Smartphone yang selama ini lebih banyak digunakan untuk berkomunikasi dan mengakses informasi ternyata dapat dimanfaatkan menjadi bagian dari laboratorium pembelajaran. Melalui aplikasi Phyphox, berbagai sensor yang tertanam di dalam smartphone dapat digunakan untuk melakukan pengukuran dan eksperimen sederhana, termasuk dalam pembelajaran fisika.

Potensi tersebut diperkenalkan tim dosen dan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (Unib) kepada guru dan siswa SMA Negeri 4 Bengkulu melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Mandiri yang dilaksanakan pada Juni 2026 lalu.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Smartphone Melalui Aplikasi Phyphox sebagai Laboratorium Digital Interaktif di SMA” ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus upaya Unib mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan mudah diakses.
Tim PkM dipimpin Dr. Rosane Medriati, M.Pd, dengan anggota dosen Desy Hanisa Putri, S.Pd, M.Si dan Ladia Lestari, S.Pd, M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, Muhamad Febbarianda Eka Putra, Muhammad Zacky Ramadhan, dan Irfan Hafishbulla.
Melalui pelatihan tersebut, tim memperkenalkan Phyphox sebagai salah satu alternatif laboratorium digital yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran fisika. Aplikasi ini memanfaatkan sensor yang tersedia pada smartphone, seperti sensor gerak dan sensor lainnya, untuk melakukan pengukuran dalam berbagai eksperimen fisika.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan praktikum tidak selalu harus bergantung pada peralatan laboratorium konvensional. Smartphone yang berada di tangan siswa dapat dikembangkan menjadi perangkat eksperimen yang memungkinkan mereka mengamati, mengukur, mengolah, dan memahami fenomena fisika secara lebih langsung.

Belajar Fisika Melalui Eksperimen
Pelaksanaan pelatihan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi. Peserta juga diajak mengikuti demonstrasi penggunaan aplikasi, praktik langsung, serta diskusi interaktif agar dapat memahami cara kerja dan penerapan Phyphox dalam pembelajaran.
Pada sesi praktik, guru dan siswa diberi kesempatan mencoba berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi tersebut. Mereka kemudian menggunakannya untuk melakukan eksperimen sederhana yang berkaitan dengan konsep-konsep fisika.
Pendekatan praktik ini membuat peserta tidak sekadar mengenal aplikasi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi smartphone dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran. Data hasil pengukuran yang diperoleh dari eksperimen dapat menjadi bahan bagi siswa untuk mengamati suatu fenomena dan menghubungkannya dengan konsep fisika yang dipelajari di kelas.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Guru dan siswa aktif mengikuti sesi praktik serta berdiskusi mengenai berbagai kemungkinan pemanfaatan Phyphox dalam pembelajaran fisika.
Bagi guru, pengenalan teknologi ini membuka alternatif dalam merancang aktivitas praktikum yang lebih fleksibel. Sementara bagi siswa, penggunaan smartphone sebagai perangkat eksperimen memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan teknologi yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Mendorong Pembelajaran Sains Berbasis Teknologi
Kegiatan PkM ini diharapkan tidak berhenti pada pengenalan aplikasi, tetapi dapat mendorong pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran di sekolah.
Tim PkM berharap guru dan siswa SMA Negeri 4 Bengkulu dapat mengoptimalkan smartphone sebagai media pembelajaran, bukan hanya sebagai sarana komunikasi dan akses informasi, tetapi juga sebagai perangkat pendukung eksperimen dan pembelajaran sains.
Pemanfaatan teknologi sederhana seperti Phyphox juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran fisika yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Dengan memanfaatkan perangkat yang relatif mudah dijumpai dan dimiliki siswa, pembelajaran dapat diarahkan agar semakin aktif, eksploratif, dan berbasis pengalaman.
Melalui kegiatan pengabdian tersebut, Unib terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah sekaligus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang dapat memberikan manfaat nyata bagi guru dan siswa. [Laporan: Tim LPPM | Editor: Purna Herawan | Humas].