Universitas Bengkulu (Unib) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan internasionalisasi pendidikan tinggi melalui berbagai program kolaborasi dengan perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Salah satu program yang menjadi unggulan adalah Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ASEAN yang diselenggarakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unib sebagai wahana meningkatkan kompetensi global mahasiswa calon pendidik sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional secara berkelanjutan.



Dua mahasiswa FKIP Unib, Herin Azizah dan Roselind Kafka Larasati, saat melaksanakan program PPL ASEAN di Filipina.(foto:ist-Herin)
Selain mengembangkan kerja sama pertukaran dosen, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri, FKIP Unib secara konsisten mengoptimalkan Program PPL ASEAN sebagai bagian dari implementasi visi Universitas Bengkulu dalam membangun pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing global, dan adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan internasional.
Hal tersebut disampaikan Dekan FKIP Unib, Abdul Rahman, Ph.D, melalui Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Dr. Rio Kurniawan, M.Pd, kepada Tim Humas Unib, Jumat (26/6/2026).
Dr. Rio menjelaskan bahwa Program PPL ASEAN merupakan agenda tahunan FKIP Unib yang dilaksanakan dalam kerangka Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) melalui SEA-Teacher Program, yaitu program mobilitas mahasiswa kependidikan di kawasan Asia Tenggara yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melaksanakan praktik mengajar di luar negeri.
Menurutnya, program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas calon guru melalui pengalaman mengajar lintas negara, memperkuat kompetensi pedagogik bertaraf internasional, memperluas wawasan global, serta menumbuhkan pemahaman terhadap keberagaman budaya dan sistem pendidikan di kawasan Asia Tenggara.
“Program ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan tinggi yang mendorong mahasiswa memiliki perspektif global dalam praktik pendidikan sekaligus memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara,” ujar Dr. Rio.



Dua mahasiswa FKIP Unib, Herin Azizah dan Roselind Kafka Larasati, saat melaksanakan program PPL ASEAN di Filipina.(foto:ist-Herin)
Ia menambahkan, pengalaman praktik mengajar di sekolah-sekolah mitra luar negeri memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi pedagogik dalam lingkungan pendidikan yang memiliki karakteristik peserta didik, budaya akademik, dan sistem pembelajaran yang berbeda.
Pengalaman tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik dan profesional mahasiswa, tetapi juga membentuk kemampuan komunikasi internasional, keterampilan beradaptasi di lingkungan multikultural, serta sikap profesional yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan global.
Bagi Universitas Bengkulu, khususnya FKIP, program ini juga memberikan kontribusi strategis dalam memperkuat implementasi internasionalisasi pendidikan tinggi, memperluas jaringan kemitraan akademik di kawasan Asia Tenggara, sekaligus meningkatkan reputasi institusi di tingkat regional maupun internasional.
“Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa peserta, tetapi juga berdampak positif terhadap penguatan kerja sama pendidikan antar-institusi di Asia Tenggara serta peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan,” tambahnya.



Dua mahasiswa FKIP Unib, Herin Azizah dan Roselind Kafka Larasati, saat melaksanakan program PPL ASEAN di Filipina.(foto:ist-Herin)
Program PPL ASEAN dikoordinasikan oleh Perti Rosanda, S.Pd, M.A sebagai dosen pembimbing. Dalam pelaksanaannya, FKIP Unib berperan sebagai sending institution yang bertanggung jawab melakukan seleksi peserta, pembekalan akademik dan budaya, pengurusan administrasi keberangkatan, koordinasi dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri, hingga pendampingan akademik selama program berlangsung.
Di sisi lain, FKIP Unib juga menerima mahasiswa asing dari berbagai universitas mitra untuk melaksanakan praktik mengajar di sekolah-sekolah mitra di Indonesia melalui skema reciprocal exchange. Skema ini menjadi bentuk nyata kolaborasi akademik yang saling menguntungkan sekaligus memperkuat diplomasi pendidikan di kawasan Asia Tenggara.
Pada pelaksanaan SEA-Teacher Program Tahun 2026, FKIP Unib bekerja sama dengan FEU Roosevelt, Filipina, sebagai host university dengan menerima dua mahasiswa untuk melaksanakan praktik mengajar di Bengkulu. Selain itu, FKIP Unib juga melanjutkan kerja sama dengan institusi pendidikan di Malaysia dan Thailand melalui pengiriman mahasiswa untuk mengikuti praktik mengajar serta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional.
“Tahun ini kita mengirimkan tujuh mahasiswa ke Sanggar Belajar Binaan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di Malaysia dan dua mahasiswa ke Sangkhon Islam Wittaya School di Thailand. Sebelumnya, kita juga telah bekerja sama dengan University of Santo Tomas di Filipina dengan mengirimkan dua mahasiswa, sekaligus menerima dua mahasiswa dari College of Education University of Santo Tomas untuk melaksanakan program serupa di Bengkulu,” jelas Dr. Rio.



