serta regulasi di Indonesia. Keberhasilannya meraih peringkat dunia pada beberapa bidang kajian sekaligus menjadi pencapaian tersendiri bagi pengembangan keilmuan hukum di Unib.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Zico menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut pengakuan dari Scholarly Index itu didasarkan pada periode dampak riset 2021–2025, dengan peringkat dunia pada tiga topik kajian.

Dr. Zico Junius Ferdinan menerima tiga sertifikat Top 1000 Scholar dari Scholarly Index.(foto:ist-doc)

Rektor Unib, Prof. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian Prof. Lindung Zalbuin Mase dan Dr. Zico Junius Fernando. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kontribusi akademisi Unib melalui penelitian dan publikasi ilmiah semakin memperoleh pengakuan di tingkat internasional.

“Penghargaan ini menjadi salah satu indikator kontribusi akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Capaian tersebut juga menunjukkan pentingnya konsistensi dalam menghasilkan penelitian berkualitas dan publikasi ilmiah yang memberikan dampak bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Rektor.

Ia menyampaikan ucapan selamat kepada kedua dosen tersebut dan berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi sivitas akademika Unib untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, produktivitas publikasi, serta kolaborasi akademik pada tingkat nasional maupun internasional.

“Selamat kepada Prof. Lindung Zalbuin Mase dan Dr. Zico Junius Fernando. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Universitas Bengkulu,” tambahnya.

Rektor menegaskan, prestasi akademisi merupakan bagian penting dalam memperkuat reputasi perguruan tinggi. Karena itu, Unib terus mendorong pengembangan budaya riset yang produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas serta dampak hasil penelitian.

Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si.(foto:ist-doc)

Pemeringkatan akademik internasional, termasuk Top 1000 Scholar, dapat menjadi salah satu referensi untuk melihat rekam jejak dan dampak ilmiah seorang peneliti. Meski demikian, capaian akademik yang berkelanjutan juga perlu ditopang oleh kualitas substansi penelitian, relevansi dengan kebutuhan masyarakat, serta pemanfaatan hasil riset untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Sejalan dengan visi Unib untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, inklusif, inovatif, dan berdampak, penguatan ekosistem penelitian menjadi bagian penting dari agenda pengembangan universitas. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas publikasi ilmiah, perluasan jejaring kolaborasi, pengembangan inovasi, serta dorongan agar hasil penelitian memberikan manfaat yang lebih luas.

Prestasi Prof. Lindung Zalbuin Mase dan Dr. Zico Junius Fernando diharapkan dapat menginspirasi dosen dan peneliti lainnya untuk terus berkarya, memperluas kolaborasi, dan menghasilkan penelitian yang diakui secara internasional. Lebih dari sekadar pencapaian individual, keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya bersama sivitas akademika Unib dalam memperkuat reputasi akademik dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta masyarakat. [Purna Herawan | Humas].