Skip to main content

UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unib berhasil meraih Juara I sekaligus penghargaan Best Paper dalam cabang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) UIN Law Fair IX 2026 yang memperebutkan Piala Bergilir Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia.

Prestasi tersebut diraih Tim RADELRS yang beranggotakan empat mahasiswa FH Unib, yakni Alfindo Andry Saputra, Salwa Aulia, Azifah Syaqila Ravadina Suhendra, dan Achmad Theo Irsyad. Tim ini dibimbing oleh dosen FH Unib, Dr. Zico Junius Fernando, S.H, M.H.

Dalam kompetisi yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, Tim Ashbourne tampil dengan gagasan kritis dan inovatif melalui karya ilmiah berjudul “Rekonstruksi Imunitas Investor Patriot Bond Melalui Investment Immunity Constitutional Test Berbasis Prinsip Antiimpunitas dan Akuntabilitas Berbasis Risiko.”

Karya tersebut mengangkat isu pembaruan hukum terkait mekanisme perlindungan dan akuntabilitas investor dalam instrumen Patriot Bond. Melalui gagasan Investment Immunity Constitutional Test, Tim RADELRS menawarkan suatu formulasi pengujian konstitusionalitas terhadap imunitas hukum investor dengan mengedepankan prinsip antiimpunitas dan akuntabilitas berbasis risiko.

Gagasan ini menekankan pentingnya keseimbangan antara perlindungan hukum bagi investor guna menciptakan kepastian dan iklim investasi yang kondusif dengan tetap menjamin akuntabilitas serta penegakan hukum yang berkeadilan. Dengan pendekatan tersebut, perlindungan terhadap investor tidak semestinya menjadi ruang bagi pengabaian tanggung jawab hukum.

Keberhasilan Tim RADELRS meraih dua penghargaan sekaligus menjadi bukti kemampuan mahasiswa FH Unib dalam mengembangkan pemikiran kritis, menyusun argumentasi hukum, serta menawarkan solusi terhadap persoalan hukum dan ketatanegaraan yang berkembang. Capaian ini juga tidak terlepas dari bimbingan intensif dosen pembimbing serta dukungan Fakultas Hukum dan Universitas Bengkulu dalam mendorong pengembangan prestasi dan budaya akademik mahasiswa.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari pimpinan Universitas Bengkulu. Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Agustin Zarkani, S.P, M.Si, Ph.D, menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga atas keberhasilan mahasiswa FH Unib beserta dosen pembimbing.

“Saya mewakili pimpinan Unib mengucapkan selamat dan merasa bangga atas prestasi yang diraih adik-adik mahasiswa FH Unib ini. Semoga capaian ini dapat memotivasi seluruh mahasiswa Unib untuk terus berinovasi, berkarya, dan mengharumkan nama almamater di kancah nasional maupun internasional,” ujarnya.

UIN Law Fair IX, Ruang Adu Gagasan Mahasiswa Hukum

UIN Law Fair IX diselenggarakan oleh Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada 23–25 Oktober 2026. Mengusung tema “Reorientasi Bernegara di Tengah Ketidakpastian Geopolitik, Perekonomian Global, dan Krisis Kemanusiaan,” kegiatan ini menghadirkan kompetisi debat dan karya tulis ilmiah yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Ajang tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa hukum untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, memperkuat argumentasi, serta menguji gagasan dalam merespons berbagai persoalan hukum, ketatanegaraan, dan dinamika global. Lebih dari sekadar kompetisi, UIN Law Fair juga menjadi wadah pertukaran perspektif dan pengembangan tradisi akademik di kalangan mahasiswa hukum.

Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum UIN Jakarta, Daffa Aradhana Wiesmar, sebagaimana dilansir Hukumonline.com, menegaskan bahwa UIN Law Fair tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang pertemuan gagasan dan pertukaran perspektif antarmahasiswa.

“UIN Law Fair bukan sekadar perlombaan, tapi sebuah ruang yang menemukan sebuah gagasan, pertukaran perspektif, dan pembelajaran kita sebagai mahasiswa hukum,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).

Dalam pengumuman hasil kompetisi, Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih gelar juara umum UIN Law Fair IX sekaligus membawa pulang Piala Bergilir Mahkamah Konstitusi. Pada cabang debat, Tim Vortex dari Universitas Airlangga meraih Juara I, disusul Tim Eclipse dari Universitas Andalas sebagai Juara II dan Tim Horizon dari UGM sebagai Juara III.

Sementara itu, pada cabang LKTI, Tim RADELRS dari Universitas Bengkulu berhasil menempati posisi tertinggi sebagai Juara I sekaligus meraih penghargaan Best Paper. Tim Honoris dari Universitas Padjadjaran menempati posisi Juara II, sedangkan Tim Sentinel dari Universitas Muria Kudus meraih Juara III. Adapun Harapan I diraih Tim Valemont dari Universitas Padjadjaran dan Harapan II diraih Tim Ainsworth dari UGM.

Capaian ini semakin memperkuat komitmen Universitas Bengkulu dalam membangun budaya akademik, meningkatkan daya saing mahasiswa, serta melahirkan generasi muda yang mampu menghasilkan gagasan inovatif dan berkontribusi bagi pengembangan hukum di Indonesia. [Laporan: Agustin | Editor: Purna Herawan | Humas].