UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Seluma dalam mendorong pengembangan potensi perikanan lokal melalui inovasi pengolahan, peningkatan nilai tambah, dan perluasan pemasaran produk. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan tiga dosen Unib bersama Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto, di Kantor Bupati Seluma, 7 Oktober 2026.

Tiga dosen yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Selly Ratna Sari, S.Pi, M.Si, Woki Bilyaro, S.Pt, M.Si, dan Nella Tri Agustini, S.Kel, M.Si, bersama sejumlah mahasiswa Universitas Bengkulu. Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Bidang Penguatan Produk Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Seluma.

Tim Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian Unib foto bersama dengan Wakil Bupati Seluma.(foto:ist-doc)

Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Seluma. Salah satu agenda utamanya adalah podcast interaktif yang membahas strategi pengembangan produk perikanan daerah, termasuk inovasi pengolahan, peningkatan kualitas produk, serta peluang memperluas jangkauan pemasaran.

Melalui diskusi tersebut, dosen dan mahasiswa Unib berbagi pandangan mengenai pentingnya penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan. Potensi sumber daya lokal dinilai dapat dikembangkan lebih optimal apabila didukung inovasi pengolahan, pengemasan yang lebih baik, serta strategi pemasaran yang mampu menjangkau konsumen di luar wilayah produksi.

Dalam kesempatan itu, tim Unib juga mendiseminasikan hasil pengabdian kepada masyarakat mengenai hilirisasi dan penerapan inovasi teknologi pada produk perikanan di Kabupaten Seluma yang telah dilaksanakan pada Juli 2026.

Wakil Bupati Seluma mengapresiasi keterlibatan akademisi dan mahasiswa Unib dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya pengembangan sektor perikanan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus diperkuat melalui kegiatan penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat bagi nelayan, kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan, serta pelaku usaha lokal.

Pertemuan ini sekaligus membuka ruang bagi pengembangan kerja sama yang lebih berkelanjutan antara Unib dan Pemerintah Kabupaten Seluma. Dengan dukungan keilmuan, inovasi teknologi, dan kebijakan pemerintah daerah, potensi perikanan lokal diharapkan dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu meningkatkan daya saing usaha masyarakat.

Tim Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian Unib foto bersama usai melakukan podcast interaktif di Kantor Bupati Seluma .(foto:ist-doc)

Diseminasi Inovasi Pengolahan Hasil Perikanan

Salah satu bentuk kontribusi Unib dalam mendukung pengembangan sektor perikanan Seluma diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Pasar Seluma pada 9 Juli 2026. Program yang diketuai Selly Ratna Sari tersebut melibatkan Woki Bilyaro dan Nella Tri Agustini sebagai anggota tim, serta 21 mahasiswa melalui skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

Mengusung tema “Inovasi Agroindustri Perikanan Terpadu: Optimalisasi Sumber Daya Lokal Perairan Pertanian melalui Teknologi Pengawetan dan Hilirisasi pada Poklahsar Desa Pasar Seluma”, program ini berfokus pada peningkatan daya simpan, kualitas, dan nilai tambah produk perikanan lokal.

Pendampingan dilakukan terhadap dua kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar), yakni Poklahsar Perikanan Nusantara Seluma yang dipimpin Pinda Fitria, S.Pd.I., serta Poklahsar Seluma City Mandiri yang dipimpin Maryanti.

Poklahsar Perikanan Nusantara Seluma didampingi dalam pengembangan produk ikan asap dan ikan kering melalui teknologi pengawetan yang lebih modern dan higienis. Sementara itu, Poklahsar Seluma City Mandiri didorong mengembangkan diversifikasi produk, seperti stik ikan kaya antioksidan dan abon ikan yang dikombinasikan dengan nangka sebagai bahan pangan lokal bernilai tambah.

Tim Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian Unib saat melakukan pengabdian masyarakat tentang hilirisasi dan inovasi teknologi pengolahan produk perikanan di Kabupaten Seluma.(foto:ist-doc)

Menurut Selly Ratna Sari, salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir adalah tingginya risiko kerusakan ikan segar akibat keterbatasan teknologi pengolahan dan penyimpanan. Untuk menjawab persoalan tersebut, tim memperkenalkan teknologi pengawetan dengan memanfaatkan bahan-bahan seperti gambir, kecombrang, kitosan, karagenan, dan asap cair.

“Kami mengintroduksi penggunaan bahan alami hasil kombinasi pertanian dan perikanan seperti gambir, kecombrang, kitosan, karagenan, dan asap cair untuk menghambat pertumbuhan bakteri perusak pada produk olahan ikan. Dengan teknologi ini, umur simpan produk dapat meningkat tanpa mengurangi kualitas dan keamanan pangan,” ujar Selly.

Tim juga menyerahkan sejumlah peralatan teknologi tepat guna, antara lain vacuum sealer, lemari asap portabel, food dehydrator, mesin penggiling adonan, dan spinner peniris minyak. Peralatan tersebut diharapkan mendukung peningkatan kapasitas produksi dan konsistensi mutu produk olahan perikanan.

Selain pengolahan, pendampingan mencakup pengembangan kemasan modern dengan informasi produk dan kandungan gizi. Upaya ini ditujukan untuk memperkuat identitas produk sekaligus meningkatkan daya tariknya di pasar.

Perluas Pemasaran melalui Penguatan Identitas Produk

Pengembangan produk perikanan juga disertai pendampingan pemasaran digital dan peningkatan kreativitas visual. Langkah ini dilakukan untuk membantu kelompok mitra mengatasi keterbatasan pemasaran yang selama ini masih berpusat di lingkungan desa dan mengandalkan promosi dari mulut ke mulut.

Ibu-ibu anggota Poklahsar hasil perikanan di Desa Pasar Seluma menunjukkan Produk Ikan Kemasan hasil pembinaan Tim Dosen dan Mahasiswa Unib.(foto:ist-doc)

Dalam pelatihan pemasaran digital, tim Unib memperkenalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi yang relatif efisien dan dapat menjangkau calon konsumen lebih luas. Pendampingan diarahkan pada pengelolaan akun Instagram, TikTok, dan Facebook, termasuk akun Instagram @seluma_bahari_rasa dan akun pendukung inovasi perikanan @inofishery.id.

Produk yang dikembangkan untuk dipasarkan menggunakan merek SABARA (Seluma Bahari Rasa), meliputi abon ikan, ikan asap, ikan kering, dan stik ikan.

Untuk mendukung promosi, tim dosen dan mahasiswa KKN Tematik Unib juga mengadakan pelatihan penggunaan Canva bertajuk “Canva Penunjang Digital Marketing”. Kegiatan ini diikuti 25 peserta dari kalangan anggota kedua Poklahsar dan pemuda Karang Taruna.

Para peserta mendapatkan pendampingan praktis untuk menyusun katalog dan pamflet penjualan serta membuat materi visual yang lebih menarik. Mereka juga dibimbing mengoptimalkan profil akun bisnis agar dapat berfungsi sebagai etalase digital bagi produk yang dikembangkan.

Rangkaian pendampingan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan produk perikanan tidak cukup hanya melalui inovasi pengolahan, tetapi juga perlu disertai penguatan kemasan, identitas merek, dan strategi pemasaran. Pendekatan terpadu ini diharapkan membantu kelompok usaha meningkatkan daya saing dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

Bagi Universitas Bengkulu, kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Seluma dan pendampingan kelompok usaha masyarakat merupakan bagian dari pelaksanaan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah. Melalui sinergi pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat, ilmu pengetahuan serta inovasi diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ekonomi lokal. [Laporan: Selly | Editor: Purna Herawan | Humas].