Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Universitas Bengkulu (Unib) menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional. Melalui keikutsertaan dalam Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional (JAMKOPNAS) 2026, kader-kader KOPMA Unib tidak hanya membawa nama Universitas Bengkulu, tetapi juga menunjukkan potensi dan kompetensi dalam bidang perkoperasian, kewirausahaan, komunikasi, serta pengembangan gagasan.

JAMKOPNAS 2026 dilaksanakan pada 4–7 Agustus 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang temu bagi koperasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring, bertukar pengalaman, sekaligus menguji kemampuan melalui berbagai kompetisi.
Agenda tahunan yang berada di bawah naungan Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (FKKMI) tersebut diikuti lebih dari 30 Koperasi Mahasiswa dengan 43 tim yang berkolaborasi dan berkompetisi dalam berbagai rangkaian kegiatan.
Bagi kader koperasi mahasiswa, JAMKOPNAS bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam. Melalui interaksi dan kompetisi, peserta ditantang untuk mengasah kemampuan, membangun jiwa kompetitif, memperluas wawasan perkoperasian, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan.
Dalam JAMKOPNAS 2026, KOPMA Unib mengirimkan dua tim yang masing-masing terdiri atas tiga anggota dengan didampingi satu orang pendamping dari unsur Pengawas Kopma, Adrian Afrinata. Tim pertama bernama Rafflesia Juang beranggotakan Ricky Agustian, Aisyah Nurlaili, dan Nailah Ananda Noveni, dengan dosen pembimbing Rhienta Aprisella, S.M, MM. Sementara tim kedua bernama Rafflesia Invicta, beranggotakan Asih Ove Afisa, Dia Ayu Yolanda, dan Darma Hadi Prayitno, dengan dosen pembimbing Ririn Nopiah, S.E, M.Sc.
Delegasi KOPMA Unib ambil bagian dalam sejumlah cabang perlombaan, yakni Cakra Wiyata (Cerdas Cermat), Palagan Gagasan (Debat), Gelar Usaha (Business Plan), dan Abang-None Nusantara (Duta Koperasi).
Keikutsertaan dalam berbagai cabang tersebut menjadi kesempatan bagi kader KOPMA Unib untuk menguji kemampuan sekaligus menunjukkan kompetensi yang dimiliki. Tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan perkoperasian, para peserta juga harus mampu berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, menyampaikan argumentasi, mengembangkan kreativitas, hingga merancang gagasan usaha yang inovatif.
Hasilnya, kiprah KOPMA Unib di JAMKOPNAS 2026 berhasil menorehkan sejumlah capaian membanggakan. Secara keseluruhan, KOPMA Unib berhasil menempati peringkat 8 umum nasional.
Pada cabang Cakra Wiyata (Cerdas Cermat), delegasi KOPMA Unib berhasil meraih peringkat 4 tingkat nasional. Sementara pada cabang Gelar Usaha (Business Plan) dan Abang-None Nusantara (Duta Koperasi), delegasi KOPMA Unib berhasil menembus Top 10 nasional. Kemudian pada cabang Palagan Gagasan (Debat), delegasi KOPMA Unib mampu melaju hingga babak semifinal.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa kader KOPMA Unib memiliki kapasitas yang beragam. Prestasi yang diraih tidak hanya mencerminkan penguasaan pengetahuan perkoperasian, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, berargumentasi, berkomunikasi, berkolaborasi, serta mengembangkan ide dan peluang usaha.

Lebih dari sekadar mengejar prestasi, keikutsertaan dalam JAMKOPNAS 2026 juga dimanfaatkan delegasi KOPMA Unib sebagai ruang untuk membangun jejaring dan bertukar pengalaman dengan koperasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Pertemuan dengan kader koperasi mahasiswa dari berbagai daerah membuka kesempatan bagi delegasi KOPMA Unib untuk mengenal beragam praktik pengelolaan koperasi mahasiswa, mendapatkan perspektif baru, sekaligus memperkuat relasi antarkoperasi mahasiswa. Jejaring tersebut diharapkan tidak berhenti selama pelaksanaan JAMKOPNAS, tetapi dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi pada masa mendatang.
Pengalaman berkompetisi di tingkat nasional juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan kapasitas mahasiswa. Para delegasi dituntut mampu mempersiapkan diri, bekerja dalam tim, mengelola tekanan kompetisi, serta tampil percaya diri membawa nama Universitas Bengkulu di tengah peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Capaian KOPMA Unib di JAMKOPNAS 2026 mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Bengkulu Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Agustin Zarkani, S.P, M.Si, Ph.D. Pimpinan Unib menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh delegasi KOPMA Unib atas prestasi yang berhasil ditorehkan dalam ajang nasional tersebut.
Prof. Agustin mengatakan, capaian yang diraih hendaknya tidak hanya dipandang sebagai prestasi kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas kader KOPMA Unib.
Menurutnya, pengalaman mengikuti JAMKOPNAS dapat menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri, mengembangkan kompetensi, serta membangun kepercayaan diri untuk berkiprah lebih luas.
Dengan capaian dan pengalaman yang diperoleh, KOPMA Unib diharapkan terus memperkuat kualitas kader, meningkatkan kompetensi, membangun solidaritas, dan memperluas jejaring kolaborasi. Lebih dari itu, kiprah di JAMKOPNAS 2026 menjadi pijakan untuk melahirkan kader-kader koperasi mahasiswa yang mampu membawa nama Universitas Bengkulu dan terus berkontribusi di tingkat nasional. [Laporan: Nursihati | Editor: Purna Herawan | Humas].