Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (Unib) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan Provinsi Bengkulu resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dalam mewujudkan paradigma Diktisaintek Berdampak.



Kegiatan penandatanganan PKS antara Fisip Unib dengan BKKBN Bengkulu diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan diakhiri dengan foto bersama.(foto:ist-arif)
Penandatanganan PKS tersebut berlangsung di Ruang Internasional Gedung Laboratorium Terpadu FISIP Unib, Rabu (28/1/2026), dan disaksikan langsung oleh Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si.
Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Dekan FISIP Unib, Prof. Dr. Sugeng Suharto, M.M, M.Si, dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H, M.H, serta diketahui oleh Rektor Unib sebagai bentuk komitmen institusional dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan kependudukan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, dan Ketua Program Studi di lingkungan FISIP Unib, serta pimpinan fakultas lain di lingkungan Unib, di antaranya Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unib dr. Rosaria Indah, M.Sc, Ph.D, dan Dekan Fakultas Hukum Unib Dr. M. Yamani, S.H, M.Hum.



Dekan Fisip Unib Prof. Sugeng Suharto dan Kepala BKKBN Bengkulu Zamhari ketika menyampaikan sambutan dan saling memberi plakat institusi sebagai cindera mata. (foto:ist-arif)
Dalam sambutannya, Dekan FISIP Unib, Prof. Sugeng Suharto, menjelaskan bahwa kerja sama ini difokuskan pada peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan BKKBN Provinsi Bengkulu, khususnya melalui penguatan akses pendidikan lanjutan pada Program Pascasarjana (S2) Magister Kesejahteraan Sosial FISIP Unib.
Menurutnya, kolaborasi ini sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, di mana perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
“Kami mengapresiasi kepercayaan BKKBN Provinsi Bengkulu kepada FISIP Unib. Kerja sama ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan SDM aparatur yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, sehingga hasil pendidikan benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Prof. Sugeng.



Prosesi penandatanganan dokumen perjanjian kerjasama Fisip Unib dan BKKBN Bengkulu.(foto:ist-arif)
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan Unib menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM BKKBN, khususnya dalam menghadapi tantangan isu kependudukan dan pembangunan keluarga di daerah.
“Pembukaan kelas kerja sama ini merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kompetensi pegawai BKKBN. Melalui pendidikan lanjutan, kami berharap para pegawai memiliki kemampuan analisis dan kebijakan yang lebih kuat dalam menjalankan program kependudukan. Kerja sama ini akan terus kami kembangkan ke depan,” jelasnya.
Usai penyampaian sambutan dan penjelasan maksud serta tujuan kerja sama, penandatanganan PKS dilakukan dan dikukuhkan dengan kesaksian Rektor Unib. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun kolaborasi pendidikan tinggi yang berdampak dan berkelanjutan. [Laporan: Arif Hidayat | Editor: Purna Herawan | Humas].