Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE, selaku Ketua Ikatan Alumni (IKAL) tingkat universitas, menghadiri Temu Alumni dalam rangka Dies Natalis ke-44 Universitas Bengkulu (Unib), yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus IKAL tingkat fakultas se-Unib, Sabtu (18/4/2026), di Gedung Serba Guna (GSG) Unib.



Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, saat memberikan arahan pada acara temu alumni Unib.(foto:hms1)
Mengusung tema “Sinergi Alumni Berdampak: Peluang dan Tantangan Kolaborasi Strategis Alumni Unib dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi dan peran strategis alumni dalam mendukung kemajuan almamater serta pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Helmi Hasan hadir bersama istrinya, Khairunisa, yang juga merupakan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unib.
Dalam sambutannya, Helmi menegaskan bahwa Unib merupakan “rahim intelektual” yang telah melahirkan puluhan ribu sumber daya manusia unggul. Para alumni kini tersebar dan berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, akademisi, hingga profesional di berbagai bidang, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Menurutnya, potensi besar tersebut harus dipandang secara realistis sebagai kekuatan kolektif yang dapat disinergikan untuk memberikan dampak nyata.
“Unib telah melahirkan puluhan ribu alumni. Jika sebagian kecil saja bergerak bersama dalam satu visi, dampaknya akan sangat besar bagi kemajuan Universitas Bengkulu dan pembangunan daerah,” ujarnya.



Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan sebagai Ketua IKAL Unib tingkat universitas ketika mengukuhkan Pengurus IKAL tingkat fakultas se-Unib.(foto:hms1)
Ia pun mengajak seluruh alumni untuk tidak sekadar menjadikan temu alumni sebagai ajang nostalgia, tetapi sebagai titik awal memperkuat kolaborasi dan kontribusi nyata.
Helmi juga menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater melalui integritas dan prestasi di dunia kerja. “Jangan hanya bangga menjadi alumni Unib, tetapi buatlah Universitas Bengkulu bangga melalui karya dan kontribusi kita di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pengembangan sumber daya manusia, Helmi Hasan mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu akan meluncurkan program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dengan skema serupa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
“Mulai tahun 2026, Pemprov Bengkulu akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu. Kita akan menghadirkan KIP-K daerah, bahkan dengan nilai bantuan yang berpotensi lebih besar dari program nasional,” jelasnya.
Pengukuhan IKAL Fakultas Perkuat Kelembagaan Alumni
Selain memberikan arahan, Helmi Hasan juga secara resmi mengukuhkan pengurus Ikatan Alumni (IKAL) tingkat fakultas se-Unib. Pengukuhan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat struktur kelembagaan alumni hingga ke tingkat fakultas.



Gubernur Bengkulu yang juga Ketua IKAL Unib tingkat universitas H. Helmi Hasan secara simbolis menyerahkan SK Pengurus IKAL tingkat fakultas se-Unib.(foto:hms1)
Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan surat keputusan dan penyerahan secara simbolis kepada perwakilan pengurus, di antaranya Wali Kota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi, S.E, MM, yang dipercaya sebagai Ketua IKAL Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unib.
Pengurus IKAL fakultas yang dikukuhkan berasal dari seluruh fakultas di lingkungan Unib, meliputi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Dengan dikukuhkannya kepengurusan IKAL di tingkat fakultas ini, diharapkan peran alumni semakin terorganisir, solid, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih terarah bagi pengembangan institusi.
Momentum temu alumni dan pengukuhan IKAL ini pun diharapkan menjadi awal penguatan jejaring alumni yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi motor penggerak kolaborasi strategis antara alumni, almamater, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak. [Purna Herawan | Humas].