UNIVERSITAS BENGKULU

Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan sekitar Universitas Bengkulu (Unib). Selasa sore (11/8/2026), suasana berbeda tampak di Jalan WR. Supratman, Kelurahan Kandang Limun. Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, turun langsung menyapa warga sekaligus membagikan dan memasang bendera Merah Putih di depan rumah serta tempat usaha masyarakat.

Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata turun langsung membantu pemasangan bendera Merah Putih di depan rumah dan toko warga di Jalan WR. Supratman.(foto:hms1)

Aksi sederhana tersebut menjadi bagian dari kepedulian Universitas Bengkulu dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat yang hidup dan beraktivitas di sekitar lingkungan kampus.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, ketika pembagian bendera lebih menyasar pegawai non-PNS, tenaga kebersihan, dan tenaga pengamanan (security) di lingkungan kampus, tahun ini Unib memperluas sasaran kepada masyarakat sekitar kampus yang belum memasang bendera Merah Putih.

Rektor tidak sekadar menyerahkan bendera. Bersama Plt. Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum (PKU) Unib, Mariyani, S.E, M.Ak, dan tim Rumah Tangga Unib, Rektor berjalan kaki dari Gedung Rektorat menuju kawasan Jalan WR. Supratman. Dari satu rumah ke rumah lainnya, mereka menyapa warga, menyerahkan bendera, hingga membantu memasangkannya.

Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata turun langsung membantu pemasangan bendera Merah Putih di depan rumah dan toko warga di Jalan WR. Supratman.(foto:hms1)

Langkah tersebut dilakukan setelah Rektor melihat masih terdapat sejumlah rumah dan tempat usaha masyarakat di sekitar kampus yang belum memasang bendera Merah Putih, padahal suasana peringatan kemerdekaan sudah semakin dekat.

“Bendera ini kami berikan kepada masyarakat yang belum memasang bendera. Ini bagian dari perhatian kita dan sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Rektor.

Bagi Unib, bendera Merah Putih bukan sekadar perlengkapan untuk menyambut hari kemerdekaan. Di balik kain merah dan putih yang berkibar, terdapat simbol perjuangan, persatuan, dan penghormatan terhadap sejarah panjang bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Karena itu, Rektor memilih untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berdiri sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir dan membangun kebersamaan bersama masyarakat di sekitarnya.

Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata turun langsung membantu pemasangan bendera Merah Putih di depan rumah dan toko warga di Jalan WR. Supratman.(foto:hms1)

Unib bahkan menyiapkan tiang bendera bagi warga yang membutuhkan. Ketika menemukan rumah atau ruko yang belum memiliki sarana untuk memasang bendera, Rektor dan tim Rumah Tangga tidak hanya menyerahkan bendera, tetapi turut membantu memasangkannya.

Momen sederhana itu pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Interaksi langsung antara Rektor, jajaran Unib, dan warga menciptakan suasana hangat. Tidak ada jarak antara pimpinan perguruan tinggi dan masyarakat. Yang hadir adalah semangat kebersamaan dalam menyambut hari bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bendera yang dipasang di depan rumah dan tempat usaha warga sore itu pun menjadi penanda bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti di lingkungan kampus. Merah Putih terus dibawa lebih dekat ke tengah masyarakat, menjadi simbol persatuan yang menyatukan kampus dan lingkungan sekitarnya.

Masyarakat menyambut baik aksi Rektor dan pegawai Unib membagikan dan ikut membantu pemasangan bendera Merah Putih di depan rumah dan toko warga .(foto:hms1)

Melalui kegiatan tersebut, Universitas Bengkulu berharap semakin banyak masyarakat turut mengibarkan Merah Putih dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari sekadar memeriahkan peringatan, pengibaran bendera diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa kemerdekaan harus terus diisi dengan semangat persatuan, kepedulian, gotong royong, dan karya-karya positif bagi bangsa.

Dari lingkungan Kampus Unib, semangat itu mulai dikibarkan. Satu bendera, satu rumah, dan satu kebersamaan untuk Indonesia. Merdeka! [Laporan: Arif | Editor: Purna Herawan | Humas].