UNIVERSITAS BENGKULU

Perayaan Dies Natalis ke-44 Universitas Bengkulu (Unib) tahun 2026 tidak hanya diramaikan oleh kegiatan olahraga, temu alumni, jalan santai, hingga bakti sosial, tetapi juga diperkaya dengan agenda akademik bertaraf internasional. Salah satunya melalui penyelenggaraan kuliah umum dan lokakarya jurnal internasional yang digelar di ruang rapat utama Gedung Layanan Terpadu (GLT) Unib, Kamis (23/4/2026).

Rektor Unib menerima audiensi Prof. Kasem dan Dr. Jiaojiao Song di ruang kerjanya.(foto:hms1)

Kegiatan yang dikoordinir Fakultas Pertanian ini menghadirkan nuansa akademik yang kuat sekaligus strategis dalam mendorong peningkatan kolaborasi global Unib. Dua akademisi terkemuka dari Thailand didatangkan sebagai narasumber, yakni Prof. Kasem Soytong—President of AATSEA sekaligus Director of RIMOA—serta Dr. Jiaojiao Song, dosen di KMITL Prince of Chumphon Campus.

Dalam kuliah umum, Prof. Kasem Soytong membawakan topik “Developing Modern Organic Practices and AATSEA Certification Systems”, yang mengupas praktik pertanian organik modern dan sistem sertifikasi di kawasan Asia Tenggara. Sementara itu, Dr. Jiaojiao Song melalui lokakaryanya mengangkat tema “Roadmap to Scopus: International Journal Management and Scopus Indexing Strategy”, memberikan wawasan strategis bagi pengelolaan jurnal ilmiah menuju indeksasi internasional.

Rektor Unib dan Dekan Fakultas Pertanian Unib menyelempangkan kain khas Bengkulu, batik besurek kepada Prof. Kasem dan Dr. Jiaojiao Song.(foto:hms1)

Antusiasme peserta terlihat tinggi. Ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa lintas fakultas, dosen, peneliti, hingga perwakilan perguruan tinggi di Kota Bengkulu memadati ruang kegiatan. Hal ini menunjukkan tingginya minat terhadap penguatan kapasitas akademik dan publikasi ilmiah di tingkat global.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si, yang ditandai dengan pemukulan dol—alat musik tradisional Bengkulu—sebagai simbol dimulainya kegiatan. Kedua narasumber juga disambut dengan Tari Sekapur Sirih dan penyematan selempang batik besurek, mencerminkan kearifan lokal dalam menyambut tamu kehormatan.

Prof. Kasem dan Dr. Song disambut tari Sekapur Sirih sebagai ucapan selamat datang.(foto:hms1)

Dekan Fakultas Pertanian Unib, Prof. Dr. Ir. Suharyanto, S.Pt., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran kedua narasumber yang dinilai memberikan nilai tambah signifikan bagi kegiatan akademik dalam rangka dies natalis ini.

“Kehadiran Prof. Kasem dan Dr. Song tidak hanya meningkatkan prestise kegiatan, tetapi juga memperkuat jejaring akademik internasional yang telah terjalin selama ini,” ujarnya.

Ia juga memaparkan berbagai capaian Fakultas Pertanian Unib, mulai dari penemuan spesies baru, termasuk bunga Rafflesia, hingga pengembangan varietas unggul komoditas pertanian seperti padi, cabai, jagung, dan melon. Capaian tersebut menjadi bukti komitmen fakultas dalam riset, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Rektor dan Dekan FP Unib memukul dol bersama dengan Prof. Kasem dan Dr. Song.(foto:hms1)

Sejak tahun 2018, Unib telah menjadi mitra aktif Asosiasi Teknologi Pertanian Asia Tenggara (AATSEA). Melalui kemitraan ini, berbagai kolaborasi internasional berhasil diwujudkan, mulai dari partisipasi dalam forum pertanian modern, konferensi internasional, hingga publikasi bersama di jurnal bereputasi seperti International Journal of Agricultural Technology (IJAT) yang terindeks Scopus.

Kolaborasi tersebut juga melahirkan berbagai program nyata, seperti penelitian bersama lintas negara, program magang mahasiswa di lembaga riset internasional, serta pertukaran akademik yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Beberapa mahasiswa bahkan telah sukses menyelesaikan studi dengan memanfaatkan data hasil magang internasional mereka.

Sementara itu, Rektor Unib, Prof. Indra Cahyadinata, menegaskan bahwa kehadiran akademisi dari King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) merupakan momentum penting dalam memperkuat kolaborasi global Unib.

Rektor dan Dekan Fakultas Pertanian Unib saat menyampaikan sambutan.(foto:hms1)

“Ini bukan sekadar kehormatan, tetapi langkah konkret dalam membangun jejaring akademik dan penelitian yang berkelanjutan,” tuturnya.

Rektor juga menyoroti capaian Unib yang terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang dinamis dan progresif, termasuk perolehan akreditasi internasional dari AQUIN sebagai bukti komitmen terhadap standar mutu global.

Di bidang penelitian, kontribusi dosen Unib dalam publikasi ilmiah internasional terus meningkat setiap tahun. Saat ini, Unib juga mengelola lebih dari 50 jurnal akademik, yang sebagian besar memiliki potensi untuk terindeks di Scopus dan basis data internasional lainnya.

Foto bersama Rektor Unib dan narasumber dengan segenap sivitas akademika Fakultas Pertanian Unib.(foto:hms1)

Melalui kegiatan lokakarya ini, Unib berharap dapat meningkatkan kualitas tata kelola jurnal serta mendorong lebih banyak publikasi bereputasi dari para akademisinya. Selain itu, Unib juga tengah menjajaki pendirian Lembaga Penelitian Pertanian Modern (RIMOA) di Indonesia sebagai pusat unggulan inovasi pertanian.

Menutup sambutannya, Rektor berharap kerja sama dengan KMITL dan AATSEA terus diperkuat, termasuk peluang penyelenggaraan Konferensi Internasional tentang Sains dan Teknologi (ICIST) di Bengkulu pada masa mendatang.

“Ini akan menjadi kesempatan berharga untuk semakin mengukuhkan posisi Unib di kancah internasional,” pungkasnya. [Purna Herawan | Humas].