Dua mahasiswa FKIP Unib, Herin Azizah dan Roselind Kafka Larasati, saat melaksanakan program PPL ASEAN di Filipina.(foto:ist-Herin)
Seluruh peserta ditempatkan di sekolah mitra sesuai bidang keahlian masing-masing dengan pendampingan guru pembimbing di sekolah dan dosen pembimbing dari universitas asal. Melalui pola pertukaran timbal balik tersebut, Program PPL ASEAN tidak hanya menjadi media praktik kependidikan internasional, tetapi juga memperkuat kolaborasi akademik, diplomasi pendidikan, serta implementasi nyata internasionalisasi pendidikan tinggi yang berdampak pada peningkatan kualitas lulusan dan reputasi institusi.
Berdasarkan data dihimpun Tim Humas Unib, mahasiswa FKIP Unib yang mengikuti Program PPL ASEAN Tahun 2025–2026 terdiri atas Herin Azizah (Pendidikan Matematika) dan Roselind Kafka Larasati (Pendidikan Bahasa Inggris) yang melaksanakan program di Filipina; Alifah Jilan Syakira, Gita Senecca Rigen, Filia Azra Putri, dan Riska Elebin dari Program Studi Pendidikan Nonformal, Rizki Rahmanda Putri (Pendidikan Biologi), Alya Rahmadhani (Pendidikan IPA), serta Alifah Nabillah (PGSD) yang melaksanakan program di Malaysia; kemudian Revania (Pendidikan Bahasa Inggris) dan Muhammad Gading Alfero (PGSD) yang menjalankan PPL ASEAN di Thailand.




Dekan dan Wakil Dekan, serta mahasiswa FKIP Unib menyambut antusias kehadiran dua mahasiswa dari FEU Roosevelt – Filipina yang melaksanakan PPL ASEAN di Bengkulu.(foto:ist-rio)
Sementara itu, mahasiswa asing yang mengikuti Program PPL ASEAN di FKIP Unib berasal dari University of Santo Tomas, Filipina, yaitu Hakamiah Hahn B. Iglesia dan Bustamante Maria Zaira B dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, serta Manuelito Carbon dan Ivan Anthony Dejesica dari Program Studi Pendidikan Matematika FEU Roosevelt, Filipina.
Menutup keterangannya, Dr. Rio menegaskan bahwa Program PPL ASEAN akan terus dikembangkan sebagai salah satu program unggulan FKIP Unib dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi.
“Program ini memberikan manfaat yang sangat besar, baik bagi mahasiswa, sekolah mitra, perguruan tinggi, maupun penguatan kerja sama pendidikan di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, Program PPL ASEAN akan terus kami optimalkan sebagai langkah strategis mewujudkan internasionalisasi perguruan tinggi yang berkelanjutan,” pungkasnya. [Purna Herawan | Humas].



Dekan dan Wakil Dekan, serta mahasiswa FKIP Unib menyambut antusias kehadiran dua mahasiswa dari University of Santo Tomas, Filipina, yang melaksanakan PPL ASEAN di Bengkulu.(foto:ist-rio)