Koperasi Mahasiswa Universitas Bengkulu (KOPMA Unib) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tiga anggotanya yang tergabung dalam Tim Rafflesia Invicta berhasil meraih Juara 3 Lomba Esai Mahasiswa pada ajang Coop Education Festival (COUNFEST) 2026 yang diselenggarakan oleh Koperasi Mahasiswa Universitas Lampung (Kopma Unila).
Prestasi tersebut diraih melalui esai berjudul “Dari Transaksi ke Transformasi: KOPMA Unib sebagai Penggerak Ekonomi Digital Mahasiswa melalui EduLoop”. Karya ini mengangkat gagasan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat peran koperasi mahasiswa, sekaligus menawarkan solusi atas persoalan barang bekas yang masih memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.
Tim Rafflesia Invicta terdiri atas Asih Ove Afisa dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unib, sebagai ketua tim, serta Dia Ayu Yolanda dan Darma Hadi Prayitno dari Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB Unib sebagai anggota. Tim ini dibimbing oleh dosen FEB Unib, Ririn Nopiah, S.E, M.Sc.

EduLoop: Menghubungkan Ekonomi Digital dan Kepedulian Lingkungan
Gagasan EduLoop berangkat dari persoalan yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, yakni keberadaan barang-barang yang sudah tidak digunakan, seperti buku, pakaian, dan perangkat elektronik, tetapi masih memiliki nilai guna. Jika tidak dikelola dengan baik, barang-barang tersebut berpotensi menjadi sampah, padahal masih dapat dimanfaatkan oleh orang lain.
Melalui EduLoop, Tim Rafflesia Invicta menawarkan konsep platform digital yang mempertemukan mahasiswa sebagai penjual dan pembeli barang bekas yang masih layak pakai. Platform ini diharapkan memudahkan mahasiswa mendapatkan barang dengan harga terjangkau sekaligus membuka peluang memperoleh pendapatan tambahan dari barang yang tidak lagi digunakan.
Dengan konsep tersebut, EduLoop tidak sekadar menawarkan kemudahan transaksi, tetapi juga mendorong perubahan pola konsumsi mahasiswa agar lebih bijak dalam memanfaatkan barang. Barang yang tidak lagi dibutuhkan pemiliknya dapat memperoleh nilai ekonomi baru ketika digunakan oleh orang lain. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yaitu memperpanjang masa pakai produk, mengurangi potensi timbulan sampah, dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya.
Salah satu fitur unggulan yang diusulkan dalam EduLoop adalah Green Point, yakni sistem pemberian poin setiap kali transaksi dilakukan. Poin tersebut dirancang untuk dapat ditukarkan melalui KOPMA Unib sebagai pusat layanan EduLoop. Melalui fitur ini, aktivitas jual beli diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendorong partisipasi mahasiswa dalam praktik konsumsi yang lebih berkelanjutan.
Integrasi EduLoop dengan KOPMA Unib menjadi bagian penting dari gagasan tersebut. Koperasi mahasiswa tidak hanya diposisikan sebagai wadah kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai penghubung antara kebutuhan mahasiswa, pemanfaatan teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan demikian, koperasi berpeluang mengembangkan layanan yang lebih adaptif terhadap perubahan perilaku dan kebutuhan generasi muda.
Meski masih berupa gagasan yang diangkat dalam kompetisi esai, EduLoop menunjukkan bagaimana persoalan sehari-hari dapat dikembangkan menjadi ide inovasi yang menggabungkan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan teknologi. Apabila dikembangkan lebih lanjut, konsep ini berpotensi menjadi salah satu alternatif penguatan layanan koperasi mahasiswa di era digital.

Gagasan Inovatif dalam Kompetisi Nasional
Gagasan EduLoop selaras dengan tema Lomba Esai Mahasiswa COUNFEST 2026, yakni “Menata Ulang Peran Koperasi dalam Menjawab Tantangan Ekonomi Indonesia”, khususnya subtema transformasi digital koperasi. Melalui karya tersebut, tim berupaya menunjukkan bahwa koperasi mahasiswa dapat terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan anggotanya.
COUNFEST 2026 merupakan festival edukasi perkoperasian berskala nasional yang mengusung tema besar “Creating a Stronger Economy with Cooperative Innovation”. Kegiatan yang berlangsung pada 29 Agustus hingga 4 Oktober 2026 ini menghadirkan berbagai agenda edukasi dan kompetisi bagi pelajar serta mahasiswa untuk memperluas wawasan dan mendorong inovasi dalam pengembangan koperasi.
Lomba esai tersebut diikuti 55 tim dari kategori pelajar dan mahasiswa. Khusus kategori mahasiswa, sebanyak 24 tim dari 14 perguruan tinggi mengikuti kompetisi ini. Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya UIN Walisongo, BINUS University, Telkom University, Universitas Bengkulu, Universitas Sumatera Utara, IPB University, Universitas Lampung, Universitas Pamulang, UIN Raden Intan Lampung, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Negeri Makassar.
Tahapan kompetisi dimulai dengan pengumpulan karya pada 29 Agustus hingga 8 September 2026, dilanjutkan dengan penilaian pada 9–12 September 2026. Dari seluruh peserta, lima tim terbaik ditetapkan sebagai finalis untuk mempresentasikan gagasan mereka secara daring melalui Zoom Meeting.
Pada tahap final, peserta memaparkan karya di hadapan dua juri, yaitu Dr. Pujiati, S.Pd, M.Pd, dan Muhammad Irsad Maulana Khilman Asy-Syafi’i. Setelah melalui rangkaian penilaian, para pemenang diumumkan pada 4 Oktober 2026 sebagai bagian dari agenda awarding COUNFEST 2026.
Prestasi Mahasiswa dan Semangat Kampus Berdampak
Keberhasilan Tim Rafflesia Invicta meraih Juara 3 menjadi kebanggaan bagi KOPMA Unib sekaligus menambah rekam jejak prestasi mahasiswa Universitas Bengkulu di tingkat nasional. Pencapaian ini juga menunjukkan pentingnya organisasi kemahasiswaan sebagai ruang untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan analitis, kolaborasi, dan keberanian menyampaikan gagasan inovatif.
Lebih dari sekadar capaian dalam kompetisi, gagasan EduLoop mencerminkan upaya mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan dan kreativitas dengan kebutuhan nyata di lingkungan sekitarnya. Ide pemanfaatan barang bekas melalui platform digital membuka ruang bagi pengembangan solusi yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung kepedulian terhadap lingkungan.
Semangat tersebut sejalan dengan upaya Universitas Bengkulu dalam mendorong implementasi Kampus Berdampak, yaitu pengembangan pendidikan tinggi yang tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan, inovasi, dan kontribusi yang relevan bagi masyarakat.
Pimpinan Universitas Bengkulu turut mengapresiasi capaian tersebut. Melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Agustin Zarkani, S.P, M.Si, Ph.D, pimpinan Unib berharap prestasi KOPMA Unib dapat terus ditingkatkan dan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani berkompetisi, mengembangkan potensi diri, serta menghasilkan berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Capaian ini sejalan dengan komitmen Unib dalam mendorong pengembangan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. [Laporan: Asih | Editor: Purna Herawan | Humas].