UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) terus mendorong penguatan ekosistem akademik yang terhubung dengan kebutuhan pembangunan dan dunia kerja. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) melalui penguatan sinergi dan kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu beserta BPS kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

Flayer kegiatan.(foto:ist)

Kolaborasi ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan data dalam mendukung proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas ruang belajar mahasiswa agar semakin dekat dengan praktik profesional di bidang statistika.

Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan kuliah umum sekaligus penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FMIPA Unib dengan BPS Provinsi Bengkulu, BPS Kota Bengkulu, BPS Kabupaten Bengkulu Tengah, dan BPS Kabupaten Bengkulu Utara. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Utama Dekanat FMIPA Unib, Kamis (27/8/2026), dan diikuti dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Program Studi Statistika FMIPA Unib.

Dekan FMIPA Unib, Prof. Dr. Sal Prima Yudha, S.Si, M.Si, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa kemitraan dengan BPS memiliki nilai strategis bagi penguatan pendidikan statistika. Menurutnya, perguruan tinggi dan lembaga penyedia data resmi negara memiliki ruang kolaborasi yang luas untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan.

“Kerja sama ini penting karena mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga perlu berhadapan langsung dengan data dan persoalan nyata yang berkembang di masyarakat,” ujar Prof. Sal Prima Yudha.

Dekan FMIPA Unib, Prof. Dr. Sal Prima Yudha, S.Si, M.Si saat menyampaikan sambutan.(foto:ist-arif)

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran BPS yang selama ini telah membuka ruang bagi mahasiswa FMIPA Unib, khususnya mahasiswa Program Studi Statistika, untuk mengikuti berbagai program magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi mahasiswa sekaligus menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia kerja. “Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, kami berharap mahasiswa memperoleh pengalaman yang semakin kuat, sementara BPS juga dapat memperoleh dukungan akademik dan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi statistika,” tambahnya.

Perkuat Payung Kolaborasi Akademik

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, FMIPA Unib bersama empat satuan kerja BPS di Provinsi Bengkulu secara resmi menandatangani PKS.

Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FMIPA Unib bersama Kepala BPS Provinsi Bengkulu Ir. Win Rizal, M.E, Kepala BPS Kota Bengkulu Dr. Iin Inayati, S.S.T, M.M, Kepala BPS Kabupaten Bengkulu Tengah Cornelius, S.S, M.M, dan Kepala BPS Kabupaten Bengkulu Utara Rialdo Eka Putera, S.E, M.Si.

Penandatanganan PKS antara FMIPA Unib dengan BPS Provinsi Bengkulu.(foto:ist-arif)

PKS tersebut menjadi payung hukum untuk memperkuat implementasi kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari itu, kerja sama ini diharapkan membuka semakin banyak ruang kolaborasi yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, BPS, dan masyarakat.

Bagi Program Studi Statistika FMIPA Unib, kemitraan tersebut juga menjadi momentum untuk memperluas akses mahasiswa terhadap data, metodologi, pengalaman lapangan, serta persoalan-persoalan aktual yang membutuhkan pendekatan statistika.

Dengan demikian, pembelajaran statistika tidak berhenti pada penguasaan konsep dan metode, tetapi berkembang menjadi kemampuan membaca data, mengolah informasi, menarik kesimpulan, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan.

Penandatanganan PKS antara FMIPA Unib dengan BPS Kota Bengkulu, BPS Kabupaten Bengkulu Tengah, dan BPS Kabupaten Bengkulu Utara. (foto:ist-arif)

Bekali Mahasiswa Hadapi Sensus Ekonomi 2026

Setelah penandatanganan PKS, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum yang menghadirkan Kepala BPS Provinsi Bengkulu Ir. Win Rizal, M.E, sebagai narasumber. Kuliah umum dimoderatori oleh Dosen Program Studi Statistika FMIPA Unib, Firdaus, S.Si, M.Stat.

Mengangkat tema “Peran Statistika dalam Mendukung Sensus Ekonomi 2026 dan Pembangunan Ekonomi Berbasis Data: Statistika untuk Transformasi Ekonomi”, kuliah umum memberikan perspektif kepada mahasiswa mengenai posisi strategis statistika dalam penyediaan data untuk pembangunan ekonomi.

Dalam pemaparannya, Ir. Win Rizal menekankan pentingnya kontribusi ilmu statistika dan peran generasi muda, khususnya calon statistikawan, dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu Ir. Win Rizal saat menyampaikan kuliah umum.(foto:ist-arif)

Menurutnya, data yang akurat dan terpercaya merupakan fondasi penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Karena itu, proses pengumpulan, pengolahan, analisis, hingga penyajian data membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi statistika sekaligus memahami konteks persoalan yang dihadapi masyarakat dan perekonomian.

“Pembangunan ekonomi yang efektif dan tepat sasaran membutuhkan data yang akurat, terpercaya, dan dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan,” jelasnya.

Ia juga mendorong mahasiswa Statistika FMIPA Unib untuk melihat perkembangan kebutuhan data sebagai peluang untuk mengembangkan kompetensi dan mengambil peran dalam pembangunan.

Bagi mahasiswa, kuliah umum ini tidak sekadar menjadi ruang untuk menambah wawasan, tetapi juga mempertemukan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata dalam penyelenggaraan statistik dan pembangunan.

Dari Ruang Kelas ke Data untuk Pembangunan

Kolaborasi FMIPA Unib dengan BPS diharapkan terus berkembang menjadi kerja sama yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi menghasilkan berbagai program yang berdampak.

Foto bersama Dekan FMIPA Unib berserta jajaran, Kepala BPS Provinsi dan Kepala BPS Kabupaten/Kota, serta para dosen dan mahasiswa Prodi Statistika FMIPA Unib.(foto:ist-arif)

Melalui akses terhadap pengalaman lapangan, data, praktik profesional, dan jejaring kelembagaan BPS, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi dunia kerja sekaligus memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan pembangunan yang dapat dijawab melalui pendekatan berbasis data.

Pada saat yang sama, dosen dan peneliti FMIPA Unib memiliki peluang lebih luas untuk mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan daerah, sementara hasil-hasil kajian akademik dapat diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap penguatan kualitas data dan perumusan kebijakan pembangunan.

Sinergi tersebut menegaskan peran perguruan tinggi sebagai bagian dari ekosistem pembangunan, bukan hanya sebagai ruang pembelajaran, tetapi juga sebagai mitra dalam menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan sumber daya manusia yang mampu bekerja dengan data untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, FMIPA Unib dan BPS diharapkan dapat terus membangun ekosistem statistika yang semakin kuat di Bengkulu, sekaligus menyiapkan generasi muda yang tidak hanya melek data, tetapi mampu mengubah data menjadi pengetahuan dan pengetahuan menjadi dasar bagi keputusan pembangunan yang lebih tepat dan berdampak. [Laporan: Arif Ismul Hadi| Editor: Purna Herawan | Humas].