UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola komunikasi publik yang profesional, adaptif, dan berdampak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Humas dan Protokol Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Humas dan Protokol Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Balai Serbaguna Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, pada 2–4 Juni 2026.

Wamendiktisaintek Prof. Dr. Fauzan, M.Pd saat membuka kegiatan Rakor Humas dan Protokol 2026.(foto:ist-dikti)

Dalam kegiatan berskala nasional tersebut, Universitas Bengkulu mengutus staf senior Humas Unib, Purna Herawan, A.Md, S.H, sebagai perwakilan institusi untuk mengikuti berbagai agenda strategis yang membahas penguatan komunikasi publik pendidikan tinggi di era transformasi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Rakor Nasional Humas dan Protokol 2026 diikuti sekitar 350 peserta yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta, 17 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), serta pelaksana fungsi humas di lingkungan Kemendiktisaintek. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.

Dalam laporannya, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco, menegaskan bahwa forum ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem kehumasan dan keprotokolan yang profesional, kolaboratif, serta mampu menjawab tantangan komunikasi publik yang semakin dinamis.

Wamendiktisaintek Prof. Fauzan saat memberikan apresiasi dan arahan kepada Humas dan Protokol.(foto:ist-dikti)

Menurut Prof. Badri, arus informasi yang bergerak sangat cepat menuntut insan humas dan protokol untuk terus beradaptasi. Humas tidak lagi sekadar berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga berperan strategis dalam membangun kepercayaan publik, menjaga reputasi institusi, serta memastikan berbagai kebijakan pemerintah dapat dipahami dan diterima secara tepat oleh masyarakat.

“Arus informasi yang bergerak semakin cepat dan kompleks menuntut fungsi kehumasan dan keprotokolan untuk terus beradaptasi. Di lingkungan pendidikan tinggi, humas dan protokol memegang peranan penting bukan hanya dalam menyampaikan informasi, tetapi juga dalam mengelola komunikasi secara strategis untuk membangun kepercayaan masyarakat dan menjaga reputasi institusi,” ujar Prof. Badri.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, mengapresiasi penyelenggaraan Rakor Nasional Humas dan Protokol 2026 yang dinilainya sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi dan menyelaraskan arah komunikasi publik pendidikan tinggi di Indonesia.

Para pimpinan Kemendiktisaintek saat menyampaikan materi kepada para Humas dan Protokol.(foto:ist-dikti)

Dalam sambutannya, Prof. Fauzan menegaskan bahwa pendidikan tinggi saat ini menghadapi tantangan sekaligus peluang besar di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Saat ini Kemdiktisaintek sedang menerjemahkan peran pendidikan tinggi, tidak hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pusat pendorong lahirnya kesejahteraan baru bagi masyarakat. Oleh karena itu, kampus sebagai problem solver akan melibatkan peran humas dan protokol yang sangat besar,” tegas Prof. Fauzan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa berbagai capaian perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat perlu dikomunikasikan secara lebih kuat dan strategis agar manfaatnya dapat dipahami publik secara luas. Di era digital saat ini, kemampuan komunikasi krisis juga menjadi kompetensi yang harus dimiliki oleh insan humas untuk menjaga kredibilitas dan reputasi institusi.

Para pimpinan Kemendiktisaintek foto bersama dengan peserta Rakor Humas dan Protokol 2026.(foto:ist-dikti)

Sebagai tuan rumah, Pelaksana Harian Rektor Universitas Indonesia, Prof. Ahmad Gamal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Menurutnya, forum ini menjadi pengingat bahwa keberadaan perguruan tinggi harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semangat yang hadir hari ini merupakan panggilan untuk memastikan seluruh kebijakan, pencapaian, dan kontribusi institusi pendidikan tinggi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dilaksanakan secara kredibel serta tepat sasaran,” ujarnya.

Selama pelaksanaan rakor, peserta memperoleh berbagai materi strategis yang disampaikan oleh para pimpinan Kemendiktisaintek, praktisi komunikasi, serta para pengelola humas perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Materi yang dibahas mencakup pengelolaan komunikasi publik pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak, komunikasi riset dan inovasi, penguatan sains dan teknologi nasional, transformasi kehumasan di era AI dan big data, hingga penguatan fungsi keprotokolan.

Pimpinan Kemendiktisaintek yang hadir dan menyampaikan materi antara lain Dirjen Dikti Prof. Khairul Munadi, Plt. Inspektur Jenderal Kemendiktisaintek Nur Syarifah, S.H, L.L.M, Dirjen Risbang Fauzan Adziman, Dirjen Sains dan Teknologi Ahmad Najib Burhani yang diwakili oleh Sekretaris Dirjen M. Samsuri, Plt. Kepala PPAPT Sandro Mihardi, Kepala Pusdatin Andika Fajar.

Para praktisi Humas dari UI, ITB dan IPB saat melakukan diskusi panel dengan peserta Rakor.(foto:ist-dikti)

Ketua Komisi Informasi Pusat, Humas Kepresidenen dan Penggiat Kehumasan saat menjadi narasumber pada diskusi panel rangkaian Rakor Humas dan Protokol Kemendiktisaintek 2026.(foto:ist-dikti)

Selain itu, peserta juga mengikuti sejumlah diskusi panel yang membahas pengelolaan komunikasi krisis, manajemen isu digital dan disinformasi, strategi komunikasi pemerintahan, serta inovasi keprotokolan institusi. Narasumber yang hadir berasal dari berbagai institusi strategis, antara lain Humas Universitas Indonesia, Humas Institut Teknologi Bandung, Humas Institut Pertanian Bogor, Komisi Informasi Pusat, Badan Komunikasi Pemerintah RI, Sekretariat Negara, hingga Bagian Protokol Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Pada akhir kegiatan, panitia turut mensosialisasikan pelaksanaan Anugerah Humas Diktisaintek (AHD) dan Anugerah Protokol Diktisaintek (APD) Tahun 2026 sebagai ajang apresiasi terhadap kinerja humas dan protokol perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Penyampaian materi tentang keprotokolan dan sosialisasi Anugerah Humas Diktisaintek serta Anugerah Protokol Diktisaintek 2026.(foto:ist-dikti)

Bagi Universitas Bengkulu, partisipasi dalam forum nasional ini menjadi langkah strategis untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang komunikasi publik sekaligus memperluas jejaring kerja sama antarperguruan tinggi. Berbagai pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik yang diperoleh selama rakor diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengelolaan komunikasi institusi yang semakin transparan, responsif, inovatif, dan berdampak.

Sejalan dengan semangat “Pendidikan Tinggi Berdampak” yang diusung Kemendiktisaintek, Humas Unib akan terus berupaya mengomunikasikan berbagai capaian, inovasi, prestasi, dan kontribusi sivitas akademika secara lebih luas kepada masyarakat. Melalui komunikasi publik yang terencana dan strategis, berbagai program pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama yang dilaksanakan Universitas Bengkulu diharapkan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan mendukung Unib sebagai perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing global, dan berdampak. [Laporan: Purna Herawan | Humas].