UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) terus mendorong pengembangan potensi mahasiswa tidak hanya melalui pembelajaran akademik, tetapi juga melalui aktivitas organisasi kemahasiswaan yang membentuk karakter, kepemimpinan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pendidikan Dasar Koperasi (Diksarkop) 2026 yang diselenggarakan Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Unib bagi 27 anggota baru pada 17–18 Oktober 2026.

Wakil Rektor Unib, Prof. Agustin Zarkani saat membuka Diksarkop anggota baru KOPMA Unib.(foto:ist-doc)

Mengusung tema “Tumbuh dalam Koperasi, Berkembang dalam Organisasi, Berdampak untuk Masa Depan”, kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai dasar koperasi sekaligus membekali peserta dengan keterampilan berorganisasi dan pengalaman kewirausahaan.

Rangkaian kegiatan berlangsung di dua lokasi, yakni di ruang rapat dua Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unib untuk pembukaan dan penyampaian materi, serta kawasan wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu, sebagai lokasi praktik penjualan langsung (direct selling) dan presentasi hasil praktik peserta.

Diksarkop 2026 dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unib, Prof. Agustin Zarkani, S.P, M.Si, Ph.D. Kegiatan ini dihadiri Dosen Pembina KOPMA Unib, Yessillia Osira, S.Sos, MP, serta diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Unib yang ingin mengenal lebih dekat koperasi mahasiswa sebagai ruang pembelajaran, pengembangan diri, dan penguatan kompetensi.

Dalam sambutannya, Prof. Agustin menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia berharap Diksarkop menjadi langkah awal bagi anggota baru untuk memahami prinsip dan nilai koperasi, sekaligus membangun kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim.

Wakil Rektor Unib, Prof. Agustin Zarkani dan Dosen Pembina KOPMA Unib Yessillia Osira foto bersama dengan panitia dan para peserta Diksarkop 2026.(foto:ist-doc)

Menurutnya, koperasi mahasiswa memiliki peran strategis sebagai wadah pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan potensi diri melalui pengalaman nyata. Karena itu, keikutsertaan dalam KOPMA diharapkan tidak berhenti pada pengenalan organisasi, tetapi berlanjut pada keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi anggota maupun lingkungan sekitarnya.

“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memahami peran koperasi mahasiswa sebagai wadah pembelajaran, pengembangan diri, dan praktik kewirausahaan di lingkungan kampus. Dengan meningkatkan kompetensi anggota baru, KOPMA Unib terus tumbuh dan berkembang, serta dapat meraih berbagai prestasi dan berdampak bagi masa depan mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.

Pembekalan Jiwa Kepemimpinan dan Kewirausahaan

Setelah pembukaan, peserta mengikuti sesi pembekalan yang menghadirkan narasumber dengan pengalaman dalam pengelolaan dan pengembangan organisasi koperasi mahasiswa. Materi mencakup peran dan fungsi koperasi mahasiswa, kepemimpinan (leadership), serta pentingnya membangun kerja sama tim (teamwork).

Materi pertama disampaikan oleh Dina Hasta Ningsih, M.P, alumni KOPMA Unib yang turut berkontribusi dalam pendirian Koperasi Market Unib. Ia menjelaskan bahwa koperasi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata.

Dua narasumber, Dina Hasta Ningsih dan Arma Putra, saat memberikan pembekalan kepada para anggota baru KOPMA Unib.(foto:ist-doc)

Melalui koperasi, mahasiswa tidak hanya belajar memahami konsep dan prinsip ekonomi secara teoretis, tetapi juga berlatih membangun kolaborasi, mengembangkan usaha, mengambil keputusan, dan mempertanggungjawabkan tugas yang diberikan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan di dunia kerja maupun ketika mengembangkan usaha secara mandiri.

Materi berikutnya disampaikan oleh Arma Putra, S.P, M.P, Ketua Umum KOPMA Unib periode 2021 yang kini berprofesi sebagai dosen di Unib. Ia mengulas pentingnya kepemimpinan dan kerja sama tim dalam menjaga keberlangsungan organisasi.

Ia menekankan bahwa organisasi merupakan ruang belajar untuk membangun kepemimpinan yang bertanggung jawab, menumbuhkan rasa saling percaya, serta menyatukan beragam potensi anggota demi mencapai tujuan bersama. Kemampuan tersebut dinilai penting agar anggota tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu berkontribusi secara positif dan berkelanjutan.

Suasana kegiatan semakin semarak pada hari pertama melalui pentas seni. Selain menjadi ruang untuk mengekspresikan kreativitas dan bakat, kegiatan ini juga mempererat keakraban antarpeserta serta membangun kekompakan sebagai bagian dari keluarga besar KOPMA Unib.

Penampilan kesenian dan hiburan menyemarakkan pembukaan Diksarkop anggota baru KOPMA Unib.(foto:ist-doc)

Praktik Kewirausahaan di Pantai Panjang

Pada hari kedua, Minggu (18/10), peserta melanjutkan rangkaian Diksarkop di kawasan wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu. Kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan praktik direct selling atau penjualan langsung.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan kewirausahaan melalui interaksi langsung dengan calon konsumen. Pengalaman ini menjadi sarana untuk melatih komunikasi, keberanian menawarkan produk, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman terhadap proses pemasaran.

Peserta juga mempresentasikan hasil praktik yang telah dilakukan. Sesi ini menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran sekaligus kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan pengalaman, tantangan, dan pemahaman yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.

Rangkaian Diksarkop 2026 kemudian ditutup oleh Badan Pengawas KOPMA Unib. Penutupan tersebut menandai berakhirnya tahap pendidikan dasar sekaligus menjadi awal bagi 27 anggota baru untuk melanjutkan proses pembelajaran dan mengambil peran aktif dalam organisasi.

Para peserta Diksarkop melakukan praktik direct selling sejumlah produk dan melakukan presentasi hasil Diksarkop di kawasan wisata Pantai Panjang.(foto:ist-doc)

Ketua Umum KOPMA Unib Ricky Agustian melalui Sekretaris Umum KOPMA Asih Ove Afisa, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota baru yang telah menyelesaikan Diksarkop 2026. Ia juga mengapresiasi dukungan panitia, narasumber, dan pimpinan universitas yang telah membantu kelancaran kegiatan.

Ia berharap pembekalan yang diberikan selama Diksarkop dapat menjadi fondasi bagi anggota baru untuk mengembangkan diri, memperkuat komitmen berorganisasi, serta menerapkan nilai-nilai koperasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui Diksarkop 2026, KOPMA Unib berharap anggota baru tidak hanya memahami konsep koperasi secara teori, tetapi juga mampu menerapkan nilai tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, dan semangat kewirausahaan dalam kehidupan berorganisasi maupun keseharian. Dengan demikian, anggota dapat tumbuh bersama koperasi, mengembangkan potensi diri, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya. [Laporan: Asih | Editor: Purna Herawan | Humas].