UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) terus mematangkan langkah pengembangan pendidikan kefarmasian melalui pendirian Apotek Pendidikan Universitas Bengkulu. Sebagai bagian dari proses tersebut, Unib menerima visitasi dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu untuk menilai dan memverifikasi kesiapan fasilitas yang akan mendukung penyelenggaraan pendidikan dan praktik kefarmasian, Rabu (9/9/2026).

Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata dan Dekan FMIPA Unib Prof. Sal Primayudha saat menyambut dan berdiskusi dengan Tim Dinas Kesehatan Kita Bengkulu yang melakukan visitasi Apotek Pendidikan Unib.(foto:ist-sal)

Visitasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan sarana dan prasarana Apotek Pendidikan Unib, sejalan dengan proses pendirian Program Studi Profesi Apoteker di Universitas Bengkulu.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Syafriadi, SE, bersama tim melakukan peninjauan secara langsung terhadap berbagai aspek yang diperlukan dalam penyelenggaraan apotek. Peninjauan meliputi kesiapan fasilitas, sarana pelayanan kefarmasian, kelengkapan administrasi, hingga pemenuhan berbagai persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kegiatan visitasi tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si. Kehadiran Rektor menjadi bentuk dukungan institusi sekaligus menegaskan komitmen Unib dalam memperkuat pengembangan pendidikan kefarmasian dan menyiapkan ekosistem pembelajaran yang mendukung peningkatan kompetensi lulusan.

Rektor mengapresiasi visitasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Menurutnya, proses evaluasi dan verifikasi tersebut penting untuk memastikan Apotek Pendidikan Unib tidak hanya memenuhi aspek regulasi, tetapi juga mampu menjalankan fungsi pendidikan dan pelayanan secara optimal.

“Universitas Bengkulu terus berkomitmen mempersiapkan pendirian Program Studi Apoteker dan berbagai fasilitas pendukungnya. Kita ingin menghadirkan pendidikan kefarmasian yang berkualitas serta menghasilkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujar Rektor.

Tim Visitasi dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu saat melakukan pemeriksaan dan verifikasi sarana Apotek Pendidikan Unib.(foto:ist-sal)

Pendirian Apotek Pendidikan Unib juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem layanan kesehatan dan pendidikan di lingkungan kampus. Keberadaannya akan mendukung pengembangan Klinik Pratama yang sudah ada di kampus utama Unib, serta Rumah Sakit Pendidikan Unib yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

Dengan demikian, fasilitas-fasilitas tersebut diharapkan dapat saling terintegrasi dalam mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, pelayanan kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Bengkulu, Prof. Sal Prima Yudha, S.Si, M.Si, dalam diskusi menjelaskan bahwa Apotek Pendidikan Unib dirancang dengan fungsi yang lebih luas dari sekadar fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, apotek tersebut nantinya akan menjadi salah satu wahana pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi maupun Program Studi Profesi Apoteker.

“Melalui fasilitas ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan praktik kefarmasian, seperti pelayanan resep, pengelolaan sediaan farmasi, serta pelaksanaan pharmaceutical care,” jelasnya.

Rektor Unib dan Dekan FMIPA Unib berserta Tim Task Force Pendirian Apotek Pendidikan Unib melakukan sesi foto bersama dengan Tim Visitasi dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu.(foto:ist-sal)

Keberadaan Apotek Pendidikan juga diharapkan dapat mempertemukan pembelajaran teoritis yang diperoleh mahasiswa di ruang kuliah dengan pengalaman praktik di lapangan. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa dapat memahami secara lebih komprehensif proses pelayanan kefarmasian sekaligus membangun keterampilan profesional yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.

Visitasi Dinas Kesehatan Kota Bengkulu menjadi momentum bagi Universitas Bengkulu untuk memperoleh evaluasi sekaligus masukan dalam menyempurnakan kesiapan Apotek Pendidikan sebelum memasuki tahap operasional. Berbagai hasil peninjauan akan menjadi bahan tindak lanjut Unib untuk memastikan seluruh aspek fasilitas, administrasi, dan pelayanan dapat dipenuhi sesuai ketentuan.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan sinergi antara Universitas Bengkulu dan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tenaga kefarmasian. Melalui kolaborasi tersebut, Unib terus berupaya membangun fondasi pendidikan kefarmasian yang kuat, terintegrasi dengan layanan kesehatan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di Kota Bengkulu dan sekitarnya. [Laporan: Tim task force | Editor: Purna Herawan | Humas].